Iwanbanaran.com – Caakkk… Seperti yang kita tahu, beberapa waktu lalu Repsol menyoroti MotoGP dan menuturkan bahwa situasi pada ajang balap tersebut makin memburuk. Hal tersebut karena penggunaan paket aerodinamis terutama winglet yang menurut mereka, menyulitkan rider dalam menyalip. Bukan hanya itu, winglet juga menyebabkan rider memiliki feeling yang tidak terukur sehingga menyebabkan terjadinya kontak dengan rider didepannya…

Atas kritikan tersebut kangbro, Carmelo Ezpeleta selaku Bos MotoGP membantah pernyataan Repsol dan mengungkapkan bahwa pihak penyelenggara tidak melihat kesulitan rider dalam menyalip. Meski begitu, ia menambahkan kesulitan baru terjadi saat rider berusaha overtake rider lain dengan maksimal. Lebih lanjut, Ezpeleta menjelaskan tentang parameter yang ada di MotoGP yang salah satunya berfokus pada kelanjutan tim satelit di MotoGP…

“Kesulitan menyalip? Kami tidak pernah melihat masalah dalam menyalip. Tapi untuk menyalip dengan maksimal memang sulit. Di MotoGP terdapat dua parameter, yang pertama keselamatan dan yang kedua keberlanjutan. Keberlanjutan yang dimaksud adalah mesin yang lebih efisien dan keberlanjutan perkembangan ekonomi ajang internasional ini. Berapa banyak tim yang ada dan telah mundur? Tapi sekarang tim satelit bisa balapan secara berkelanjutan,” ujar Carmelo Ezpeleta via motosan.

iklan iwb

Selain itu, Ezpeleta mengungkapkan bahwa jadwal MotoGP 2023 sudah ditentukan dan memiliki stabilitas regulasi. Regulasi yang berlaku nantinya tidak berubah, namun akan ada perubahan jika terkait dengan keamanan rider. Sedangkan untuk regulasi lainnya bisa berubah asalkan semua pihak menyetujuinya. Namun di lain hal, Ezpeleta mengaku bahwa dirinya tidak pernah melewatkan satu balapan pun di MotoGP…

“Kurang lebih, kami sudah memiliki kalender baru untuk MotoGP 2023 dan kami sekarang memiliki stabilitas regulasi. Secara teori tidak berubah kecuali untuk keamanan atau karena semua pihak setuju. Selain itu, aku tidak melewatkan satupun momen MotoGP. Aku ingat hampir setiap momen selama 30 tahun ini. Ada banyak kenangan, tetapi tidak pernah cukup. Aku melihat semua balapan dan yang penting adalah pembalapnya, agar olahraga kita lebih baik lagiā€ tutup Carmelo Ezpeleta….(RA iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

17 COMMENTS

  1. Hapus aza wingletnya…balapan akan lbih keren kalo bwntuk motor jg keren kek zaman dulu… Takut amat ama ducati, toh die jg kg jurdun jurdun sbg pelopor nya

    • Menurut saya winglet tetap ada gpp dibikin makin gila sekalian, tapi balikin lagi ecu sama software inhouse biar setimpal gitu

      • Winglet + Magneti..
        Duit habis di wind tunel..
        vs
        Look standar + ecu inhouse..
        Duit habis di software..

  2. Maklum lah apapun dan siapapun yg sering kalah dalam kejuaraan pasti ada saja celah untuk protes dsb..tidak hanya H..mgkn jg D ..S..A..Y…K

  3. Halaah honda sa aje lu… Lu ngomong gitu karena ngampas terus. Coba kalo d atas angin, mana peduli lu sama yg lainnya.. šŸ¤£

  4. Uda dia yg gak bisa bersaing , malah pakek alasan ini itu.. pantesan ngebeha ngetek ke neng april

  5. Mestinya Repsol malah gasspoll SDM nya biar lebih kompetitif,, bukan malah curhat yang aneh2.. Secara bujet dana ada,, malah lebih gede timbang Duc atau KTM.. Manajemennya kudu diospek ulang nih kayaknya

  6. Ya si RHT kan sudah lama ga menang soalnya. Coba kalau menang terus paling ya diam.

    Justru menurut saya semakin kesini semakin seru, karena ECU Software sudah 1 supplier dari MM, dan ada batasan2 lain yang membuat semua tim sama tinggal setting motor dan skill pembalap.

    Dan adil buat tim satelit, krn sudah hampir bisa menyamai tim pabrikan

  7. Klo di balikin ecu inhouse pasti pada bubar peserta yg lain, tinggal Yahama vs Honda, ha ha ha Ducati gak sanggup pak deee

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama