Iwanbanaran.com Cakkkk…Balapan MotoGP Austin, Amerika telah berakhir. Namun masih ada beberapa hal yang perlu dibahas salah satunya adalah fastest lap para pembalap di sepanjang balapan yang berlangsung selama 20 Laps tersebut. Siapa pemenang fastest lap sebelum balapan usai? disini bisa kita simpulkan Marc memang gilaaaa !!!
Tidak ada yang meragukan Bastianini karena doi memang luar biasa. Tapi yang menarik perhatian jelas Marc karena mengendarai motor baru dengan kondisi fisik yang baru pulih dari cedera. Balapan MotoGP Austin sendiri memang berjalan dengan tempo yang lambat cakkk, karena dibarisan depan tidak terlalu banyak aksi overtake. Namun beberapa lap jelang pertengahan balapan para pembalap mulai menyerang dan saling beradu overtake demi mencetak hasil terbaik masing masing.
The power of Ducati cukup mendominasi sejak lap pertama hingga akhir balapan kang mass, sebelum Suzuki akhirnya menyerang dipertengahan balapan untuk masuk lima besar dan mengacaukan pasukan Ducati. Sementara itu, mayoritas fastest lap memang nyaris dikuasai oleh mesin V4 dibandingkan Inline yang benar benar berjuang keras di depan publik Amerika cakkk.
Di awal lap ketiga, Rookie Italia dari Gresini Racing MotoGP, Fabio Di Giannantonio sukses mencetak fastest lap diangka 2 menit 05.150 detik. Kemudian pada lap keempat Miguel Oliveira (Redbull KTM Factory) mengambil alih fastest lap dengan catatan waktu 2 menit 04.747 detik.
Selanjutnya, lap kelima Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu) mencetak fastest lap dengan waktu terbaik 2 menit 04.558 detik. Sejauh ini pasukan pembalap yang berkutat dibarisan belakang cukup leluasa mencetak fastest lap, terlebih fokus pembalap papan atas adalah menata strategi balapan.
Awal Lap ketujuh, Rookie yang juga datang dari Moto2 Raul Fernandez (Tech3 KTM Factory Racing) mencetak fastest lap dengan waktu 2 menit 04.621 detik. Dilanjutkan Luca Marini (Mooney VR46 Racing Team) yang merebut fastest lap di lap ke delapan dengan catatan waktu 2 menit 04.694 detik.
Dipertengahan balapan, tepatnya lap kesepuluh. Franco Morbidelli (Monster Energy Yamaha MotoGP) yang bekerja keras untuk menembus Zona poin mencetak fastest lap dengan waktu 2 menit 04.723 detik. Selanjutnya, Johann Zarco (Pramac Racing) merebut fastest lap pada lap ke sebelas dengan waktu 2 menit 03.895 detik. Nahh mulai tembus dibawah 2’04 kie cakkk.
Disela sela itu, king of Austin Marc Marquez (Repsol Honda Team) beberapa kali tampil mencetak fastest lap diparuh kedua balapan. Namun best time yang ia cetak terjadi pada lap ke tiga belas. Dimana doi berhasil menembus waktu 2 menit 03.553 detik, ketika ia berjuang untuk menembus enam besar. Dan best lap nya ini nempel diposisi kedua dibelakang Bastianini….
Kemudian, pada lap ke lima belas, ketika battle sedang memuncak, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) mencetak fastest lap dengan waktu 2 menit 04.037 detik. Sedangkan, wakil Mesin inline lainnya Joan Mir (Team Suzuki Ecstar) mencetak fastest lap pada lap keenam belas dengan waktu 2 menit 03.799 detik.
Terakhir, fastest lap final direbut oleh Enea Bastianini (Gresini Racing Team) pada lap ke empat belas, dimana doi mulai menyerang diakhir balapan sukses mencetak waktu terbaik 2 menit 03.521 detik. Yang menandai all fastest lap record race di trek Austin 2022 pakdee.
Sementara itu, Secara keseluruhan Race musim 2022 ini jauh lebih meningkat dibandingkan musim lalu ketika Marc Marquez keluar sebagai pemenang. Yupss cakkk, balapan Austin 2022 dalam 20 laps, Bastianini sukses mencetak waktu keseluruhan 41 menit 23,111 detik. Sedangkan Marc Marquez musim lalu di Austin, dalam balapan dengan jumlah lap yang sama – 20 laps, doi mencetak waktu keseluruhan balapan 41 menit 41,435 detik. Berikut data lengkap fastest riders di Austin…!! Marc memang gilaaa…. (CB iwb)

 

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

8 COMMENTS

  1. Kalah sih kalah aja, kata beye sewot. Gak usah cari pembelaan ini itu, lanjutnya sambil menggerutu dan mulai menggerakkan lap serta kemoceng..

  2. Ini adalah sirkuit yang saya kenal dengan sangat baik. Itu sebabnya saya tahu persis di mana titik lemah motor ini berada,”

    “Sekarang kita harus mencari tahu level apa yang bisa kita capai di trek Eropa,” ujar Marquez.

    Marquez menyampaikan protes kepada Honda agar mampu kompetitif di setiap balapan jika ingin berjuang untuk kejuaraan.

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama