Iwanbanaran.com – Cakkk…. Andrea Dovizioso adalah salah satu pembalap lawas yang masih eksis hingga sekarang. Doi juga satu-satunya pembalap yang pernah membalap dengan Honda RC2123V….Yamaha YZR M1 ataupun Ducati GP series yang tersisa setelah Rossi pensiun dari Motogp. Dan sebagai pembalap berpengalaman Dovi kembali menyoroti perbedaan signifikan Motogp era lawas dengan modern. Dan menurutnya Motogp sekarang sudah berubah. Skill bukan utama sebab Motogp sekarang terlalu banyak elektronik. ” Motogp sekarang terlalu banyak bantuan elektronik…” seru Dovi. Waahh, balik lagi nehh berarti cak…..kayak kata Rossi euy…

Dovi memang sedang terpuruk. Pembalap With U Yamaha tsb sangat kesulitan diatas mesin M1. Dovi sendiri melihat Motogp sekarang tidak selalu membuat pembalap dengan skill bagus akan sempurna karena hanya gara-gara elektronik yang kurang sempurna, karakter motor yang berbeda membuat skill pembalap tsb tidak bisa digunakan….

“ Motogp berubah dibandingkan dengan masa lalu. Dulu selalu ada pembalap yang kuat – yaitu mereka yang membuat perbedaan dibandingkan dengan pembalap lain dengan motor mereka sendiri. Di MotoGP sekarang tidak berlaku karena siapa pembalap dan tim yang mampu mengEksploitasi motornyalah yang unggul…

iklan iwb

“Jika kalian lihat Hanya Ducati yang kurang lebih mampu bersaing dengan delapan motornya. Sementara merk lain kalian dapat melihat bahwa pembalap pertama ada di tempat teratas dan pembalap berikutnya kedelapan – atau kedua dan kesepuluh. Ini menunjukkan bahwa MotoGP sekarang telah berubah…” serunya. Dovi juga menyoroti keputusan Yamaha yang menggaet Luca Marmorini dari insinyur Ferrari serta hadirnya Massimo Rivola ditubuh Aprilia yang juga orang Ferrari dimasa lalu…

” Itu adalah bukti arah MotoGP yang sudah aku tuturkan. Dalam beberapa tahun terakhir, MotoGP telah banyak berubah dan menjadi jauh lebih rumit karena banyak mengandalkan elektronik. Itu sebabnya insinyur sekaliber mereka lebih dibutuhkan di MotoGP dibandingkan era lawas. Ini adalah alasan lain mengapa aku mengatakan bahwa MotoGP telah berubah. Motogp sekarang terlalu banyak mengandalkan elektronik. Motor sekarang harus digeber dengan cara berbeda. Ada banyak elektronik yang membantu pembalap dan peran insinyur sekarang sangat besar. Suka atau tidak itulah MotoGP sekarang….” tutup Dovi…

Last…Penuturan Dovi sebenarnya sudah pernah dilontarkan berulang-ulang oleh mantan pembalap legendaris Casey Stoner ataupun Valentino Rossi yang melihat tren MotoGP semakin tidak menyenangkan untuk para pembalap. Dan elektronik pula yang dituding membuat tontonan MotoGP semakin membosankan karena minim adu salip. Ditambah kehadiran Aerodinamika yang semakin membuat pembalap sulit over taking akibat hadirnya turbelensi dari winglet. Tapi memang itulah Motogp sekarang cak. Dovi sendiri hingga detik ini menuding Yamaha tidak banyak melakukan apapun atas keluhan mereka terhadap lemahnya traksi belakang M1. Kehadiran Fabio yang Superior jomplang dengan pembalap sama lain membuat pabrikan garputala menutup mata dan fokus pada Fabio Quartararo…(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

12 COMMENTS

  1. Ekekekek……
    Silahkan di kunyah kunyah
    Mungkin ksum yamencret mendadak jadi pintar secara instan

  2. Bener jg sih, motogp modern lbh bnyk elektronik. Stoner dulu bisa jurdun 2007 dgn ducati yg notabene underdog. Rossi bhkan pernah jurdun baik era 2tak atau 4tak, bahkan dgn tipe mesin v4 dan inline sekalipun pernah jurdun.

  3. Maaf OOT, lek wawan.. kira kira kapan ya krisis chip ini berakhir? Soalnya aku inden sonic sudah 3 bulan masih gak ada kabarnya kapan bisa diterima..

  4. Ucapan yang pernah dikatakan mbah Rossi ketika masi membalap dan saat itu terpuruk, dan Dovi lagi jayajayanya dengan Ducati dengan elektronic Miregeli, dan saat ini Dovi pun merasakannya. The rill is karma

  5. Thailancung lagi berjuang keras untuk membela Pabrikan sayap, hingga lupa dia hanyalah kutu budak boneka Hahaem yang super dodol dang dunghu

  6. oh yess ohh noo fak..fak….fakkk

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama