Iwanbanaran.com – Caakkk… Veteran rider MotoGP, Andrea Dovizioso (WithU Yamaha RNF MotoGP Team) mengaku kecewa dengan hasil MotoGP Le Mans mengingat doi finis di posisi ke-16 cak. Bukan hanya dengan hasilnya, doi juga merasa kecewa karena motor Yamaha tidak sesuai dengan gaya balapnya kangbro…

“Aku sangat kecewa, aku mengharapkan hasil terbaik pada race Le Mans. Namun hasil mengecewakan itu menegaskan bahwa motor tidak sesuai dengan gaya balapku. Saat ini aku tidak dapat mengubahnya, aku sangat menyesal dan kecewa. Kami akan ke seri berikutnya di Mugello dan kami akan melihat apa yang bisa dilakukan. Kamu wajib balapan dengan cara tertentu. Jika tidak, maka tidak akan berhasil. Jika kamu melihat semua balapanku musim ini, aku tidak pernah balapan seperti ini. Terlepas dari motor yang dimiliki. Dan aku selalu cepat dengan caraku sendiri. Tentu saja, kamu mencoba sedikit beradaptasi, tetapi gaya balap tidak pernah berubah”, ujar Andrea Dovizioso via motosan.

Meski begitu, doi mengungkapkan bahwa performa Yamaha YZR-M1 bagus di beberapa aspek. Doi juga memuji Fabio Quartararo karena satu-satunya rider yang mampu menggeber M1 dengan cepat. Bahkan meniru gaya balap Quartararo efektif cak untuk bisa cepat di tikungan… “Motor Yamaha sangat bagus di beberapa aspek, seperti yang ditunjukkan Fabio dengan hal-hal yang luar biasa, dan dia satu-satunya yang bisa cepat dengan motor ini. Jika kamu tidak balapan sepertinya, maka kamu tidak akan cepat saat memasuki tikungan,” tambahnya.

iklan iwb

Dovizioso menuturkan secara tersirat bahwa pengembangan Yamaha sekarang mengacu pada rider tercepatnya, Fabio Quartararo. Sedangkan rider lainnya harus berjuang keras untuk mencapai hasil maksimal. Oleh karena itu cak, doi menilai Yamaha mirip dengan Honda yang menjadikan Marc Marquez sebagai fokus pengembangan motor… “Aku pikir Yamaha berada dalam posisi yang sangat baik karena juara tahun lalu, mereka memimpin klasemen sementara musim ini. Selain itu, mereka berada dalam situasi yang sangat mirip dengan Marc Marquez dengan Honda selama enam tahun terakhir,” tutup Andrea Dovizioso kecewa. So…apakah Dovi menyesal gabung dengan Yamaha ? hanya doi yang tahu cak….amsyong wisss (RA iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

4 COMMENTS

  1. Sebenarnya dovi bisa di bikin kencang motornya..tapi emang gt skenarionya..biar dovi pensiun dan di gantiboembalap muda yang fresh dan gaji yg lebih rendah..

  2. Mbok yo Om Dovi aja sambat wae, awal musim sampe test sesi motor wis ngerti pro n con M1 sing ditunggi, minimal udah punya opsi2 n mitigasi sing hrs dilakukan utamanya utk riding style yg mesti sampeyan ubah di atas M1 supaya minimal bisa bersaing dilevel sampeyan as it is. Trus ikhtiar Cak Dovi

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama