iklan iwb

Iwanbanaran.com – Caakkk… Seperti yang diketahui, paruh musim pertama MotoGP 2022 telah usai dan saat ini, para rider MotoGP tengah menjalani libur panjang cak. Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) menutup paruh musim pertama dengan bertengger di klasemen sementara MotoGP dengan catatan 172 poin. Biasanya cak, rider yang bertarung dalam perebutan gelar juara mengalami tekanan yang memang menguji mentalnya hingga akhir musim. Tidak heran cak, rider yang tidak mampu menanganinya hingga akhir musim harus mengubur mimpinya meraih titel juara…

Mungkin Quartararo tengah mengalami tekanan tersebut mengingat doi mendapatkan hadiah penalti di race silverstone nanti, karena insiden balap dengan Aleix Espargaro (Aprilia Racing). Meski begitu, Quartararo dengan pede mengungkapkan bahwa dirinya mampu mengelola tekanan dengan baik. Doi menyebutnya bukan tekanan cak melainkan hanya situasi menegangkan yang dirasakan saat start dan kualifikasi saja. Di sisi lain, Quartararo pernah merengkuh gelar juara dunia MotoGP 2021 yang tentunya memberikan banyak pengalaman bagaimana cara mengelola tekanan dengan baik.

Quartararo menuturkan pada musim lalu ia sangat menikmati tiap race dan Yamaha tidak menekannya dalam perebutan titel MotoGP. Selain itu, doi juga berusaha agar tidak dalam situasi yang bisa berpengaruh fatal baginya…

iklan iwb

“Aku sudah lama tidak merasakan tekanan. Aku memenangkan gelar juara dunia MotoGP tahun lalu, aku menikmatinya dan Yamaha tidak menekanku. Aku juga tidak menempatkan diriku di bawah tekanan. Aku tidak merasa itu perlu. Tentu saja, ada saat-saat yang lebih menegangkan sebelum balapan atau kualifikasi. Tapi aku tidak akan menyebutnya sebagai tekanan, itu hanya situasi yang menegangkan, terutama tepat sebelum start dan kualifikasi. Tapi tekanan adalah sesuatu yang aku hadapi dengan cukup baik tahun ini,” ujar Fabio Quartararo via speedweek.

Yup, mental yang kuat merupakan hal terpenting bagi rider MotoGP untuk tetap fokus ketika duel dengan rider lainnya. Dengan begitu, hal ini dapat meminimalisir kesalahan yang tidak diperlukan. Contoh dekatnya di musim ini, yakni Pecco Bagnaia yang beberapa kali jatuh di zona poin setelah disalip rider lain karena tidak mampu mengelola tekanan dengan baik….(RA iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

5 COMMENTS

  1. Wajar saja dia tidak merasa tertekan ataupun stress, karena dia tau betul bahwa jurdun musim ini adalah Aleix Espargaro dan Aprillia.. Jadi dia sudah pasrah, toh gelar yg dia dapatkan kemarin itu cuma gelar jurdun ecek-ecek doank, sehingga dia tidak sedih kehilangan gelar tsb

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama