iklan iwb

Iwanbanaran.com – Caakkk… Pengamat kondang MotoGP, Carlo Pernat telah menganalisis situasi di MotoGP dan doi menyoroti Yamaha dengan ridernya utamanya, Fabio Quartararo. Pernat menuturkan bahwa Yamaha masih memiliki Quartararo yang mampu memaksimalkan potensi M1 dengan segala kekurangannya. Yup, Yamaha memang masih terselamatkan oleh Quartararo mengingat rider lainnya belum mampu bersaing di barisan depan dengan mesin M1. Dan seperti yang kita tahu, rider asal Prancis tersebut sukses meraih gelar juara dunia dengan motor Yamaha pada musim lalu…

Di sisi lain kangbro, Carlo Pernat mengatakan dengan lugas bahwa Quartararo mampu meraih titel MotoGP bahkan dengan motor yang lebih buruk dari Ducati. Meski begitu, doi memperingatkan Yamaha bahwa motor mereka tidak cocok di dua sirkuit, yakni Mugello dan Barcelona. Menilik kondisi saat ini, Pernat menuturkan bahwa Yamaha lebih fokus pada Quartararo, sedangkan rider Yamaha lainnya tidak begitu diperhatikan cak. Dengan begitu, semua pengembangan motor lebih berfokus pada Quartararo cak…

“Yamaha punya Fabio Quartararo yang telah terbukti menjadi juara dunia MotoGP bahkan dengan motor yang lebih buruk dari Ducati. Namun kini, ada dua trek yang tidak cocok untuk Yamaha, yakni Mugello dan Barcelona. Yamaha sekarang lebih fokus pada Quartararo, dan sepertinya mereka tidak terlalu memperhatikan Morbidelli, Dovizioso, dan Darryn Binder. Sedangkan KTM terus terang memiliki masalah di mana-mana, dengan dua pebalap yang tidak akan memenangkan gelar juara dunia MotoGP, itu memalukan,” ujar Carlo Pernat via motosan. Saat ini, Quartararo memang menjadi rider terbaik Yamaha mengingat Lin Jarvis juga mengakui, performa M1 bagus berkat Fabio yang mampu memaksimalkan potensi motornya…

iklan iwb

“Di bawah kondisi teknis yang sulit, kami telah mencapai kesuksesan yang cukup besar. Dan itu berkat Fabio, karena dia mampu sepenuhnya memanfaatkan potensi M1. Selain itu, di Mugello dan Catalunya kami harus mengalahkan Ducati dan Suzuki. Tapi, pada tahun lalu kami masih cepat di Barcelona. Fabio bertarung dengan Oliveira untuk kemenangan di sana, dia berada di urutan kedua, lalu insiden resleting terjadi dan akhirnya dia turun ke posisi 6. Selain itu, performa Fabio juga bagus di Sachsenring dan berhasil finis ketiga. Lalu dia berhasil menjuarai balapan di Assen. Pada musim ini, pasti ada sirkuit lain yang bagus untuk kami termasuk trek Silverstone,” jelas Lin Jarvis….(RA IWB)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

5 COMMENTS

  1. Sejak 2019 taro udh kencang walaupun pake M1 satelit…bahkan Rossi – Vinales – Franco dibikin bingung…
    Karena taro adalah satu2 nya pembalap MotoGP yg gak pernah ngeluh soal grip ban….paham ya cakkk..

  2. Sekarang justru rider honda yg tdk mampu mengoptimalkan kelbihan RCV dg segala kekurangannya, marquest sdh tdk seperti dulu lg

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama