Iwanbanaran.com – Caakkk… Seperti yang diketahui, Honda sempat mengkritik Michelin sebagai pemasok ban di MotoGP. Pada gelaran MotoGP Mandalika, Honda mengomentari performa ban Michelin yang tidak memuaskan di aspal Mandalika. Menanggapi kritikan tersebut, Piero Taramasso selaku Manajer Michelin mengungkapkan bahwa ban tidak menjadi penyebab utama merosotnya performa grip ban di Sirkuit Mandalika…

Doi menjelaskan ada beberapa aspek penting untuk mencapai cengkraman ban yang maksimal terhadap aspal. Bukan hanya pada ban, tim dan pabrikan harus bekerja keras pada sektor elektronik, suspensi, serta rider dengan gaya balapnya. Setelah itu, doi membuktikan adanya rider lain yang tidak memiliki masalah pada ban di Sirkuit Mandalika dan mampu meraih hasil maksimal dengan settingan ban serta berbagai sektor yang tepat…

“Logikanya, ketika karakteristik ban berubah dan untuk mencapai performa yang sama kamu harus bekerja pada motor, seperti pada suspensi, elektronik, dan menyesuaikan gaya balap rider. Bukan hanya ban, ada banyak elemen yang menghasilkan performa bagus. Sayangnya, saat ini tidak ada ban yang dapat kamu pakai dan berada di depan tanpa menyentuh apa pun dalam hal pengaturan. Banyak orang percaya bahwa ini masalahnya, tetapi sayangnya tidak. Kamu harus bekerja keras untuk mencapai performa motor yang maksimal. Buktinya mereka yang melakukannya sudah mencapai performa yang baik,” ujar Piero Taramasso selaku Manajer Michelin.

iklan iwb

Selain menanggapi kritikan Honda, Taramasso juga memberikan solusi agar performa ban bisa lebih baik kedepannya. Doi menuturkan solusi yang mungkin dilakukan adalah dengan mengubah pola casing. Karena menurutnya, hanya dengan mengubah senyawa pada ban tidak akan cukup untuk menurunkan suhu 15-20 derajat. Selain itu, Taramasso menyebutkan casing yang digunakan saat ini sudah pernah dipakai pada 2017 dan 2018.

“Satu-satunya solusi yang mungkin dilakukan adalah mengubah pola casing, karena mengubah senyawa tidak akan cukup untuk menurunkan suhu 15 hingga 20 derajat. Jadi kami memperkenalkan jenis casing ini untuk suhu tinggi, dan mengkonfirmasi senyawa yang sama dengan yang dimiliki rider dalam pengujian. Kasingnya sudah digunakan pada 2017 dan 2018, jadi fiturnya sudah diketahui tim,” tutup Piero Taramasso….(RA iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

39 COMMENTS

  1. Taun depan bebasin saja, electronic, ban dan bobot motor… Harus <=1000cc

  2. Disatu sisi Honda yg harus berbenah, kasian Marc , style berkendaranya nya sudah kembali, apa daya rcv nya belum bisa diajak berdansa dengan karakter Marc.

  3. Sekelaa mm cres 2 hari lebih dari 5 x pasti ada yg ngk beres . Masak ban dah umur 4 th dipaksa ? Mending balikin elektronik bebas ban bebaa hilangin sayap

    • Karet casing ban baru n fresh but the model compound ban sama dengan model tahun 2017. Dikocok-kocok dulu di artikel nya Mbah topik oiyyy cakkk

  4. Bannya ngga masalah, ban sepeda lipat gue michellin ngga pernah masalah dipakai gowes, si em em aja yg ngaco bawanya ! 😂😂😂😂 pake nyalahin ban segala😂😂

    • Buat apa sih pandangan dobel?
      Kalau pandangan dobel itu mengganggu, tutup salah satu matanya. It’s that simple, isn’t it?
      Gegarotak,….. Fungsi helm gak kerja? Galgal design? Komplain or tuntut saja: your product Is bose sock

  5. Di Motogp jika pembalapnya gak ada yang menang pasti nyalahinya pihak lain. Ada yang nyalahin ban, aspal dll

  6. Baru mulai udah koleksi batu akik, kpn juaranya wkwkwkk.
    Kbnyakan hiside yo jelas rang gya balap markes yg cnderung mnekan ban dpan, sdg rcivi yg skrg kan condong ke blkg dri versi yg kmaren2, salah injek rem ato puntir gas yo auto ngepot2

  7. Sebaiknya untuk ban kembali ke multi supplyers biarkan tim balap motogp memilih menggunakan ban merk yang mana karena dengan single supplyer komponnya sering berubah ubah kadang cocok tim tertentu kadang tidak, tim ducati pun tahun kemarin juga pernah mengeluhkan ban di seri mana lupa.

  8. Masalahnya bukan pada Ban gimana.
    La Rossy terpuruk dan semakin2 terpuruk gara2 apa?

    Motor bagus tapi kalau kualitas ban balapnya ga singkron ya cuma nganter nyawa doang

  9. saya sih lebih suka nonton balapan sebelah yg tempo hari digelar di Mandalika tapi tidak seheboh balap ini, pembalapnya ga banyak ngeluh, tiap race pasti menyuguhkan pertarungan yg menegangkan & lebih menarik untuk ditonton

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama