Iwanbanaran.com – Cakkkk….sepertinya status Fabio pasca race Argentina semakin tidak jelas akibat performanya yang kurang sesuai ekspetasi Fabio. Pembalap Yamaha Monster Energy ini mulai mengancam Yamaha…mengulangi kembali ekspetasi yang besar ditengah upaya mempertahankan juara dunia 2021. Karena dari 3 race ini Fabio Quartararo melihat M1 tidak cukup kompetitif sehingga doi kecewa berat. ” Tidak ada yang bisa juara dunia jika hanya finish diposisi 8…” ujarnya kesal. Celakanya cak…isu sangat kuat bahwa tawaran Honda sudah masuk ke manajemen Fabio. Benarkah demikian ? ediannn ciloko iki cakkk….

Juara bertahan MotoGP Yamaha…Fabio Quartararo menegaskan dia tidak akan terburu-buru dalam memutuskan masa depannya di 2023, setelah Race yang membuatnya frustrasi di Termas de Rio Hondo. Quartararo, yang lolos start diposisi ke 6 di balapan Argentina, turun ke urutan 9 saat start dan kemudian turun lagi ke posisi 13 saat pasukan Ducati menyalipnya. Untungnya ada beberapa riders crash sehingga doi bisa melakukan recovery dan finish ke delapan. Menurutnya ini adalah hasil yang sangat mengecewakan dan membuatnya frustasi. Btw sebenarnya apa yang terjadi ??

“Masalah terbesar adalah traksi ban belakang dan top speed. Kedua sektor ini menjadi masalah yang paling konyol karena sudah lama kami mengeluh perkara ini. Dua lap pertama, aku harus berjuang melawan diriku sendiri, karena Tikungan 5 dan 6…ketika aku ingin ngepush dengan keras, mendorong motor secepat mungkin dengan membuka gas lebih awal…tapi hasilnya tidak sesuai keinginan. Padahal itu adalah tikungan mudah, tetapi ketika kamu melihat pembalap lain dengan gampang meninggalkanmu di tikungan tsb, itu jelas membuatmu frustrasi. Ini murni masalah grip ban belakang....

iklan iwb

“Lima lap pertama adalah mimpi buruk. Untungnya seiring karet ban mulai tergerus, kecepatan mulai membaik. Tapi sangat sulit menyalip dengan motor kami. Jujur aku benar-benar frustrasi pada lap pertama, karena aku tidak melakukan kesalahan besar dan [yang lain] melaju dengan kencang meninggalkanku...” serunya jengkel. FYI…Kontrak Quartararo akan berakhir di akhir 2022. Dilalah cak setelah hasil Argentina….Fabio seperti kembali mengancam Yamaha bahwa kontrak perpanjangan pada kondisi menggantung karena menurutnya Yamaha belum memberikan respon positif atas semua keluhannya dari top speed serta isu rear grip….

(Soal kontrak) Tidak, aku tidak punya target. Aku tidak mau memutuskan sekarang. Sebenarnya aku tidak mau mengeluh karena terlalu prematur mengingat ini baru balapan ketiga dan masih ada 18 races. Tapi harus aku akui bahwa aku frustasi. Jadi kita lihat saja perkembangannya di COTA. Masalahnya adalah ketika kami merasa memiliki kecepatan….bahkan untuk memperebutkan podium namun hasil akhir seperti ini. Kita lihat saja nanti…” tambahnya lagi. Btw yang paling Hot cak, muncul isu tawaran Honda sudah masuk ke manajer Fabio yakni Eric Mahe. Isunya Eric sudah sempat melakukan diskusi dengan Alberto Puig (HRC) atas wacana ditariknya Fabio ke HRC tandem dengan Marc ditahun 2023. Apakah benar demikian? apa kata Fabio ?

Jujur Kami memang punya pilihan. Dan lebih baik berada dalam situasi seperti ini dari pada sebaliknya (tidak memiliki tawaran). Tentang ini (minat Honda) aku tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan. Aku akan memanfaatkan waktu yang aku miliki (selama di Yamaha). Semua tergantung musim ini. Jadi terlalu dini untuk membicarakan apa yang akan terjadi,” tutupnya. Ditempat terpisah Manajer Fabio yakni Eric Mahe menegaskan posisi mereka. “ Fabio akan ke tim sesuai dengan hatinya, dia bebas kemanapun dia mau. Fabio masih muda dan dia punya masa depan yang masih panjang….kita akan putuskan dengan tenang tidak terburu-buru..” tutup Mahe via GPone. Dengan konfirmasi ini isu diatas menjadi makin misterius dan membuat kita berpikir….benarkah tawaran HRC sudah masuk ke Fabio ? kita tunggu saja perkembangan selanjutnya mengingat Fabio ternyata tidak menampik isu tsb. Gawat iki cakkk !! (iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

27 COMMENTS

  1. Yang bisa handel RCV harus benar benar bertalenta lebih, jika tidak akan bernasib seperti lorenzo, lama pakai motor nyaman begitu pindah ke motor “luarbiasa” yg terjadi banyak mencium gravel. Itu yg harus difikirkan oleh FQ jika ingin mencicipi RCV.

    • gak juga, emang RCV sebelumnya Marc Sentris, dibuat berdasarkan gaya balap marc, jadi wajar sekelas Lorenzo juga kesusahan bawanya

      nah current rcv kayaknya lebih manusiawi jadi bakal okelah rider sekelas FQ yang bawa, PE yang rider alakadarnya aja bisa podium dan pol kok

      • RCV skrng semua rider bisa. terbukti d awal” percobaan semua Pembalap Honda stabil 10 besar saat itu. bahkan POL aja kmrin” sering d 5 besar setelah bukan marqurz sentris.

    • Gak bisa bawa rcv motor dewa Fabio itu mah Goblokkk. Level tarkab balap antar kabupaten

  2. Pindah aja FQ.. menurut gua karakter Lu cocok sama Motor Honda. jujur aja menurut gua FQ satu Tipe sama marq cara bawanya yg agak Liar… dlu d satelit Yamaha dia kan Liar bawanya ga kaya Bawa Yamaha. pdahal Yamaha hrusnya Motornya smooth tp pas FQ d satelit Bawanya Liar.

  3. Sebenernya ga podium juga gapapa, yg penting konsisten. Kek Mir di 2020, jarang podium tau2 jurdun

  4. Pol ndlosor dadi e Ra duwe bargaining power ke HRC , kecuali dia bisa menang 3-5x berturut2 langsung teken kontrak meneh

  5. Menurutku,Fabio lebih cocok ke suzuki. Selain sama2 inline,sudah terbukti bahwa top speed suzuki jauh melesat dibanding musim lalu. Tapi jika perkara nilai kontrak,itu perkara lain.
    Dan jika Fabio hengkang,yamaha harus merekrut Razgatlioglu.

  6. Ketahuan “bodohnya” para Honda Mania, simak saja Dari beberapa komentar mereka….fanatik tapi blo’on..

  7. Hati hati nih fabio kalau mau naik gaji bilang saja. Yamaha mungkin kalah topspeed namun liat mir saat juara dunia. Jarang podium kok jurdun. Konsisten juga perlu daripada banyak dlosor lalu podium terus kayak bagnaiya musim lalu.

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama