Iwanbanaran.com – Caakkk… Pada tes Barcelona Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) keluar sebagai yang tercepat cak. Doi terus memimpin selama tes berlangsung dan bahkan Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) yang lap time-nya beda tipis belum mampu mengalahkan Fabio. Pada tes tersebut, Quartararo mengaku banyak melakukan percobaan untuk mengail power motor…

“Aku tidak punya hal yang sangat penting untuk dibuktikan. Aku punya swingarm yang sudah digunakan di Jerez dan aku melakukan perbandingan dengan dua set ban, dan ternyata aku butuh waktu lama untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Kemudian aku mencoba pemetaan baru untuk menemukan sedikit lebih banyak tenaga, beberapa ban Michelin baru dan penyesuaian baru,” ujar Fabio Quartararo via motosan. Yamaha membawa fairing baru agar motor mampu lebih cepat di trek lurus. Namun ternyata, fairing tersebut tidak memberikan dampak signifikan dan Quartararo memilih menggunakan fairing yang lama…

“Aku tidak akan menggunakan paket aerodinamis yang baru, aku akan melanjutkan dengan fairing standar. Meski dari luar terlihat seperti perubahan yang sangat kecil, tapi pada motor perbedaannya sangat mencolok dan membuatku merasa aneh. Dari hari Minggu di Mugello aku memutuskan untuk kembali ke standar, dan pada akhirnya lebih baik. Tujuan dari fairing baru adalah untuk meningkatkan kecepatan tertinggi di trek lurus, kami hanya meningkat 1 km/jam dan kehilangan banyak kecepatan di tikungan. Itu sebabnya, aku memutuskan untuk menggunakan yang standar,” tambahnya…

iklan iwb

Selain itu, saat ini Quartararo meyakini bahwa Yamaha tengah meracik mesin baru yang lebih powerfull untuk musim depan. Namun dibalik itu semua, doi menuturkan bahwa hal terpenting bagi pembalap yakni semangat dan kekuatan dalam diri masing-masing rider…

“Aku selalu ngepush, dan sekarang dengan lebih banyak semangat dan kekuatan, aku yakin mereka bekerja keras pada mesin baru untuk 2023. Aku selalu mengatakan hal yang sama, tetapi karena itu kebenarannya, jika kamu melakukan segalanya dengan sempurna, kamu bisa menang. Tetapi ketika kamu berada dalam situasi sulit, kekuatan dalam diri yang mengubah karirmu. Aku ingat Bagnaia pada balapan pertama di Portimao tahun lalu, dia berada di urutan ke-11 di grid dan dia menyelesaikan balapan di urutan ke-2. Tentu saja aku sangat cepat, tetapi ketika hal serupa terjadi padaku di balapan kedua, aku berada di urutan ke-6 atau ke-7, aku tidak bisa menyalip, bahkan jika aku memiliki kecepatan untuk memperjuangkan kemenangan dengan Pecco. Itu sebabnya, kekuatan dalam diri adalah hal yang paling penting dan aku tidak memikirkan hal lain,“ tutup Fabio Quartararo….(RA iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

12 COMMENTS

  1. Masih cinta dengan ram air smile M1 era lorenzo-rossi, kok aneh ya dipake ducati, knp yamaha ga protes

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama