Iwanbanaran.com – Caakkk… Perlu diketahui, komisi keselamatan MotoGP menggelar pertemuan pada MotoGP Le Mans dan dihadiri oleh CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta. Menariknya cak, pertemuan tersebut membahas tentang nilai kontrak rider MotoGP yang memiliki nilai rendah. Dengan begitu, Paco Sanchez selaku manajer Joan Mir menuturkan bahwa rider MotoGP harus memiliki gaji pokok minimum yang telah ditentukan. Doi menuturkan hal tersebut harus dipenuhi karena rider mempertaruhkan nyawanya dalam balapan. Bukan tanpa sebab cak, nilai kontrak rendah menjadi jalan keluar mengingat terjadinya krisis finansial akibat pandemi dan konflik antara Rusia dan Ukraina…

“Ini adalah bisnis besar. Bagiku, ini seperti tenis dan sepak bola serta olahraga besar lainnya, bagian dari bisnis ini mengarah kepada orang-orang yang menjadi bintang (pembalap) di bisnis ini. Pembalap MotoGP adalah bintang dunia ini. Jadi, menurutku, mereka pantas. Aku tidak tahu apakah Dorna, pabrikan, atau seseorang perlu membayar gaji minimum. Aku tidak bilang mereka dibayar sebesar gaji Marc Marquez, tetapi gaji pokok minimum itu perlu karena mereka mempertaruhkan nyawa mereka. Kadang-kadang kita lupa, tetapi mereka bermain-main dengan hidup mereka. Bahkan beberapa pembalap muda mau menandatangani kontrak dengan nilai 100 ribu Euro (Rp1,5 miliar) atau tidak dibayar sama sekali,” ujar Paco Sanchez via motorsport.

Selain itu, Pol Espargaro (Repsol Honda Team) juga menyetujui perlunya gaji pokok minimum bagi rider MotoGP mengingat hal ini sangat penting bagi rider di tim satelit. Doi juga membeberkan cak betapa pentingnya perlindungan terhadap rider MotoGP…

iklan iwb

“Kami baru saja berbicara tentang gaji minimum dan tim pabrikan tidak terpengaruh dengan hal ini. Semua pembalap pabrikan berada di luar ranah ini. Tapi di tim satelit, para pembalap sama-sama mempertaruhkan nyawa mereka atau bahkan lebih dibandingkan rider pabrikan. Jadi, kamu harus memiliki rasa hormat…

“Dan semua orang cukup marah dalam Komisi Keselamatan atas apa yang terjadi di Moto2, dengan satu pembalap dipecat. Sepertinya kami tidak terlindungi. Jika kamu menyelesaikan kontrak dengan tim kamu saat ini, kamu tidak dapat pergi ke yang lain jika masih terikat kontrak. Tetapi, tim dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan. Tidak adil. Wajar jika tim memiliki asosiasi yang melindungi mereka. Namun, kami merasa tidak terlindungi. Jadi, itu tidak adil,” papar Pol Espargaro….(RA iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

9 COMMENTS

  1. Wkwkwkwkwkkkkk…..kalau riders jadi PNS gak bakalan ada penurunan. Wkwkwkwkwkkkkk berdoa saja yuk beibbz

  2. Memang sepertinya para pembalap memerlukan SP (Serikat Pembalap) untuk menyuarakan aspirasi antar pebalap khususnya masalah pendapatan. agar tidak ada yang saling dirugikan

  3. take it or leave it
    iku nek nang kene pas njaluk munggah gaji.
    kira2 di motojipi ya mirip, kayak Dovi pas minta naik gaji sama Ducati, gak di ACC ya resign …malah Saiki main di tim gurem

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama