iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk….. Baru saja kita membahas perkara penurunan harga bbm perusahaan kerang alias Shell dengan nilai yang cukup signifikan perliternya, tembus di angka 2700 Rupiah/liter….dilalah perkemarin justru Pertamina kembali menaikkan harga BBM-nya. Perbedaan penyesuaian harga yang konon mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia membuat kita jadi bingung……ikiii piyeee yo kok bisa satunya naik satunya turun, weladalaahhhh….oraaa paham tenan iki 😂. Njur pirooo kenaikannya ? simak detilnya dibawah ini…

Pada 1 Agustus kemarin seperti yang sampeyan tahu Shell mengumumkan penurunan harga semua BBMnya dengan jumlah bervariasi. Mulai dari Rp. 1,300 sampai dengan tertinggi Rp 2.700/liter. Dilalah selang satu hari kemudian justru Pertamina mengumumkan kenaikan harga BBM nya. Berbeda dengan Shell yang turun signifikan, maka pertamina mengumumkan penyesuaian harga untuk harga bbm per 3 Agustus 2022. Bedanya Kenaikannya juga sangat signifikan. Emang piro kenaikannya dan apa saja jenisnya ?

Yang pertama adalah Pertamax Turbo di mana untuk harga baru mencapai Rp 17.900/liter dari sebelumnya Rp 16.200/liter. Artinya, Pertamax Turbo naik Rp 1.700. Kemudian yang kedua adalah bahan bakar diesel Dexlite yang naik Rp. 2.800/liter. Artinya untuk harga baru Dexlite sekarang tembus Rp. 17.800/liter dari sebelumnya Rp. 15.000/liter. Tidak hanya itu kenaikan juga terjadi pada bahan bakar diesel tertinggi yakni Pertamina Dex. Official mulai tanggal 3 agustus mengalami kenaikan hingga 2400 Rupiah per liter yang artinya harga baru sekarang mencapai Rp. 18.900/liter dari sebelumnya Rp 16.500/liter. Woww edian gede banget cak 😱 …

iklan iwb

“PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum,” bunyi pengumuman Pertamina dikutip dari laman resminya, Rabu (3/8/2022)….

Last…. Yang menjadi target kenaikan adalah bensin nonsubsidi. Sementara untuk bbm subsidi masih dipertahankan di angka sebelumnya. Seperti harga Pertalite dan Pertamax 92 masih anteng diangka Rp 7.650 per liter dan Rp 12.500 per liter. Jadi lego cak….pokoke sampeyan yang masih mengandalkan mengisi bensin menggunakan Pertalite masih aman jaya. Jadi biarin wae toh yang naik BBM e wong sugih (katanya ngono 😂). Tapi tetap saja kita masih puyeng cak, kok Shell dan Vivo resmi menurunkan harga bbm nya per 1 Agustus, tapi Pertamina malah naik yo ??….emboh horaaa paham wisss 😂. Pokoke sing penting kita tetap kerja yang rajin dan semangat demi keluarga, iyo oraaa👌🏻😛… (iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

34 COMMENTS

  1. Kudune dibikin tabel perbandingan wae cak harga di spbu pertamina dan spbu swasta, klo saya liat sih meskipun naik tapi harga di spbu pertamina tetap lebih murah dibanding spbu swasta

  2. Saya tuh bingung sama penggunaan oktan bensin,liat di grub kalo di Vario 160 bagusnya pake oktan 95,ya Pertamax turbo naik terus apa Ra mesaake kantong sama mesin,notabene itu bukan kendaraan mewah,wong tanggaku meh duwe kabeh

    • Kompresi 12 keatas pertamax turbo..
      Kompresi 10-11 pertamax..
      Kompresi dibawah 10 pertalite..

      Dibawah rekomendasi masih bisa jalan..
      risiko ngelitik.. dan kerak diruang bakar…

      • Pertamax sudah cukup kalau buat harian… Untuk kompresi sekelas v160 std pabrikan… Karena saya tanya ahass turbo kurang bagus untuk harian karena terlalu kering diruang pembakaran…

  3. Kan masih unda-undi sama si kerang,masih ada yg lebih murah malah.
    Jadi intine yo sama aja to…yg nurunin itu harganya mahal banget,yg murah dinaikin

  4. harusnya di bikin tabel perbandingan yang menjelaskan harga bbm non subsidi Pertamina-Shell-BP Akr, bukan malah fokus pada permainan kata kata pelat merah kenaikan yg swasta penurunan…, bahaya nih….

  5. BBM naik turun , Jualan Sulton Hnd tetap moncer Lek…
    Jualan Yahampasss tetap Meriang
    Mueeeehehehehhehehe 😂

    • Nah Ini Contoh Militan Ngundah Yg Selalu Bikin Gaduh, Sama Si Lancung Itu Juga,,, Yg di Bahas Apa Komentnya Apa… Pasti Melenceng, Nek Meh Promosi, Promosi Saja Kagak Usah Bawa” Atau Nyenggol Produk Lain.
      Sulton Ndlosor di MotoGP, Sulton Ngos”an di WSBK…
      Mueeeeeheheheheheheee
      Mungkin Anda Belum Minum Pertamax Di Campur Dexlite Kali Yeee…
      Sehaaaaaaaaat…?

  6. Kalau pemberitaan dipelintir ya kaya gini, melihat hanya dari satu sisi.
    Pertamina membeli minyak mentah dengan jangka duasi beberapa bulan kedepan.
    Anggap pertamina membeli BBM dengan harga 1200 dan dijual 12500, durasi kontrak/ kuota untuk 3 bulan, maka nilai BBM yang dijual pertamina akan tetap 12500 untuk 3 bulan kedepan, mau harga minyak mentah dunia naik turun 3 bulan kedepan, harga akan tetap.
    Setelah 3 bulan berlalu pertamina harus membeli kembali BBM dengan harga terbaru.
    Makanya BBM pertamina paling lama update harga.

  7. Saya sih setuju saja, harga bahan bakar naik karena pemerintah lagi butuh dana untuk membangun infrastruktur Mega proyek dan membayar hutang luar negeri ke negara China. Bahkan harga sembilan bahan pokok atau sembako juga bisa di naikkan, iuran BPJS juga dinaikkan lagilah. Jika masih belum mencukupi, bisa juga di buat pundi pundi baru, misalnya : pajak menghirup udara segar, pajak keluar malam diatas jam 12, pajak tertawa terbahak bahak dll.

  8. Wajar kalau Bbm plat merah lebih murah dibanding spbu swasta, inget spbu swasta itu adalah investor asing yg notabene mereka butuh budget besar utk investasi, transportasi, pajak dll sehingga wajar kalau harganya relatif lebih mahal dari spbu plat merah. yang jadi pertanyaan adalah spbu plat merah yg disokong dana rakyat, dan berjualan di negeri sendiri knp harganya 11-12 sama spbu asing ?????

  9. Katanya yg dapat pertalite & solar hanya motor & angkutan umum cak, lagi digodok itu aturannya.
    Benar ora cak?

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama