Iwanbanaran.com – Cakkk…akhirnya terucap juga sebuah pernyataan yang menarik dari pembalap Ducati. Memiliki keunggulan top speed atau power terbesar ternyata bukan utama. Hal itu diakui Pecco yang memberikan kesimpulan kemedia secara lugas kondisi dilapangan. ” Yamaha membuktikan top speed bukan segalanya ” seru Pecco !!

Sepertinya Pecco mulai memiliki opini berbeda gara-gara performa Fabio yang tak tersentuh. Menurut Bagnaia, motor MotoGP yang sempurna adalah yang bisa memadukan performa top speed Ducati dengan handling Yamaha. Pecco sendiri kini mengakui dan mengatakan secara lugas jika boleh memilih…doi ingin fokus ke handling motor ketimbang top-speed. Secara umum performa Pecco sangat bagus saat test Catalunya diluar race yang membuat doi menelan pil pahit akibat disikat Nakagami. Pecco mengisi terkencang kedua hanya berjarak 0,004 detik Fabio Quartararo yang memimpin tes….

“ Aku ngetes beberapa item berbeda dan yang terbesar adalah fairing. Sejauh ini Fairingnya bekerja dengan baik. Aku cukup senang dengan responnya, tapi itu hanya test sementara. Aku tidak tahu apakah kita akan menggunakannnya nanti. Fairing tersebut dapat membantu kami untuk tidak kehilangan terlalu banyak handling, tetapi tetap memiliki top speed yang baik. Jadi sesuatu yang bisa membantu….” seru Pecco. Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah…kenapa di Catalunya Pecco kabarnya mengurangi top speed Ducati GP22 ?

iklan iwb

“ Karena aku berpikir bahwa tahun ini aku lebih memilih untuk memiliki top speed lebih rendah tetapi handling meningkat. Itu yang utama sekarang, Yamaha adalah contoh sempurna untuk itu. Saat ini mereka [Yamaha] memiliki handling lebih dan kami juga dapat melihat dengan jelas bahwa kecepatan tertinggi bukanlah segalanya. Tahun ini kami telah banyak berkembang [tetapi] kami masih membutuhkan lebih banyak grip seperti yang dimiliki Yamaha, jadi kami sedang mengusahakannya…” seru Pecco…

Jadi kedua pembalap Fabio dan Pecco berbeda opini cak. Saat Bagnaia siap mengorbankan sebagian top-speed Desmosedici untuk membuat handling motor lebih baik, Quartararo justru mendesak Yamaha untuk meningkatkan top-speed YZR-M1 2023. Tapi yang jelas dari keterangan Pecco bisa kita simpulkan……top speed tinggi masuk tikungan sulit sedang top speed sedang seperti M1, masuk ditikungan lebih mudah. Pilih mana hayoooo ? (iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

14 COMMENTS

  1. Balapan tidak melulu soal top speed. Handling, kelincahan sasis, grip dan tentunya mental pembalap itu sendiri.

    Prediksi saja tahun 2023 Top speed M1 akan naik tapi gak sampai 10km/h. Paling tinggi 8km/h

  2. Liat tuh
    Motor lemot pemimpin klasemen
    Motor kenceng papan tengah
    Motor bobrok paling bawah klasemen 🤣😂🤣😂, spek ngojek dipake balapan ya gitu jatoh mulu awoakaok

    • Parabeha mah selalu bacot apapun artikelnya, contoh yg diatas yg gambarnya motor tikus got berias lampu pasar malam menjadikan mata berkunang2..

  3. Lha iyalah….yng menang balapan yng muterin sirkuit paling cepet.bukan yng paling cepet di trek lurus.

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama