iklan iwb

Iwanbanaran.com – Caakkk… FIM Stewards MotoGP banyak menuai kritikan setelah apa yang mereka putuskan dari insiden balap Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) dan Aleix Espargaro (Aprilia Racing). Seperti yang diketahui, Quartararo diganjar long lap penalty di MotoGP Silverstone yang akan digelar pada Agustus mendatang. Dan hukuman tersebut diprotes keras Quartararo dan Yamaha. Namun baru-baru ini, Eric Mahe selaku manajer Quartararo juga membeberkan kekesalannya terhadap FIM Stewards…

Eric Mahe berpendapat bahwa FIM Stewards terlalu berlebihan dalam memberikan hukuman untuk Quartararo. Namun doi juga tidak segan untuk mengakui bahwa Quartararo melakukan kesalahan pada race Assen dengan melibatkan rider lain. Eric sendiri menyadari yang menjadi fokus utama FIM Stewards adalah faktor keselamatan dan doi punya pandangan berbeda tentang hal ini cak. Menurutnya, tikungan kelima trek Assen termasuk area yang aman dan sama sekali tidak berbahaya bagi pembalap MotoGP…

“Jika kamu membandingkannya dengan polisi, mereka (FIM Stewards) tidak cukup menghukum sekali dan mereka menghukum terlalu banyak setelahnya. Sejujurnya aku tidak ingin mengomentarinya, yang ingin aku katakan adalah bahwa kamu harus menghitung parameternya. Ya, Fabio kehilangan kendali atas motornya, ya, dia membawa Aleix Espargaro ke gravel dan Aleix tidak jatuh. Dan saat ini yang dibicarakan adalah tentang keselamatan dan bahayanya. Tapi Fabio menyalip di area yang aman dan area itu tidak akan membuat rider mati, jadi aku tidak melihat di mana bahayanya,” ujar Eric Mahe via motosan.

iklan iwb

Dengan lapang dada, Eric mencurahkan gagasan soal fair play yang tidak ditemukannya di MotoGP, dan doi menilai keputusan yang diberikan pada Quartararo adalah hal yang bodoh cak…

“Kemudian aku berpikir dalam situasi seperti ini, kami punya waktu untuk mempelajarinya dengan dingin karena penalti datang setelah akhir balapan, jadi aku pikir kami harus memperkenalkan gagasan ‘Fair Play’. Salah satu dari mereka tidak menyelesaikan balapannya, lalu mengalami kecelakaan kedua, dan yang lainnya finis keempat. Jika kamu meminta pendapatku sebagai penonton MotoGP dan bukan sebagai perwakilan Quartararo, aku katakan bahwa semuanya benar-benar bodoh. Tapi tidak apa-apa, begitulah hidup,” tutup Eric Mahe. Pedes euy….(RA iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

14 COMMENTS

  1. seharusnya adil.. sama kayak kita memberlakukan keadilan bagi janda yang kesepian. harus kita puaskan hasrat seks nya.. apalagi goyangan janda mantap-mantap.. bikin ngiler.. anjayyyy

    • (Mungkin) karena Aleix masih bisa lanjut..
      Gacor dari P15 ke P4..
      dan klasemen di runner up..

      Kalau aleix ikut jatoh dan dnf..
      gg akan ada sanksi lanjutan…

  2. Wahhh panas karena digesek-gesek
    Enak enak enak
    Gesek-gesek Bahagia

  3. Steward dari AHLI yg sudah KENYANG BALAP, Ric…

    Kaw tu cuma Manejer balap,..bego…
    Ga usah sok2 an paham..lu cuma ngarepin fulus dari sembalap doang..

  4. Besok g ada lg salip-menyalip antar pembalap, karena menyalip saat di tikungan dianggap sangat berbahaya, dan pembalap diharuskan menjaga jarak dg kendaraan didepannya

    • [Mungkin] karena Aleix masih bisa lanjut..
      Gacor dari P15 ke P4..
      dan klasemen di runner up..

      Kalau aleix ikut jatoh dan dnf..
      gg akan ada sanksi lanjutan…

  5. Ada epbenyek bego ga terima dan ikutan eric maho bilang Freddie Spencer bodoh…
    Cuci kaki dulu nyet,..bobo bangun 20 tahun lagi..🤭🤣🤣

  6. Bukan menyebut stewards bodoh, tapi keputusannya.. Itu beda arti lho ya. Kan situ sendiri yang nulis cak di isi beritanya. Tolong kalo nulis judul berita jangan disalahartikan gitu cak, ini jadi kaya click bait. Judulnya apa, isinya apa.

  7. Keputusan yg bodoh datang dari pemikiran yg bodoh, pemikiran yg bodoh berasal dari otak yg bodoh, otak yg bodoh punya nya orang bodoh. Jadi ya penyebabnya orang yg bodoh.

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama