Iwanbanaran.com – Caakkk… Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) akan memulai balapan dari grid empat dan doi mengaku memiliki kecepatan untuk membidik kemenangan. Menariknya cak, di FP3 Fabio melakukan gestur tos dengan Marc Marquez setelah rider Honda tersebut melancarkan aksi slipstream. Ternyata Quartararo senang karena telah membantu Marc Marquez dengan membiarkannya melakukan slipstream hingga masuk Q2…

“Aku senang membantu Marc Marquez di FP3. Rencanaku adalah melakukan lap terbaik di sesi itu dan ketika aku melihat Marc di belakangku (slipstream), aku dalam keadaan tidak 100% . Pada akhirnya, lebih baik Honda yang ada di belakangku daripada Ducati. Mungkin aku tidak akan melakukan hal yang sama dengan pembalap lain, tetapi dengan Marc aku membiarkannya melakukan apa yang dia inginkan,” ujar Fabio Quartararo via motosan.

Fabio Quartararo mengaku sempat marah pada akhir kualifikasi lalu merasa bahagia karena hasil kualifikasinya di row kedua. Doi mengaku sudah ngepush maksimal pada sesi kualifikasi cak…

iklan iwb

“Aku sempat marah pada akhir kualifikasi, tetapi dua menit kemudian aku benar-benar bahagia. Dalam klasifikasi aku tidak akan mengatakan bahwa kami kekurangan apapun. Pada dasarnya, kami memiliki kecepatan yang sama dengan yang kami miliki di balapan, jadi sulit untuk membuat perbedaan. Apa yang dilakukan saat kualifikasi adalah ngepush hingga mencapai batas. Kamu dapat melakukannya untuk satu putaran, tapi tidak mungkin dalam balapan yang berlangsung 27 lap. Aku cukup senang karena kami melakukan pekerjaan dengan baik,” tambahnya.

Pada balapan nanti, Quartararo berharap race akan digelar dengan trek kering meski doi mengaku percaya diri untuk balapan di trek basah. Yup, Quartararo ternyata membidik kemenangan cak pada race nanti… “Aku merasa percaya diri, baik dalam kondisi basah maupun kering. Aku berharap tidak hujan sekalipun dalam balapan. Aku memiliki ritme untuk berjuang meraih kemenangan karena aku tidak membuat kesalahan. Aku merasa senang karena menggunakan ban depan soft dan belakang medium. Tapi aku benar-benar tidak tahu harus memilih ban apa. Terakhir kali di Mandalika aku menjalani balapan yang hebat,” tutup Fabio Quartararo….(RA iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

35 COMMENTS

  1. Tapi kan terbukti gagal. Ducati tetap start 1-2. FBH mendadak berdamai dengan FBY krn dapet posisi start hibah buat Markezz….hihihi

  2. Sbenernya hal seperti itu justru menjatuhkan image Marquest n pabrikan yg di belanya,seolah ga ada yg bisa di lakukan lagi selain memanfaatkan pembalap lain yg di nilai lebih cepat hanya sekedar dapet lap time terbaik,DG kata lain memperkihatkan motornya lebih inferior dibanding yg di buntuti.

    • Tunggu aj suatu saat Quartararo pasti akan satu tim dg MM93 di repsol Honda
      Dia dah bosan dg mesin jadul yg terlemote di MotoGP
      MuuuuUUUuuuuehehehe…..

      • Quartararo ga mungkin naik celeng… dia tetep milih motor dg torsi gendeng.. ya M1.. wkwkk

  3. Cie mengenang masa lalu….
    Aku juga mau ikutan kejang masa lalu ah…
    Rossi 9x Margono 8 x…
    Masih dibawah kaki Rossi si Margono..

    Wkekkkkk

  4. Dulu pernah buat pernyataan lebih baik dirumah saja daripada gak kompetitif, skrg udah gak kompetitif sering melakukan slipstream knapa masih balapan aja

    • Gak kompetitip itu yg cumam bisa sunmorian bareng adeknya dibarisan belakang. Terbuang, ga kuat lagi nahan malu trus pensi

  5. Cieee…..cieeee…..cieeeeee……
    Ada yg ketakutan klo MM93 di MotoGP
    MuuuuUUUuuuuehehehe…..

  6. Honad ngahatjeung ngeliat FQ20. Ngilerrrr basah minta dilap tissue kek anak kost yang gua samperin di lowanu trus moved to keputran.

  7. Musuh dr musuhku adl temanku, prinsip yg logis bila Taro berpendapat seperti itu … lol

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama