Iwanbanaran.com – Cakkkk….setelah merasakan secara teliti karakter dan kekuatan generasi terbaru RC213V, Marquez akhirnya memberikan analisa serta pendapatnya kenapa mereka sangat sulit bangkit pada sirkuit kecil dan pendek. Tidak seperti Qatar, Marc menegaskan bahwa gen terbaru ternyata tidak memberikan feeling bagus diarea front end. Itulah kenapa ketika dia mencoba untuk ngepush, hasilnya langsung crash. ” Honda kesulitan dengan trek sempit dan pendek..” tukas Marc. Waaahh mumettt cakk…

Marc yang tampak sangat kesulitan secara blak-blakan menjabarkan poin penting kendala yang dialami doi….

“ Semakin jelas dan dan lebih mudah untuk mengakui [bahwa kami tidak memiliki kecepatan sabet podium]. Pada awalnya sulit dan kamu tidak mau mengakuinya. Tetapi pada akhirnya, kamu harus mengakuinya. Karena setiap kali kamu mencoba untuk ngepush, mencoba mendekati para pebalap top, disaat itulah potensinya crash atau melakukan kesalahan terbuka. Kamu akan kesulitan karena dianggap over-riding…” seru Marc. Pembalap HRC ini menambahkan…

iklan iwb

“Hari ini prediksiku kami hanya bisa finis di peringkat 5, 6, 7 jika race bagus. Jika balapan tidak begitu bagus, atau startnya kurang sempurna, kami bisa finis di peringkat 9 atau 10 dan itu tidak mengejutkan kami. Memang benar itu bukan posisi yang aku suka, tapi kita masih harus bekerja keras. Sejak kami tiba di Eropa, dengan trek pendek, kecil, dan sempit, kami sedikit kesulitan….

“ Pada trek model ini kamu harus berbelok dengan cepat, dan banyak menggunakan akselerasi. Contohnya kami cepat di Qatar, di Mandalika, di Malaysia, tetapi pada trek banyak belokan sempit feel motor berbeda. Tapi di sini, kami perlu mengerem dengan keras dan berbelok dalam waktu singkat, di situlah kami kesulitan. Aku masih mencoba memahami bagaimana memecahkan masalah ini..” cetus Marc…

Tercepat keempat setelah tertinggal di belakang Fabio Quartararo pada FP3 Sabtu pagi, Marquez – seperti pebalap Honda – juga menemukan performa RCV terkuras ketika suhu meningkat….

Dipagi hari aku punya kecepatan. Aku bisa menorehkan lap time kisaran 1’31,9. Aku meraihnya dengan mudah. Tapi di sore hari saat FP4, feeling berubah. Aku mencoba di putaran kedua untuk membalap sendirian, mencoba menemukan cara berkendara dalam kondisi seperti itu, tetapi aku tidak mendapatkan feeling dan bahkan sempat crash. Kemudian di kualifikasi, aku kembali tersingkir. Kita lihat saja hari ini. Jika sedikit mendung, mungkin kami bisa memiliki kecepatan yang lebih baik, tetapi bukan kecepatan untuk menang atau memperebutkan podium. Ini adalah kecepatan untuk memperebutkan posisi 5, 6, 7. Jika aku beruntung, hujan sedikit turun dan segalanya akan lebih terbuka – untuk hasil [baik] atau crash, kamu tidak pernah tahu!” tutup Marc….(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

12 COMMENTS

    • Yah problemnya skrg dimotor ngab…
      Lihat dr posisi finish rider Honda, marq masih terbaik. Dpet motor dgn perbedaan konsep 180 derajat dr sblum2nya… Mmng menyulitkan… Pdhal tahun lalu saat baru pulih dr cidera Marc masih bisa sabet 3 kemenangan dan 1 kali runner up dgn spek motor 2020…

    • Loh … kan MM93 dibayar utk balapan, daripada kamu balapan cuma utk cari mati … 😂😆😂

  1. Indikator kemenangan:
    1. Motor bagus
    2. Pembalap hebat
    3. Mekanik handal

    Nomer berapa yang belum terpenuhi untuk menang……😅

  2. “Kalo gak bisa menang lebih baik pensiun ” kata kata markus sendiri yg sekrang kena ke dirinya sendiri 😂😂😂

  3. Mm yg hebat, honda dr dulu ya gitu2 saja, mesin V4 tp kenceng juga tdk, selalu kalah jenceng sama ducati, handling selalu kalah sama yamaha.. motor serba nanggung.. untung ada marquest, to semenjak cedera dia tdk akan kembali seperti dulu, sulit utk mengulang juara..

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama