iklan iwb

Iwanbanaran.com – Caakkk… Perangkat Front Ride Height Device masih jadi polemik pada ajang MotoGP cak. Semua pabrikan kecuali Ducati tidak menyetujui perangkat ini karena dioperasikan secara mekanis, mengnat regulasi MotoGP tidak memperbolehkan para pabrikan membuat perangkat tertentu yang pengoperasiannya secara elektronik. Bahkan, perangkat ini menuai kritikan dari para petinggi pabrikan…

Sebastian Risse insinyur KTM baru-baru ini menyebut perangkat Front Ride Height Device sebagai teknologi kuno cak…”Teknologi Zaman Batu,” paparnya. Bahkan, dengan pedas Massimo Rivola selaku Bos Aprilia menganggap perangkat ini sebagai sampah… “Holeshot Devices tidak ada gunanya bagi MotoGP. Dan itu juga tidak masuk akal untuk pengembangan motor. Pada dasarnya, ini adalah ide yang fantastis, tetapi melakukannya secara mekanis tidak masuk akal, itu sampah. Tetapi peraturan tidak mengizinkan kami melakukan penggunaan elektronik. Dan bahkan dengan itu, aku lebih suka kami tidak memilikinya di MotoGP, karena sistem ini tidak memiliki masa depan di motor produksi. Holeshot Devices akan hilang jika keenam pabrikan menyetujuinya. Tapi aku ragu Ducati ingin melarang sistem ini,” ujarnya via motosan.

Menariknya kangbro, Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer mengungkapkan bahwa KTM rela mengeluarkan biaya lebih banyak asalkan untuk penggunaan bahan bakar ramah lingkungan (biofuel), daripada untuk pengembangan perangkat Front Ride Height Device… “Kami lebih suka menghabiskan uang kami untuk dapat balapan dengan bahan bakar 100% biofuel, daripada 40% yang akan berlaku pada awal 2026, kami merencanakan itu secara sukarela,” ujar Pit Beirer via speedweek.

iklan iwb

Beberapa pabrikan telah memasangkan perangkat ini pada motornya masing-masing cak. Namun ternyata para ridernya mengeluhkan tentang banyaknya jumlah tombol yang ada di dashboard motor sehingga mengganggu saat berlangsungnya race. Perlu diketahui, saat ini MotoGP bike memiliki 11 tombol yang digunakan saat balapan. Namun di sisi lain, Gigi Dall’igna membantah pernyataan para rider yang merasa terganggu dengan banyaknya tombol di dashboard… “Ada beberapa pembalap yang sudah menggunakan ‘Front Device’ di balapan pertama, yang lainnya baru akan menyusul. Aku tidak setuju rider terganggu dengan jumlah tombol di kokpit, ini bukan tentang jumlah tombol. Untuk pembalap, tombol tambahan tidak membuat perbedaan pada tekanan yang dirasakan rider,” jelas Gigi Dall’igna via speedweek.

Lebih lanjut, doi menegaskan akan terus menggunakan Front Ride Height Device… “Tapi itu adalah tugas kami untuk membuat motor balap lebih baik dan lebih kompetitif setiap tahun. Kami memiliki departemen pengembangan untuk ini. Jika kita tidak lagi diperbolehkan mengembangkan apapun yang diizinkan oleh peraturan, kita bisa langsung tinggal di rumah. Aku akan menerima beberapa batasan jika kita bisa menghindari larangan ‘Front Ride Height Device’. Tetapi pada akhirnya, tidak ada seorang pun di MSMA yang mau mengikuti saran kami. Aku akan terus menggunakan perangkat ini,” tutup Gigi Dall’igna….(RA iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

7 COMMENTS

  1. Suatu ke.kemunduran zaman yg bikin malas nonton MotoGP
    Bagusan nonton di YouTube th 2000 – 2019

  2. Saking ngotot nya si opa buat Ducita juara sejak era Stoner…
    Namun dia LUPA jika Stoner JUARA karena KEMAMPUANNYA…!Bukan pencat pencet tombol holeshit device 🤣🤣🤣

  3. memang aneh knp pengoperasian Holeshot ini masih pakai mekanis, regulasi single ECU membuat pabrikan tidak bisa mengoptimalkan holeshot dari sisi elektronik, wajar kalo KTM nyebutnya “teknologi jaman batu” wkwk

  4. Jaman batu tapi ketika Ducati membuatnya yg lain ikut2an, dan ketika hanya Ducati yg sukses mendevelopnya yg lain ramai2 minta utk melarangnya. Inilah beda MotoGP dgn F1, MotoGP fansnya cuma sibuk hore2 rider-nya, mendewakan ridernya, rumit sedikit inovasi teknologi, atau jagoannya lama ga juara dibilang ga seru, seruan WSBK, seruan Isle of Man kali rider jagoan lu bisa tewas sewaktu2. Di F1 sisi teknik, inovasi dan teknologi beriringan dgn persaingan driver. Apa menariknya cuma bahas rider? Itu sih jaman batu, suatu saat robot yg jd rider atau autopilot🤣🤣🤣

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama