Iwanbanaran.com – Caakkk… Berbeda dengan tim satelit yang hanya menghabiskan dana hingga ratusan milyar saja, namun untuk tim factory MotoGP bisa menelan biaya hingga triliunan cak. Perlu diketahui, biaya terbesar yang dikeluarkan tim factory MotoGP yakni untuk menggaji ridernya, apalagi rider favorit seperti Marc Marquez (Repsol Honda Team) yang pada musim lalu menerima gaji dari Honda sebesar USD 17-20 juta/tahun atau jika dirupiahkan sekitar 244 hingga 288 Milyar rupiah…

Bukan hanya untuk menggaji pembalap, tim factory juga harus membayar para staff yang rata-rata berjumlah 50 orang di setiap race-nya. Sementara itu, harga mesin MotoGP berada di angka 200.000 Euro atau sekitar 3 milyar hingga 250.000 Euro atau sekitar 3,8 milyar. Banderol tersebut untuk harga satu mesin cak, sedangkan tiap rider punya 7-9 mesin dan rata-rata tim mengandalkan dua orang rider. Tentu biaya membengkak dengan banyaknya jumlah rider dan jumlah mesin yang dicangkokkan pada motor. Sedangkan untuk full satu motor membutuhkan biaya hingga 30 milyar (2 juta Euro) per motornya. Biaya tersebut bisa lebih mahal lagi khususnya untuk RC213V Marc Marquez yang memiliki nilai hingga 45 milyar.

Kontribusi biaya yang lumayan besar datang dari sistem pengereman yang membutuhkan tiga pasang kaliper (kanan dan kiri), 10 discbrake karbon, 28 kampas rem. Perintilan untuk sistem pengereman tersebut menelan biaya hingga 70 ribu Euro atau sekitar satu milyar. Selain itu cak, material yang digunakan untuk bodywork motor dihitung per kilogram. Untuk material karbon harganya 20 Euro/kg dan magnesium 4000 Euro atau sekitar 61 jutaan. Kemudian pada sektor elektronik memakan biaya hingga 100 ribu Euro atau sekitar 1,5 milyar kangbro.

iklan iwb

Selain itu, biaya tim factory MotoGP bisa membengkak jika rider mengalami crash parah yang menyebabkan banyak perbaikan suku cadang motor. Misalnya, benturan tidak begitu keras bisa menelan biaya perbaikan dari 15.000 Euro hingga 20.000 Euro (300 jutaan). Biaya tersebut harus dikeluarkan untuk memperbaiki roda, rem cakram, suspensi, radiator, dan sensor. Namun biaya bisa merangkak naik hingga setengah juta Euro (sekitar 7 milyar) jika pabrikan harus memperbaiki komponen krusial lainnya seperti, swingarm, sasis, elektronik, tangki bahan bakar, atau mesin. Masih banyak biaya lainnya yang harus dikeluarkan. Dengan begitu, tentu tim factory MotoGP harus menggelontorkan dana hingga triliunan rupiah per musimnya lengkap dengan biaya crash jika motor rusak parah cak. Nahh..baru tahu to, moncrottt wisss (RA iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

6 COMMENTS

  1. Semoga kehebatan Mark Markez menjadi Boomerang baginya sendiri. RCV yang dipushed too much ngehantam lenganus merus merus putus tusss patah tahhh.
    Perform ciamik sekali followed by another big crash. It happens on and on till the Mark can not get up any longer.
    Since his crashes were always tromendouz and amusing

  2. Jangan sok2an bikin tim balap. Perusahaan masih nyusu pake uang rakyat sok2an bayarin ttim sekelas moto2 mencret bayarin gaji. Hihihi

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama