Iwanbanaran.com – Caakkk… Seri berikutnya MotoGP 2022 akan digelar akhir pekan ini di trek Algarve International Circuit, Portugal. Namun juara dunia musim lalu, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) belum mampu tampil agresif seperti tahun lalu cak. Seperti yang kita tahu, Quartararo mendominasi di musim lalu dengan mengakhiri musim sebagai juara dunia MotoGP 2021 dengan 278 poin. Sayangnya, ketika MotoGP 2022 dimulai doi mendapatkan banyak kendala cak…

Yup, Quartararo mengeluhkan mesin Yamaha yang tidak seganas pabrikan lain sehingga membuatnya keteteran saat race berlangsung cak. Baru-baru ini, doi juga mengkritik Yamaha mengingat setelah empat race berjalan tidak mendapatkan hasil maksimal. Quartararo mengatakan dulunya Yamaha memiliki sasis yang lebih unggul dari pabrikan lain. Namun sekarang, ia menuturkan sasis Yamaha tidak lebih unggul dari pabrikan lain bahkan dari segi mesin pun berada di bawah pabrikan lain cak. Meski begitu, Quartararo masih berpikir positif karena terdapat trek yang memang cocok untuk motor Yamaha dengan catatan memiliki lintasan lurus yang lebih sedikit. Jelang MotoGP Portimao cak, doi akan berusaha untuk fokus dan tidak terlalu memikirkan mesin sehingga berpeluang untuk menambah pundi-pundi poin…

“Aku ingat beberapa tahun lalu ada sirkuit yang bagus untuk Yamaha dan ada juga yang tidak. Ketika itu sasis Yamaha lebih unggul dari pabrikan lain. Tapi sekarang, sasis Yamaha bukanlah yang terbaik….frame Yamaha tidak lebih unggul dari pabrikan lain, dan kami benar-benar kalah dari segi mesin. Sekarang, kami dapat mengatakan bahwa terdapat sirkuit yang cocok untuk Yamaha karena lebih sedikit trek lurus, dan itulah mengapa kami harus tetap fokus dan tidak terlalu memikirkan mesin, hanya untuk mencetak poin terbanyak ketika kami memiliki peluang terbesar,” ujar Fabio Quartararo via firstsportz.com.

iklan iwb

Sementara itu, Quartararo membocorkan sedikit tentang masa depannya di Yamaha cak… “Aku tidak tahu kapan itu akan diputuskan, tetapi aku berada di tangan yang tepat. Aku tahu manajerku menjaga masa depanku dengan baik dan sekarang yang ada dalam pikiranku adalah mencoba melakukan yang terbaik musim ini. Seberapa cepat masa depanku akan diputuskan, aku tidak tahu. Aku pikir itu akan terjadi sebelum musim panas,” tutup Quartararo….(RA iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

14 COMMENTS

  1. Namun kayaknya di 2023 saat front adjuster dan 2024 kemungkinan yg blkg dilarang. Yamaha bakal gacor lagi. Fabio akan binggung milih tetap atau pindah.

  2. sekarang Suzuki lebih baik daripada Yamaha
    Topspeed oke, sanggup meladeni Ducati, frame juga oke
    Seharusnya duet Mir dan Rins bisa jadi kandidat jurdun tahun ini selain Bastianini ,mumpung para pembalap top lagi terseok2 dengan motor barunya

    • terseok seok gimana, itu mm93 dari buncit bisa ke p6…?
      saya saran suzuki jangan lengah… apalagi mas pabio jago sandbagging nya….
      ar42 dan jm36 harus waspada kesemuanya…

  3. Sekelas Yamaha jgn dianggap remeh, ia rival sejati honda, pasti ada amunisi untuk lebih kompetitif. Dukati mah braninya kroyokan

  4. Bukan cuma sasis tp juga mesiny juga hrus teknologi yg baru…..klo msih cros plane crankshaf ya pastiny yamaha zonk trus ….tru honda dan suzuki slalu up to date msin klo dah ggal….cima ymaha doang jln d tmpat….bukanny rset mesin mlah aerodnamika + wnglet aja yg d itungin…😓😓😓

    • dri dulu Yamaha memang bukan Jago di mesin.. Honda lah rival dr jepang yg selalu Pioneer soal Mesin.. harus d akui semua Mesin honda d kelasnya selalu Unggul jika kapasitas Mesinnya Sama. Makanya Yamaha selalu naikin cc klo d benturkan sama Honda.
      bahkan honda waktu di 2 tak dulu lbih gila lgi, bikin V5 bikan V4. Sasis Monokok jg honda yg riset pertama. Honda sudah banyak banget riset soal Motor, dri Sasis Titanium ,carbon, dll sudah d coba semua..
      film dokumenternya ada kok, dlu Yamaha selalu berada d zona Nyaman sebelum Doohan datang, Honda ketika d jaman bbrp thn sebelum Doohan sudah melakukan banyak Hal gila dalam Teknologi Motorsport. hingga dpt Racikan sempurna mesin 4 tak saat GP, dan doohan lah yg terus memenangkan Honda dgn Racikan 4 taknya itu dikala pabrikan lain masih nyaman dgn 2 tak

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama