Iwanbanaran.com – Caakkk…  Alberto Puig selaku Bos Honda menanggapi kritikan Michelin yang mengatakan bahwa ban tidak menjadi pengaruh utama pada jalannya MotoGP Mandalika beberapa waktu lalu. Ketika itu, pihak Michelin berujar beberapa aspek serta settingan motor yang tepat menjadi pengaruh besar saat jalannya balapan dan crashnya Marc Marquez (Repsol Honda Team) bukan karena ban Michelin…

Berkaca pada pernyataan Michelin, Puig tidak menerima kritikan tersebut dan doi mengungkapkan bahwa sangat paham dengan berbagai aspek terkait ban yang dipakai di MotoGP. Bos Honda tersebut menyatakan kredibilitasnya cak mengingat doi merupakan mantan rider MotoGP dengan pengalaman melimpah. Maka dari itu, ia menuturkan kepada Michelin bahwa untuk memahami ban seseorang harus menjadi pembalap lebih dulu dan bukan hanya mengacu pada teori yang tertera di komputer…

“Entah Pengetahuanku atau kurangnya pemahamanku, apa yang disebutkan oleh Tuan Taramasso sama sekali tidak akurat. Sekadar informasi, aku membalap selama bertahun-tahun dan mencapai beberapa hasil bagus di tahun 90-an, dan tepatnya dengan ban Michelin. Itu sebabnya aku sangat memahami apa yang dirasakan atau dibutuhkan pembalap saat mengendarai sepeda motor yang memiliki power diatas 200 Hp. Bahkan, kamu hanya bisa memahaminya jika kamu pernah menjadi pembalap. Jika Kamu berada di kantor atau di depan komputer, kamu dapat memahami hal-hal tertentu, yakni sebuah teori. Tapi Kamu tidak akan pernah mengerti kenyataan, perasaan yang diberikan karet (ban) ‘licin’ kepadamu,” ujar Alberto Puig via motosan.

iklan iwb

Bukan hanya dengan pengalamanya yang banyak di dunia balap cak, namun Puig juga sudah mendengarkan keluhan para rider dan doi sangat mempercayainya mengingat Marc Marquez merupakan rider berpengalaman dengan titel beruntun di MotoGP… “Dari pengalamanku sendiri dalam balapan,kamu harus berbicara dengan pembalap terlebih dahulu. Tidak dengan Apple, IBM atau Dell, di mana kamu melihat garis di komputer. Kamu harus mendengarkan para pembalap, dan jika Kamu memiliki pembalap yang sudah beberapa kali menjadi juara dunia, kamu bisa berasumsi bahwa mereka tahu apa yang mereka bicarakan,” tutup Alberto Puig….(RA iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

31 COMMENTS

  1. Andaikan MM93 dapet paket mesin + ban yg bisa dipushed to the limit…siapa sih yg gak keder… “Yahh…dia lagi, dia lagi yang menang!!”

  2. Sijuki,ymaha,Ducati,KTM dan pebalap ngondah lain gak ada yng jumpalitan.masa salah ban .. hadow.emang enak nyalahin kambing item

  3. Haters dodol.. puig itu ga salah.. Faktanya d mandalika cuma KTM dan Ducati yg Aman sisanya struggle.. Yamaha jg yg bagus quartararo doang sisanya B aja.
    michelin dr dlu jg blom bagus bannya

  4. Biasa hohon giliran ridernya jatoh nyalahin yg lain. Ban lah d salahin. bukan intropeksi diri. Motor hohon sejak dani jg sering jatoh udah bagus g cacat tuh driver, waktu lorenzo jg sama.

  5. Sayangnya balapan terjadi saat hujan jadi pendapat Puig tidak benar benar terlihat nyata, namun jika melihat antara data test pra musim dan free praktis itu semua motor menderita..

  6. seru! gw seneng kalo ada perdebatan antar bos! Paling eneg kalo ada perdebatan antar kacung di mari, soalnya isinya hanya hinaan dan saling melecehkan. 😁

  7. Piero Taramasso : “besok balapan di argentina ga ada MM, ga ada yang ngeributin ban …wkwkwkwk”

  8. Jd intinya gimanee
    Seluruh staff Michelin mau di suruh balapan dulu😄😄😂
    Puing puing yang berserakan 😄😄🤭

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama