Iwanbanaran.com – Cakkk…..merenung cukup dalam IWB ketika membaca berita wacana perihal akan diberlakukannya kebijakan untuk membatasi pembelian Pertalite. Kebijakan yang didorong agar penggunaan Pertalite ditekan karena alasan subsidi. Beberapa opsi ditempuh guna memuluskan rencana tsb. Salah satunya adalah wacana pembeli Pertalite harus download aplikasi MyPertamina…lalu registrasi baru bisa beli Pertalite. Hmmm….apakah efisien ?

Gonjang-ganjing harga minyak naik membuat BBM terkerek sudah menjadi santapan kita dalam setengah tahun terakhir cak. Kondisi yang memaksa Pertamina menaikkan harga Pertamax dari 9000-an menjadi 12.500 sukses membuat semua terhenyak. Memang sangat terasa cak…contohnya IWB. Biasa ngisi Pertamax 200 ribu dapat 22 liter…kini hanya 16 liter. Gapnya sampai 6 liter jika ngisi 200 ribu dan 12 liter jika ngisi 400 ribu. Asli terasa cak…iki jiann nampol tenan rasane. Apakah kepikiran beralih ke Pertalite ?

Jelas memang sangat menggoda cak. Sampeyan bayangin aja…jika 200 ribu Pertamax hanya dapat 16 liter….dengan bensin Pertalite sampeyan sudah mendapatkan sekitar 26 liter….jauhhh banget bedanya. Tapi Alhamdulillah IWB sendiri tetap tidak mau turun menggunakan Pertalite karena paham betul pentingnya BBM untuk mesin dan pembakaran. Dan alhamdulillah IWB diberikan rejeki lebih yang tidak terlalu memberatkan keuangan pribadi. Namun apakah diluar sana sama dengan IWB ?

iklan iwb

Itulah masalahnya. Buanyaakkk pelaku usaha dijalanan seperti Grab dan Gojek yang menggantungkan pendapatannya dari sana. Mereka-mereka tidak perduli terhadap dampak mesin namun mereka hanya berpikir bagaimana bisa menghemat. Mereka-mereka yang harus menghitung betul pemasukan dan pengeluaran dengan teliti. Sebab mayoritas owner Grab rata-rata masih kredit dan mengandalkan pendapatannya dijalanan untuk biaya angsuran. Motorpun demikian cak….pendapatan mereka nggak seberapa ditengah jumlah armada yang sekarang sudah kayak lebah. Persaingan luar biasa yang membuat seribu perakpun sangat berharga….

IWB berharap semua wacana berjalan dengan baik. Ditengah kondisi naiknya komsumsi BBM Pertalite sebanyak 25 % akibat melejitnya harga Pertamax, pemerintah memang harus berpikir keras mencari solusi. Dan sekarang wacana menyeruak untuk menekan komsumsi BBM Pertalite agar tepat sasaran. Salah satunya adalah kewajiban bagi pengguna nantinya untuk mendownload aplikasi MyPertamina…yang nantinya harus registrasi jika ingin menggunakan Pertalite….

“Kita akan mengoptimalkan pemakaian My Pertamina dalam transaksi BBM subsidi. Jadi semua konsumen penerima subsidi perlu register dan bisa membeli BBM subsidi di SPBU. Sistem masih difinalisasi, kemudian disosialisasikan dulu. Ada juga opsi kita menggunakan QR code sehingga lebih cepat dan aman” ujar nggota Komite BPH Migas, Saleh Abdurrahman via CNBC, Jumat (27/5/2022). Ditempat terpisah penggodokan wacana ini sedang didorong lewat revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM)….

“Benar, kami sedang memproses revisi Perpres 191/2014, khususnya yang terkait dengan konsumen pengguna, agar BBM bersubsidi bisa lebih tepat sasaran. Nanti akan diikuti dengan petunjuk teknisnya,” ungkap Kepala BPH Migas, Erika Retnowati. Yang menarik cak berkali-kali diberitakan target pelarangan BBM Pertalite subsidi adalah mobil mewah. Disini memang rada ambigu cak karena klasifikasi yang disebut mobil mewah ini masih belum jelas. Soale kalau mobil mewah pakde…sekarangpun pasti nggak pakai Pertalite lawong minimal Ron yang disarankan pabrikan minimal RON 95. Makanya kudu dijabarkan dengan jelas biar tidak terjadi debat adu sariawan antara pemilik kendaraan dengan petugas POM bensin. Soale kasihan petugas SPBU tuh nanti…

Last….apapun keputusan dan wacana serta rencananya kita sebagai wong cilik tetap mengikuti. Namun jangan sampai dilapangan malah ruwet mengingat jika dipaksakan membeli Pertalite kudu menggunakan aplikasi MyPertamina, bisa IWB bayangkan kayak apa jadinya nanti. Lawong koneksi internet dipelosok seringkali susah cak…apalagi didaerah terpencil pegunungan, iso darah tinggi penduduknya karena nggak bisa ngisi Pertalite gara-gara koneksi Aplikasi bermasalah xixixi. Btw…informasinya finalisasi penggodokan wacana ini termasuk pengetatan BBM solar akan diputuskan dalam 2-3 bulan terakhir. Majulah Indonesia dan semoga semakin juozz gandozzz !! (iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

33 COMMENTS

  1. Lah katanya ngisi bensin di pom gak boleh make kamera , gak boleh sambil nelpon ini malah mo nyecan qr di aplikasi … Lha wong gak pake scan aja ngantrinya kaya ular naga panjang ini nambah scan aplikasi . Mbok nek kerja itu mikir fong jangan cm kerja kerja dan kerja tp gk mikir

    • scannya diarahkan beberapa meter dari tempat ngisinya kok, katanya sih jarak aman, jadi ga masalah.
      disurabaya malah sebagian SPBU khusus MOTOR kalo ngisi pertalite, ngisinya mandiri, jadi kita cuma kasih uang aja ke petugasnya…

    • udah pernah dibahas di internal kuda laut, sejatinya pake hape di area spbu itu tidak terbukti berbahaya secara ilmiah. referensi internasional jg demikian. Pelarangan HP di spbu ini sebenernya upaya preventif dari dulu aja biar gak kenapa2, yg mana sekarang udah makin diabaikan seiring adanya bayar lewat My Pertamina

  2. Alhamdulillah sy msih setia pakai HONDA terkenal iritnya cak……
    Jd kenaikan bbm gk begitu terasa di kantong
    Kepengen irit bbm pakai HONDA…….

  3. klo saya jujur harga bbm mepengaruhi ekonomi saya.apalagi di tengah melambungnya harga bahan pangan saat ini cak..motor saya tdnya pertamax turun ke pertalite.tdnya mobil untuk belanja bahan produksi saya alihkan pakai motor cak.

    • benar.
      ketika pemerintah mendadak menaikkan harga BBM di awal tahun 2015 lalu, kondisi ekonomi Indonesia waktu itu langsung drop, dan tidak pernah recover sampai sekarang ..

  4. Negara maju yg BBM RONnya diatas kita tp harga lebih murah (khusus pertalite).. belinya gak seribet dimari…
    Oia.. ingat slogan nasional “kalo bisa dipersulit,buat apa dipermudah”

    • negara maju udah gak mikir pembangunan banget2 tinggal nikmatin hasil, negara kita skrg yg pling gencar apa kalau bukan proyek dan pembangunan, dan itu semua butuh biaya ga sedikit, logikanya pemerintah drpada uang habis dibakar untuk subsidi lebih baik untuk membangun yg hasilnya juga kita sendiri yg akan nikmati suatu saat kelak kalau jd negara maju.

  5. Yang Gak Suka Dengan Kebijakan Pemerintah yg akan diterapkan ini silahkan Minggat dari indonesia

    • Lha aku tertib mbayar pajak kok disuruh minggat…

      Anda bisa membedakan antara pemerintah dan negara tidak?

    • Anda siapa nyuruh minggat?! Pajak kita bayar semua kayak jaman penjajahan, pemerintahannya aja yg goblok penginnya untung terus ngeruk duit rakyat.

      Indonesia itu negeri yg indah, tapi sungguh bobrok pemerintahannya

  6. Tinggal diliat aja beaok klo jd dibatasin PASTI TERJADI KELANGKAAN PERTALITE dan kalian terpaksa mau gak mau beli pertamax… Kemarin drama minyak goreng udah sukses sekarang hiliran pertalite.. besok gas melon berikutnya listrik ..

    Bookmark screenshot klo masih gk percaya.

    • haha…yg diutik2 utik cuman subsidi bro…kalau ga disubsidi yah ga bakalan di utik2 kayak listrik…aman aman listrik itu,

  7. nih ide saya, kendaraan plat hitam tahun 2020 ke bawah boleh pake pertalite sisanya g boleh, toh lgcc juga harus pake pertamax kan, otor juga sama 2017 keatas wajib peetamax, ato gogojekan langsung plat kuning, kan pajak kendaraan juga lebih murah, cuma puluhan ribu pertahun jadinya vs ratusan ribu or jutaan klo plat item

  8. Definisi mobil mewah gampang cak…misal mobil di atas 1500cc karena mobil mewah 1500cc jelas tidak ada. Atau mungkin harga,misal harga jual lebih dari 400jt

  9. Wah klo pertalite dibatesi, org2 pada pindah pertamax.. antri panjang lg. Pdhal skrg dispenser pertamax lumayan cepet dan sepi.. wkwkwk..

  10. MyPertamina jelek, harus bayar pake LinkAja. Padahal LinkAja nya aja udah mau bangkrut, habis layoff besar-besaran, gamungkin percaya buat simpen duit di perusahaan mau bangkrut

    • Kenapa @pertamina tak naikkan saja harga jual pertalite tapi tetap dgn cara jual seperti biasa? Kenaikan 100-200 rupiah per liter dari sisi konsumen tidak signifikan, tapi dari sisi Pertamina akan signifikan.

  11. Gak semua orang bisa mengaplikasikannya, terutama yg sepuh2. Simple aja menurut saya, minta keterangan tidak mampu terus nunjukin kartu atau motornya dikasih stiker bahwa user tersebut berhak membeli pertalite

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama