Iwanbanaran.com – Cakkkk….bengong bin ngowoh karena pagi ini mendapatkan konfirmasi bahwa harga BBM Pertamax naik signifikan menjadi Rp. 12.500 – 13.000/liter. Lhaaa piyeee cak…soale semalem IWB sudah masuk SPBU buat ngisi tunggangan ditolak karena Pertamax disebut kosong, dan pagi ini jebuleeee pindah harga. Ini artinya kenaikan mencapai 3500-4000/liter….waaahhhhhh kudu irittt kiii pakdeeee….

Resmi perhari ini 1 April 2022 pukul 00.00 PT Pertamina (Persero) akhirnya menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax menjadi Rp 12.500-Rp 13.000 per liter dari sebelumnya sekitar Rp 9.000-Rp 9.400 per liter. Asli cak ini record yang pernah IWB lihat karena biasanya kenaikan maksimal hanya Rp. 1200. Namun kenaikan semalam tembus 3500-4000/liter. Waah kudu irittt kieee naik motor jangan pecicilan. Karena saat ini semua motor IWB selalu menggunakan Pertamax. Praktis harga tanah air untuk Oktan 92 jauh lebih mahal dibandingkan Malaysia dimana Oktan 95 atau sedikit dibawah Pertamax Turbo di negeri jiran hanya Rp. 6.990. Yahh memang disubsidi cak….

Untungnya BBM Pertalite harganya tetap cak.  Pertalite tidak mengalami perubahan harga alias tetap Rp 7.650 per liter. Untuk Pertalite ini tetap disubsidi pemerintah, infonya demikian….

iklan iwb

 

“Harga baru Pertamax masih terjangkau, khususnya untuk masyarakat mampu. Kami juga mengajak masyarakat lebih hemat dengan menggunakan BBM sesuai kebutuhan,” seru Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T Pertamina Irto Ginting. Ini yang menarik cak karena alih-alih menekan subsidi pengguna Pertamax, IWB kuatir justru kenaikan akan memicu masyarakat meninggalkan Pertamax alias bakal lari menggunakan Pertalite akibat gap yang sangat jauh. Pertalite sendiri sekarang di jual Rp 7.650 per liter yang ini artinya ada perbedaan hampir Rp. 5000/liter dibanding Pertamax. Simulasi kasar wae sampeyan ngisi Pertalite 10 liter hanya perlu merogoh kocek Rp 76.500 sedang Pertamax perlu mengeluarkan uang Rp. 125.000. Pilih mana ? abott cak…abott godaannya….

Last….untuk kenaikan juga bervariasi tergantung wilayah. Harga baru Rp 12.500 per liter berlaku di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara harga Rp 12.750 per liter berlaku di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Dan yang paling mahal adalah Rp 13.000 per liter berlaku Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, dan Kodya Batam (FTZ). So….monggo bijak menggunakan BBM agar membantu menekan Subsidi, hiks…mung iso mringis rekkkk, semangatttt cakkk (iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

30 COMMENTS

    • Ekekekek……
      Bagi fby gk ngaruh cak….selama ngebeat masih bisa pke pertalite
      MuuuuUUUuuuuehehehe……

    • Wong Malay kecukupan dari sonoh nya. Doeloe wong Malay sekolah dimari n sukses. Bisa ngegelar MotoGP duluan 🤪

  1. Harganya mantap. Kalau minyak dunia turun drastis disini gak mau turun, kalau naik pasti ikut naik

  2. Mueeeeheheheheheee
    Hnd sudah menjawab Tantangan ini dari sekian tahun yang lalu.
    👍😂

  3. SPBU Shell dan Vivo bisa tersenyum lg….
    Shell Super 92 : 12.900
    AKR 92 : 12.500
    Pertamax : 12.500
    VIVO revvo 92 : 11.900

  4. Kesian biker kere kek gue. Naik motor tapi nahan laper. Duit habis buat beli BBM.
    Untung ada yang jual promaag

  5. Iya lah yg ada malah lari ke pertalite ,,,,wong q nya pake mio m3 biasa make pertamax itung itung biar gak nyusahin negara sekalipun masih kaum bawah…..tp klo naiknya segitu ya lari ke subsidi…..

  6. Skenario menjadikan pertamina sebagai dongeng anak cucu telah di mulai
    Yang mampu beli BBM ron 92 bukan pertamina yg utama

  7. Yang jadi masalah, sekarang pertalite di SPBU mulai langka / dibatasi jam penjualan nya kang,,,,😂.

  8. BBM naik jgn salahin pemerintah.

    salahkan perang Rusia yg bkin bbm naik drastis,, dan Makin drastis lgi Ketika Kilang Minyak AramCo di Bom d arab.

    Indonesia produksi Minyak lokalnya ga nyampe setengah, setengahnya lgi impor.. masalahnya Harga Minyak dunia naik 2x lipat krna Perang dan Pemberontakan d arab

    masih untung pertalite ttp

    • Iya bener palelu, klo harga minyak dunia naek langsung aja buru-buru dinaikin harga bbmnya, giliran minyak dunia harganya drop BBM dlm negeri nggak turun, hilang ingatan ya?
      Nggak ada drama nangis bombay lagi Kek dlu nich.. 😭, dasar dagelan…

  9. seharusnya 16rb/Liter !!!
    biar mampus kantong rider CC gede….awowkwowkok. belum lagi Cicilan/bulannya.

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama