iklan iwb

Iwanbanaran.com – Caakkk… Baru-baru ini Jorge Lorenzo menyoroti performa Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) yang mampu memberikan kemenangan bagi Yamaha. Dengan begitu, Fabio memimpin klasemen sementara dengan catatan 172 poin. Dan seperti yang diketahui, kelemahan Yamaha M1 hampir tidak terlihat saat berada di tangan Quartararo, mengingat ia berhasil memaksimalkan kelebihan motornya cak…

Terkait dengan performa M1, Lorenzo mengungkapkan bahwa Yamaha berada dalam performa terburuknya belakangan ini, namun berkat Quartararo, Yamaha berhasil memenangkan race kangbro. Maka dari itu, hal tersebut mengingatkannya pada masa Casey Stoner saat bersama pabrikan Ducati…

“Dalam dua puluh tahun terakhir yang aku ingat, selain Quartararo, Yamaha tidak pernah berada dalam posisi yang lebih buruk dalam hal daya saing motor. Situasi ini sedikit mengingatkanku pada Stoner ketika menang bersama Ducati dan pembalap lain jauh di belakang atau saat Marquez dengan Honda,” ujar Jorge Lorenzo via motosan.

iklan iwb

Selain itu, Lorenzo menceritakan kejayaan Yamaha pada masanya karena memiliki dua rider kompetitif dalam satu tim pabrikan dan doi juga membeberkan kelebihan Quartararo cak…

“Kurang lebih, selama di Yamaha aku selalu finis di tiga besar pada setiap musimnya. Ketika itu, Yamaha selalu kompetitif kecuali pada tahun 2011 karena banyak dikalahkan oleh Honda. Pada era balapku, Yamaha merupakan motor pemenang dengan dua ridernya (Rossi & Lorenzo), tapi sekarang kedua rider factory Yamaha memiliki performa yang sangat berbeda. Fabio mampu balapan dengan sangat lurus tanpa membuat motornya selip dengan kontrol yang sangat baik terhadap motor. Seperti yang aku lakukan, terkadang performanya menurun, tapi yang terpenting dia tidak melakukan kesalahan. Dia berhasil melakukannya ketika harus finis kedua dan mengumpulkan poin kejuaraan,” tambahnya.

Bukan hanya Quartararo, mantan rider MotoGP tersebut juga menyoroti performa Bagnaia yang menurutnya memiliki faktor lain yang membuat performanya menurun akhir-akhir ini…

“Sebenarnya, Bagnaia memiliki kecepatan yang sama seperti Quartararo, tetapi dia membuat kesalahan dan ketika kamu jatuh tiga, empat atau lima kali, maka itu bukan karena kebetulan tetapi karena suatu alasan. Dia selalu jatuh ketika ada tekanan dari rider lain, termasuk ketika dia disalip oleh rekan satu pabrikan atau rider lainnya yang memiliki speed yang sedikit lebih cepat darinya, dia memaksakan untuk menyalip rider didepannya dan akhirnya terjatuh,” tutup Jorge Lorenzo…(RA iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

19 COMMENTS

  1. Semua sdh jelas sm seperti omongan Rosi, yamaha tanpa taro nasibnya gmn sm jg honda tanpa marquest nasibnya kyk skr ini

  2. Honda Mlorot 16 Posisi , Thailancung Diem Bae ya??

    apa kaca dirumah ga ada??
    kecodnya udah kayak gak ada urat malu
    apa dia ini masih bocil?
    apa memang suruhan pabrikan?

    Beban keluarga kali ya

  3. Motor terbuosok saat ini ya tetap Honda rcv… kenapa.. karena tdk mampu menempatkan pembalapnya satupun di jajaran depan. Beda sama yamaha, ducati bahkan aprilia. KTM saja ssh memenangkan balapan seri… bgm menurutmu Thailancung?? Betul ga?? Huak..huak…huak…

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama