Iwanbanaran.com – Caakkk… Terkait dengan tuduhan yang menghampiri Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) dan Jorge Martin (Pramac Racing) soal kecurangan tekanan ban. Piero Taramasso selaku Manajer Michelin angkat suara soal tuduhan tersebut cak. Penjelasannya tidak jauh berbeda dengan apa yang dirunutkan Gigi Dall’igna saat melakukan pembelaan pada Ducati cak. Piero menjelaskan secara rinci tentang data pembalap hingga perbedaan sensor tekanan ban yang tersemat pada masing-masing motor tim MotoGP…

“Data ini nyata namun harus dijelaskan. Michelin memasok ban ke semua tim MotoGP dan kami menunjukkan tekanan minimumnya. Tahun ini, MSMA, IRTA dan Dorna memutuskan untuk bekerja sama untuk mengetahui data seluruh pembalap, ini dilakukan untuk memahami bagaimana sistem bekerja dan kemudian menerapkannya…

“Tim yang berbeda menggunakan sensor yang berbeda, ada yang menggunakan sensor McLaren, beberapa tim menggunakan sensor LDL dan 2D. Cara kerja sensor tersebut berbeda dan datanya terbuka, jadi siapa pun dapat mengubah data itu. Berbeda dengan yang terjadi di Moto2 dan MotoE. Sekarang kami bekerja dengan kepercayaan, tim tahu nilai apa yang harus dihormati dan mereka juga tahu bahwa mereka tidak bisa bermain dengan tekanan ban karena konsekuensinya bisa sangat fatal. Tidak ada yang berani balapan dengan tekanan lebih rendah dari yang tentukan,” ujar Piero Taramasso via motosan.

iklan iwb

Piero juga mengungkapkan dengan gamblang bahwa pengurangan tekanan ban belum tentu meningkatkan performa motor meski di beberapa waktu memberikan keuntungan bagi pembalap. Selain itu, doi membeberkan bahayanya jika menurunkan tekanan ban karena dapat menyebabkan ban pecah…

“Sejujurnya, dengan tekanan ban lebih rendah belum tentu bisa meningkatkan performa motor, karena tidak matematis. Di beberapa kesempatan memang bisa membantu tapi juga bisa merugikan, dan itu tidak pasti. Di MotoGP tidak ada yang bermain dengan tekanan ban, semua orang mencoba untuk menghormati nilai minimum dan mereka tahu bahwa menurunkan tekanan ban terlalu banyak juga bisa menyebabkan ban pecah,” tutup Piero Taramasso selaku Manajer Michelin….(RA iwb)

 

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

10 COMMENTS

  1. Sampai kapanpun mi celor itu akan selalu lebih penting daripada michelin. Karena mi celor gak ada yg konspirasi.

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama