Iwanbanaran.com – Cakkk….. Tidak bisa dipungkiri Performa Fabio memang luar biasa. Doi sangat konsisten dan kencang. Tidak heran sekarang nongkrong menguasai klasemen sementara title pembalap MotoGP. Namun performa Fabio tersebut memang jomplang dibandingkan dengan para pembalap Yamaha lain yang sangat kesulitan dan sulit masuk 10 besar sekalipun. Ditanya tentang hal itu jawaban Fabio ternyata sangat menarik…” itu bukan urusanku…” serunya santai. Weladalahhh…

Kisah ini berawal dari pertarungan seru saat balap Jerez antara Fabio vs Pecco. Ketika Quartararo mencoba segalanya untuk mendekat karena tekanan ban depan terus meningkat akibat kondisi trek yang sangat panas. Namun Fabio mengakui bahwa Pecco memang sangat kuat soal pengereman….

“ Aku berhasil melakukan start yang sangat bagus, tetapi Pecco melakukan pengereman yang luar biasa di tikungan pertama. Tikungan Satu dan Dua dia sangat kuat. Aku tahu jika tidak bisa menyalipnya di dua atau tiga lap pertama maka itu akan menyulitkan ban depan kami dan pada dasarnya itulah yang terjadi. Selama balapan aku selalu tertinggal karena tidak mungkin mengendarai motor dengan kondisi ban depan suhu naik. Sebab motor banyak bergerak. Ban Rasanya seperti terkena permen karet…..

iklan iwb

“Pada akhirnya aku mencoba attacking tetapi jujur aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk mendekatinya. Aku sempat bisa mendekati saat dekat di tikungan sepuluh dan mencoba untuk menyalip pada tikungan 11 dengan sangat cepat, tetapi saat itu motor langsung melebar. Dari sana aku sadar tidak mungkin untuk menyalip Pecco. Tapi aku senang dengan hasil ini. Dia (Bagnaia) memaksaku mendorong hingga batas dan ini bagus buatku karena jadi tahu batas motor. Aku yakin Aleix [Espargaro] juga akan ada di sini. Konsistensi yang dia miliki tahun ini besar, jadi dia bagian dari permainan.” serunya…

Sementara Quartararo sibuk bertarung di depan, semua pembalap Yamaha lainnya berjuang dengan sangat kesulitan. Bahkan rekan setimnya Franco Morbidelli tertinggal 15 – 27 detik di belakang Quartararo. Perbedannya jomplang cak. Dan ketika ditanya perihal ini Fabio menjawab secara lugas bahwa itu bukanlah urusan Fabio….” Memang benar para pembalap Yamaha lain sedang berjuang tetapi ini bukan urusanku. Aku saat ini hanya berpikir bagaimana menjadi cepat dengan motor kami…itu saja…” tutup Fabio…(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

11 COMMENTS

  1. Potensi biker n rider Indonesia sebenarnya sangat besar. Keunggulan n keunikan orang kita adalah sudah familiar sama track alakadar. Jadi akan sangat mumpuni jika diturunkan di track2 kelas internasional.
    Ketimbang sekedar bah beh bah beh , power gilaaa, jambakan setann…..sambil bawa ransel tipis di punggung….. GoPro jadi alat wajib. Ehh…bikin konten ternyata.
    Sungguh dzalim menyia-nyiakan talenta karunia Allah SWT

  2. Klo pemikirannya seperti itu berarti prestasi maksimal yamaha hanya dari sektor pembalap saja dan hampir gk mungkin bisa sekaligus bawa tim dan pabrikannya juga juara, kecuali si pembalap bisa menang terus ditiap seri balap sedang sampai seri di jerez fabio baru menang sekali, bisa diliat sampai seri kemarin yang mimpin klasemen konstruktor dan team bukan yamaha

  3. Bocah Michelin geeto loh…
    Sejak 2020 udh keliatan kalo dia anak emas Michelin ..
    Rossi jadi anak kemaren sore dan tiba tiba Taro membalap bak legenda…padahal cuma pake motor satelit…..
    2021, cuma ada 1 pembalap yg sama sekali gak pernah ngeluh soal grip ban..
    Intinya MotoGP udh gak bener , pemenang udh diatur dan jurdun nya udh pasti dia…
    Pesaing terdekat di klasemen langsung di kasih ban jelek supaya otomatis gak kompetitif

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama