Iwanbanaran.com – Caakkk…aturan pasti dibuat ada tujuannya yakni supaya lebih baik. Dan yang terbaru bakal ada pemberlakuan deteksi plat nomer kendaraan yang membeli Pertalite serta solar. Jadi setiap sampeyan membeli BBM Subsidi di SPBU, secara otomatis CCTV akan merekam semuanya. Lhooo buat opo ? simak detilnya dibawah ini….

Di SPBU memang ada oknum pembeli yang melakukan kecurangan dengan membeli bensin dalam jumlah banyak untuk ditimbun cak. Oknum tersebut sulit dilacak mengingat mereka memiliki cara tersendiri untuk melancarkan aksinya. Namun baru-baru ini kangbro, pihak SPBU sudah memiliki cara tersendiri untuk menangkap para oknum pembeli yang menimbun bensin agar kedepannya, para oknum pembeli bisa berpikir kembali untuk melancarkan aksinya tersebut…

Menimbun bensin tentu sebuah bentuk kecurangan cak dan dalam melakukan aksinya, oknum pembeli memiliki trik yakni dengan bolak balik ke SPBU untuk mengisi BBM bersubsidi dengan kendaraan yang sama. Untuk menghindari aksi tersebut, pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berupaya memasang Closed Circuit Television (CCTV). Alat ini ditujukan agar bisa mengawasi para pengendara motor maupun mobil ketika mengisi BBM bersubsidi di SPBU.

iklan iwb

 

Arifin Tasrif selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa kedepannya pendistribusian BBM bersubsidi akan diawasi CCTV sebagai bentuk dari digitalisasi. Gambarannya cak, sistem pengawasan akan diterapkan untuk menyorot nomor plat agar bisa dicatat. Dengan begitu, setiap mobil akan dicatat nomor platnya dan untuk yang bolak balik mengisi BBM bersubsidi akan diindikasikan telah melanggar aturan yang berlaku. Selain itu, ia juga menuturkan banyak kasus penimbunan BBM bersubsidi yang sudah ditangani polisi…

“Sekarang, kita sudah mulai memakai sistem pengawasan dengan menyorot nomor plat untuk bisa dicatat atau di-record. Jika ada indikasi maka dilaporkan ke aparat (polisi). Dalam aksi penimbun, oknum ngisi bolak balik ke SPBU dan tangki yang harusnya ukuran 100, 200 dibikin melar jadi 400. Nah, ini yang kita coba (CCTV dan digitalisasi) supaya di SPBU tidak kecolongan kalo ada oknum tersebut,” ujar Arifin

Tasrif selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sementara itu, Eko Kristiawan Area Manager Communication and Relation Regional Jawa Barat menuturkan pengecekan CCTV akan dilakukan berkala oleh tim yang terkoordinasi dengan SPBU… “Perkembangannya akan terus dipantau, kalau ada apa-apa langsung ditindaklanjuti, baik di level region atau hal hal yang perlu dilaporkan ke pusat. Tapi dimonitor setiap hari,” tuturnya….(RA iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

20 COMMENTS

  1. Preet ah omong aja digede.in . Pertamini mah bamyak akal buat dapet pasokan bbmnya🤣😂🤣 palagi penimbun barang subsidi ada aja akalnya cuiii …ini mah cm biar keliatan kerja aja makin banyak kerjaan makin banyak duitnya…
    Selama masalah utama selisih gap pertalite pertamax maka siap2lah perpindahan konsumsi sr pertamax ke pertalite hukum ekonomi bos… Barang murah banyak yg nyari

  2. Hanya buang-buang waktu tidak tepat sasaran, kebijakan bodoh, banyak celahnya. Betul itu dr komen” di atas..

  3. Kalo ujung ujung nya nyengsarain rakyat kecil dgn aturan yg bullshitt gk usah nanggung suruh aja rakyat kecil romusa atau kerja rodi buat bangun indonesah

  4. coba jelasin apa maksudnya ini di spbu, yang motor yg buruh laju motoran tiap hari yg gojek yg grab motor yg pegawai motor yg jualan pakai motor yg antar anak sekolah pakai motor disuruh antri panjanggggggggggg di spbu, sedangkan yg pakai mobil isi pertalite lengang isi pertalite tak pernah antri yg jaga posnya 2 orang sedangkan yg jaga pos mesin pertalite bagian motor cuma satu orang, ???????????? ini terjadi di seluruh spbu maksudnya keadilan bagaimana ini ????? ini bukannya menekan rakyat menengah kebawah, stok langka its ok lha ini……….mobil2 pribadi mewah isi pertalite ngefull terus ga pernah antri, ini maksudnya apa ya ????????? kayaknya sengaja ini……

  5. Alah, gw posisi di Jakarta, Jembatan Besi,ke SPBU lumayan jauh, udah bensin naik trus bikin aturan aneh2. Pengecer memang ambil untung, tapi kalau cuman serbu perak itu wajar di karena merka juga bersaing. Tapi pengecer sangt menolong karena SPBU terbilang jauh. Ini di Jakarta loh, apalagi daerah lain.

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama