Iwanbanaran.com – Caakkk… Baru-baru ini tudingan menghampiri Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) yang diduga melakukan kecurangan dalam balapan Jerez beberapa waktu lalu. Dugaan kecurangan dilayangkan karena adanya penggunaan tekanan angin ban yang melebihi batas sehingga tidak sesuai dengan regulasi MSMA (Motor Sport Manufacturer Association). Laaahhhhhh opo ikii ??…

Tuduhan tersebut makin membesar cak mengingat terus dibahas oleh motorsportmagazine, dan tidak hanya pada Bagnaia, namun Jorge Martin pun dituduh dengan masalah serupa. Karena berita makin melebar, Bos Ducati Gigi Dall’igna membeberkan pembelaan dari tuduhan tersebut. Doi mengakui bahwa memang ada regulasi tentang peraturan tekanan ban. Namun di lain hal, ia menjelaskan bahwa sensor pada setiap motor berbeda sehingga memiliki akurasi berbeda…

“Regulasi telah memberikan tekanan minimum, tetapi kamu harus memikirkan bagaimana mengontrolnya. Karena saat ini pabrikan menggunakan sensor yang berbeda, yang berarti masing-masing akurasinya juga berbeda. Kami tidak berbicara tentang kecurangan, tetapi tentang fakta bahwa kontrol tekanan ban tidak bekerja dengan cara yang sama untuk setiap motor,” ujar Gigi Dall’igna via motosan.

iklan iwb

Lebih lanjut, Gigi Dall’igna menjelaskan pengambilan data tekanan ban tidak dilindungi, sehingga memungkinkan orang lain untuk mengubah data tersebut cak. Doi meyakini bahwa Ducati tidak melakukannya dan mungkin ada orang lain yang sengaja mengubahnya. Meski punya dugaan tersebut, namun Gigi Dall’igna tidak mengesampingkan kemungkinan lain yakni dari segi kesalahan sistem. Terkait dengan perubahan data, doi meyakini hal tersebut sudah ada yang melakukannya sejak race sebelumnya cak…

“Saat ini, metode pengambilan data tidak dilindungi, sehingga memungkinkan siapapun untuk mengubahnya. Ducati tidak melakukannya dan aku tidak dapat mengesampingkan orang lain yang melakukannya. Seseorang mengubah data ini agar terlihat benar padahal bukan data yang sebenarnya. Setiap sistem memiliki kesalahan pengukuran, jadi apa yang tampak sebagai nilai dalam peraturan mungkin tidak benar-benar ada. Seperti dalam kasus kamera kecepatan, pengukuran sederhana tidak otentik dan kesalahan bisa terjadi. Pada balapan sebelumnya hal ini pasti terjadi karena kami membagikan data tersebut. Tapi aku tidak ingin menempatkan diriku dengan mereka yang membuat keributan ini, aku juga tidak akan menyebutkan nama,” tutup Gigi Dall’igna….(RA iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

3 COMMENTS

  1. Jurdun Lagi Hanyalah Mimpi..wkwkwk

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama