iklan iwb

Iwanbanaran.com – Caakkk…baru-baru ini beredar kabar di media sosial terkait larangan Suzuki Thunder 125 isi pertalite di SPBU. Belum diketahui secara pasti cak di mana lokasi SPBU tersebut. Namun yang pasti, SPBU ini bukan hanya melarang Suzuki Thunder 125, namun mereka juga melarang motor modifikasi untuk mengisis pertalite. Mungkin saja motor modifikasi dengan kapasitas tangki yang besar cak, sehingga membuat pihak SPBU khawatir dengan para penimbun dan pengecer pertalite…

Larangan pengisian pertalite untuk motor modifikasi dengan kapasitas tangki yang besar mungkin masuk akal. Namun herannya kangbro, pengelola SPBU juga melarang Suzuki Thunder 125 untuk mengisi pertalite. Ternyata berlakunya larangan tersebut bukan tanpa sebab mengingat para penimbun dan pengecer pertalite masih banyak berkeliaran dan salah satu metode mereka menimbun pertalite, adalah menyamar menggunakan motor Thunder 125. Tentunya hal ini menyebabkan pengelola SPBU khawatir dan akhirnya mengambil langkah dengan memberlakukan larangan pengisian pertalite bagi biker Suzuki Thunder 125 dan motor modifikasi.

Beberapa tahun belakangan ini, pengecer BBM sempat kepergok membeli bensin menggunakan motor Thunder 125. Yang paling menarik perhatian terjadi pada 2018 lalu di SPBU 24.355.62 Sebaya Kedaton, Lampung. Di SPBU tersebut terlihat banyak pengecer yang mengantri dengan menaiki Suzuki Thunder 125. Setelah mengisi BBM, mereka menguras tangki dan menyimpannya di tempat yang aman. Kemudian mereka kembali ke SPBU untuk membeli BBM lagi cak. Ketika itu, salah satu petugas SPBU mengungkapkan bahwa dirinya tidak merasa curiga dan menganggap biker Thunder 125 adalah konsumen biasa. Namun dibalik itu semua, ternyata mereka punya misi tertentu cak.

iklan iwb

Uniknya pakde, Suzuki Thunder 125 ternyata jadi senjata andalan bagi penimbun dan pengecer BBM mengingat motor berkubikasi 125cc ini punya kapasitas tangki yang besar. Menilik speknya, motor ini mampu menampung hingga 15 liter bensin dan termasuk yang terbesar di kelasnya. Bahkan, untuk kelas 150cc pun mayoritas menganut tangki bahan bakar 12 liter. Dengan begitu, Suzuki Thunder 125 jadi andalan para penimbun dan pengecer BBM. Sementara saat ini cak, Pertamina sudah melarang pembelian pertalite menggunakan jerigen, mengingat pertalite termasuk BBM bersubsidi….(RA iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

18 COMMENTS

  1. Ya wajar sih kalo spbu melarang, karena pemilik menginvestasikan modalnya cukup besar untuk membuka bisnis ini, sedangkan penjual eceran cukul modal motor dan plastik/botol air…tapi pelarangan seperti ini imbasnya akan mematikan usaha orang kecil, ujung2nya mereka nganggur dan malah berbuat kriminal, atau malah mreka akan menjual bbm ilegal yg banyak dijual oleh pengomplos bbm, dan yang dirugikan adalah pengendara yg terpaksa membeli bbm secara eceran akibat lamanya antrian….melarang pembelian untuk dijual kembali itu bukan solusi..malah membuka masalah baru…

  2. Pelakunya ya masyarakat kecil yg bisa jadi mereka hanya ingin agar perut anak istri bs makan dg cara jualan eceran bensin. Solusinya agar tidak disalah gunakan, jadikan saja pedagang kecil mitra pom bensin. Data yg baik minimal tiap pom punya 25 mitra dg radius 1km2 atau lebih utk daerah yg jarang pom bensin.. agar tetap bisa terawasi

  3. Bukan nimbun biasanya buat dijual lg di warbens.
    Kl mau nimbun pake angkot aja.
    Kasian yg pom bengsin jauh. Beli eceran aj yg deket.
    Thunder kl ful tank lap-lap awal kedodoran. Lap – lap akhir ketinggalan.

  4. Seharusnya kalau mau modifikasi cukup pakai slang panjang kira kira 5 mtr, bawa jurigen di belakang 20lr an 2 buah…trus salurkan dr tangki ke jurigen😁

  5. Kalo gak ada pengecer juga ribet isi BBM ke Pertamina,,apalagi daerah pelosok..habis minyak,mampos dorong tu motor Ampe SPBU terdekat

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama