iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk…iki jiann aneh tenan. Karena bos Aprilia MotoGP mengungkapkan rasa takutnya pada KTM dibandingkan dengan beberapa pabrikan lain untuk tahun depan. Penuturan ini dilayangkan oleh bos teknis Aprilia yakni Massimo Rivola yang sangat yakin KTM bisa memberikan kejutan dimusim depan…” Aku takut dengan KTM ” serunya. Termasuk doi menyentil anggaran Motogp yang jauh berbeda dibandingkan Formula 1. Hmm…menarik iki cak, simak detilnya dibawah ini….

Aprilia telah sabet podium dengan kedua pembalapnya ditahun 2022. Selain itu, pemenang GP Argentina Aleix Espargaró hanya terpaut 21 poin di belakang pemimpin klasemen Fabio Quartararo (Yamaha) setelah 11 dari 20 balapan. Aprilia sendiri dari sejarahnya telah memenangkan 54 gelar juara dunia diajang balap bergengsi, tetapi yang terakhir adalah delapan tahun lalu bersama Sylvain Guintoli yang sukses sabet juara dunia superbike saat itu, termasuk Max Biaggi yang berhasil melakukannya bersama Aprilia pada tahun 2010 dan 2012….

Mantapnya cak…diajang MotoGP Aprilia juga melesat tahun ini. Semua berkat tangan dingin Massimo Rivola dan Team yang luar biasa. Padahal diawal gabung Aprilia Rivola sebagai tim teknis F1 Ferrari kala itu sempet puyeng karena banyak hal yang berbeda antara formula 1 serta MotoGP….

iklan iwb

“Metode kerja di Formula 1 dan MotoGP benar-benar berbeda,” seru Rivola. Menurutnya anggaran tidak sebanding, begitu pula tenaga kerja. Mercedes mengoperasikan tim balap F1 dengan 2000 karyawan (1000 untuk departemen mesin saja), di Aprilia ada total sekitar 100 orang dipekerjakan….

Sementara di Formula 1 anggaran dari tim-tim top diperkirakan mencapai 400 hingga 500 juta euro (dan lebih banyak lagi) atau jika dikonversi kerupiah sekitar 7 Triliun. Sedang di MotoGP rata-rata hanya sekitar 25 hingga 50 juta jika ingin jadi tim pemenang (kisaran 760 Milyar). Celakanya cak…untuk Aprilia lebih kesulitan karena berikut tidak memiliki sponsor besar. Tidak ada ponsor utama seperti Repsol, Lenovo, Red Bull atau Monster…

Karena itu, proyek MotoGP Aprilia selalu dibarengi dengan kekhawatiran berapa lama Aprilia bisa tetap Exis dan bertahan di grid. Yang unik cak, ditengah kondisi dan kesuksesan mereka ternyata bos Aprilia Massimo Rivola….mereka mengakui cukup kuatir terhadap KTM. Kenapa ? sebab rumornya KTM bakal meracik mesin yang sangat powerfull di Motogp musim depan…

” Kalau boleh jujur, aku agak takut dengan KTM untuk musim 2023. Aku rasa mereka akan membuat mesin yang kuat. Aku tahu perancang mesin Ing. Kurt Trieb….walau tidak secara pribadi mengenalnya, tapi aku yakin dia merencanakan sesuatu yang istimewa. Apalagi KTM sekarang sudah memiliki mesin yang luar biasa.” tutupnya…

Last….Aprilia telah membuat kemajuan besar dengan mesin baru 90 derajat V4-1000 cm yang diracik pada Januari 2020. Akselerasi yang mengesankan, dan top speed yang mencolok dari mesin RS-GP. Aleix membuktikan betapa kuatnya paket Aprilia di TT Belanda di Assen. Setelah bertabrakan dengan Qartararo, ia turun kembali ke posisi 15, tetapi di tikungan terakhir ia masih melaju ke posisi keempat. Luar biasa, kita lihat saja sepak terjang Aprilia pada sisa musim ini….(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

7 COMMENTS

  1. Ibarat Honda sama Y.
    Beda jaohhhh
    Yang ransum prommag sapa…???
    Xixixixi 🤭 wkwkwkwkwkkkkk kesian deh luh 😂

  2. Yg aneh nya , fanboy merek motor di dasar klasemen lebih ribut🤣🤣🤣…
    Uda SBK ampas ehh moto gepe ngampas..
    Kasihan lihat beha , Meringis hatinya 🤣🤣🤣

  3. Pabrikan Kelas2 anak bawang bicara kemenangan ,
    Bicara kemenangan ? Sultan Hnd jagonya .
    Disaat yang lain masih bermimpi bisa punya gelar sept Hnd , Hnd bahkan selalu menambah tiap Gelarnya .

    Mueeeehehehehhehehe 😂

  4. waduh cakk gimana nasib ngon dahh sekarang aja sudah di dasar klasemen jadi alas kaki semua pabrikan, gimana tahun depan. kasian penboy dongonya makin meringis hatinya

    mueheheheheh zluuuubhh

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama