iklan iwb

Iwanbanaran.com – Caakkk… Baru-baru ini Casey Stoner menyoroti situasi Ducati di MotoGP yang memang memiliki banyak perbedaan. Doi membeberkan kondisi finansial Ducati merupakan yang terbaik saat ini yang tentunya berbeda dengan masa lalu, tepatnya ketika Stoner masih membalap di pabrikan tersebut. Selain itu, rider Ducati saat ini mampu merangsek ke barisan depan…

Meski begitu kangbro, Stoner juga mengkritik Ducati karena menurutnya terlalu memperhatikan pengembangan motor daripada para ridernya… “Ketika aku di Ducati, tidak banyak rider Ducati lainnya yang mampu ke barisan depan. Tapi sekarang, Ducati memiliki anggaran paling besar, berbeda dengan masa lalu yang memiliki anggaran paling kecil dan sekarang mereka yang paling besar. Namun bagiku, mereka terlalu fokus pada motor yang sesuai dengan keinginan para insinyurnya, bukan pada apa yang diinginkan rider,” ujar Casey Stoner via motosan.

Stoner menyimpulkan bahwa hal tersebut dapat mempengaruhi rider dan ia juga membandingkannya dengan pabrikan Jepang, Yamaha dan Honda yang bisa membuat motor sesuai dengan keinginan pembalapnya… “Dengan begitu, Ducati dapat membuat motor sesuai keinginannya dan hal ini dapat mempengaruhi pembalap jika tidak mendapatkan hasil yang diinginkan. Di masa lalu, umumnya Yamaha dan Honda membuat motor yang benar-benar bekerja untuk rider, lalu pembalap merasa baik untuk melakukan apa yang diinginkannya dalam semua kondisi, dan dalam kejuaraan itulah kamu bisa mengharapkan hasil terbaik,” tambahnya.

iklan iwb

Stoner membeberkan bahwa pembalap merupakan aspek penting dalam balapan karena mustahil pabrikan bisa menjuarai race tanpa rider. Nah, doi menganggap Ducati terlalu mengandalkan motor untuk bisa menang di MotoGP. Dengan demikian, Casey Stoner menyimpulkan Ducati harus berbenah dan lebih memperhatikan rider daripada pengembangan motor…

“Para insinyur Ducati selalu mencari sesuatu yang spesial yang mungkin tidak ada, dan ketika mereka melakukan sesuatu yang spesial, mereka pikir itu satu-satunya cara untuk bisa menang di MotoGP. Tapi tetap, tidak ada motor yang menang tanpa pembalapnya. Ini adalah cara untuk mengatakan bahwa kamu harus lebih memperhatikan rider dan lebih sedikit memperhatikan motor,” tutup Casey Stoner….(RA iwb)

 

 

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

4 COMMENTS

  1. Juara terakhir 2007.
    Juara konstruktor terakhir 2021 itupun dwngan banyak motor.
    Dukatrok dagelan.

  2. Hemmmm……
    Mungkin yg di maksud Stoner
    Rider nya minta istri lebih tdk di turuti sma Ducati

  3. Mas Stoner bukan hanya idola kawula muda Indonesia masa kini dan masa depan. Tapi juga dewa-nya sirkuit MotoGP, baik kelas dunia maupun akhirat
    Yessss mantap pisan kalau begini ini caranya

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama