iklan iwb

Iwanbanaran.com – Caakkk… Alex Marquez memang berada dalam radar kakaknya, Marc Marquez saat pertama kali bergabung ke Repsol Honda. Seperti yang kita tahu, di tahun berikutnya ia pindah ke LCR meski sayangnya, Honda mengalami masalah yang hingga kini belum terselesaikan. Seiring berjalannya waktu, berita mengejutkan datang dari Alex Marquez yang memutuskan menandatangani kontrak dengan tim satelit Ducati, Gresini Racing…

Menariknya kangbro, doi menuturkan perasaannya saat partneran dengan kakaknya sendiri di Honda. Alex menjelaskan tidak masalah jika semuanya berjalan dengan baik dan menurutnya, bekerja dengan Marc lebih menyakitkan daripada membantu… “Jika semuanya berjalan dengan baik dan semuanya sempurna, ceritanya akan berbeda, tetapi kenyataannya lebih sulit. Bekerja dengannya (Marc Marquez) lebih menyakitkan daripada membantu. Honda telah banyak bertaruh, selama pra-musim berjalan cukup baik, tetapi di Qatar aku mulai mengalami masalah. Gangguan paling serius kemudian tiba. Ketika mereka membawa bagian dan ide baru, itu tidak berhasil. Inilah sebabnya mengapa kita tidak berkembang. Kita semua menderita dan itu tidak mudah,” ujar Alex Marquez via paddock-gp.

Selain itu, Alex Marquez mengungkapkan Ducati merupakan motor terlengkap dan tercanggih selama tiga tahun terakhir. Dengan begitu, doi menganggap bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk bergabung ke Ducati dan bisa terlepas dari bayang-bayang Marc Marquez… “Ducati telah menjadi motor terlengkap dan tercanggih selama tiga tahun. Saat ini, aku ke-18 di klasemen sementara. Mereka telah bekerja keras dan ini adalah kesempatan. Aku pikir mereka memiliki banyak pengalaman, sejarah dan itu adalah sesuatu yang membantuku mengambil langkah kedepannya. Ketika aku mencobanya di bulan November, aku akan bisa mendapatkan gambaran tentang kekuatan dan kelemahannya,” tambahnya.

iklan iwb

Alex Marquez bermimpi untuk meraih gelar di kelas MotoGP cak. Dengan begitu, targetnya adalah untuk menambah titel juara dunia… “Aku bermimpi menjadi Juara Dunia MotoGP. Bermimpi tidak membutuhkan biaya. Aku mengatakannya di Moto3 dan Moto2 dan orang mengira aku gila. Kenapa tidak? Ini akan menjadi mimpi untuk memiliki tiga gelar juara dunia, meski ini adalah kalimat yang berat,” tutup Alex Marquez….(RA iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

9 COMMENTS

  1. Betul sekali. Saya sendiri ngalamin hal serupa meskipun bidangnya jauh berbeda.
    Kakak pasti lebih baik untuk pilihan profesi yang sama. Di dalam satu keluarga kudhu beda2 pilihan minat n profesi. Klo sama maka yang lebih tua akan dominan, otoriter. Minimal gak mau kalah. Karena memang lebih berprestasi.
    Bisa dapat pencerahan setelah gue pindah tempat kerja. Meski masih di bidang yang sama yaitu art n design, you know?
    Sekarang saya bisa melebihi pencapaian kakak gua. Meskipun ada kelebihan kakak yang kaga bisa gue tiru. Tapi walhasil jadi bisa sederajat lahhh…. Maseng-maseng pula value and the nilai tawar. Gak bisa lagi seenaknya nyuruh gini gini itu itu lahhh

  2. Betul sekali. Saya sendiri ngalamin hal serupa meskipun bidangnya jauh berbeda.
    Kakak pasti lebih baik untuk pilihan profesi yang sama. Di dalam satu keluarga kudhu beda2 pilihan minat n profesi. Klo sama maka yang lebih tua akan dominan, otoriter. Minimal gak mau kalah. Karena memang lebih berprestasi.
    Bisa dapat pencerahan setelah gue pindah tempat kerja. Meski masih di bidang yang sama yaitu art n design, you know?
    Sekarang saya bisa melebihi pencapaian kakak gua. Meskipun ada kelebihan kakak yang kaga bisa gue tiru. Tapi walhasil jadi bisa sederajat lahhh…. Maseng-maseng pula value and the nilai tawar. Gak bisa lagi seenaknya nyuruh gini gini itu itu lahhh

  3. cuma mesti ingat, mereka baru 1x punya juara dunia : Casey Stoner
    sementara Honda dan Yamaha wes uakeehh…😂

  4. karena ducati belakangan ini sering podium, taruh aja sang adik ke Ducati, nanti share knowledge ke Honda hahaha,,…

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama