Iwanbanaran.com – Cakkk….rasa kesal dilayangkan Jack Miller pasca race Mandalika atas manuver Fabio. Menurutnya pembalap Yamaha ini terlalu agresif dan membahayakan rider lain. Konfirmasi ini dilayangkan Jack yang harus puas finish 5,663 detik di belakang Miguel Oliveira (Red Bull KTM). ” Balapan baru dimulai dan dia menabrak kakiku. Aku rasa itu manuver tidak perlu karena membahayakan…” seru Miller. Waaahh….

Jack Miller sempat memimpin balapan Dari lap 2 hingga 4 pebalap sebelum Miller disalip Oliveira pada lap 15. Pada lima lap terakhir ia sempat lengah oleh Fabio Quartararo (Yamaha) dan Johann Zarco (Pramac Ducati) sehingga Miller melorot….

“Startku bagus dan aku merasa baik-baik saja. Aku dengan cepat menemukan batasku dalam kondisi ini, tetapi kemudian mulai mengalami masalah dengan ban belakang. Aku memilih ban terlalu keras dibelakang, jadi sulit untuk mendapatkan traksi ditikungan. Tidak mudah dengan set-up karena kami tidak memiliki data untuk wet race. Yang lain berhasil mengatur kecepatan lebih baik menjelang akhir. Aku ingin mengikuti Fabio, tetapi tidak bisa. Jadi aku memutuskan untuk membawa poin sebanyak mungkin…” tukas Miller via speedweek. Gimana soal sirkuit ??

iklan iwb

“Selalu terlihat lebih buruk di TV daripada yang aslinya. Tapi cipratannya benar-benar ganas. Apalagi treknya agak kotor, lalu kotoran menempel di mana-mana. Dalam balapan basah selalu sulit dan tidak pernah sempurna, ada banyak air di lintasan. Karena suhu dengan cepat kembali naik ke 35 derajat Celcius setelah hujan, tidak ada pembalap yang memutuskan untuk memakai mantel hujan. Masalahnya cuaca tidak basah dan suhu juga tidak dingin…” seru Miller. Pembalap Australia juga sempat menyinggung manuver Fabio yang dianggapnya tidak proper serta agresif sehingga motor Fabio sempat nyenggol kakinya….

” Dia menabrak kakiku, mirip dengan yang dilakukannya terhadap Zarco. Manuvernya sendiri mungkin masih oke. Tapi dia tidak perlu menyentuh ban depanku. Karena sangat mudah untuk jatuh, itu berbahaya. Aku start dari posisi 9 di grid, dia di pole. Aku lebih cepat darinya dan dia menabrak kakiku. Padahal race baru dimulai dan masih panjang.  Aku mencoba membalap sebersih mungkin karena jika tidak, kamu akan mudah berakhir di tempat tidur kerikil. Menjadi yang keempat lebih baik daripada pulang dengan nol poin.” tutupnya. Dengan 13 poin dari Indonesia, Miller sekarang duduk di urutan ke-11 secara keseluruhan setelah absen pada race pembuka di Qatar karena masalah teknis. Berikut hasil Race Motogp Mandalika 2022….(iwb)

Hasil MotoGP Mandalika/IND:
1. Miguel Oliveira, KTM, 20 lap dalam 33:27.223 menit
2. Fabio Quartararo, Yamaha, +2.205 detik
3. Johann Zarco, Ducati, +3.158
4. Jack Miller, Ducati, +5.663
5. Alex Rins, Suzuki, + 7.044
6. Joan Mir, Suzuki, +7.832
7. Franco Morbidelli, Yamaha, +21.115
8. Brad Binder, KTM, +32.413
9. Aleix Espargaro, Aprilia, +32.586
10. Darryn Binder, Yamaha, +32.901
11. Enea Bastianini , Ducati, +33.116
12. Pol Espargaro, Honda, +33.599
13. Alex Marquez, Honda, +33.735
14. Luca Marini, Ducati, +34.991
15. Pecco Bagnaia, Ducati, +35.763
16. Maverick Vinales, Aprilia, +37.397
17. Raul Fernández, KTM, +41.975
18 Fabio Di Giannantonio, Ducati, +47.915
19 Takaaki Nakagami, Honda, +49.471
20 Marco Bezzecchi, Ducati, +49.473
21 Remy Gardner, KTM, +55.964
– Jorge Martin, Ducati
– Andrea Dovizioso, Yamaha

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

20 COMMENTS

  1. Setelah jatah
    Suzi
    Yahama
    Maka musim ini Hnd kasih jatah Ducati juara dunia
    Dijatah atu atu

    Mueeeeheheheheheee 😂

  2. Marc M. sudah harus pensiun tuh dari motogp. Kalau hidup sampai umur 50 susah ngga mungkin punya badab fit lagi. Banyak Rider GP yg pensiun karena musibah laka yg lebih kecil dari Marc. Bener kata mbah 46, gaya balap Marc membahayakan orang lain dan dirinya sendiri

  3. harusnya miller jg paham lah, namanya baru start itu paling susah menghindar dari senggolan. haloooo… ini motogp, bukan touring antar moge. salah satu ciri pembalap yg punya mental juara salah satunya bisa agresif di kondisi tertentu. ya rossi, marquez, lorenzo, stoner (yg setup motornya ga manusiawi kata wak haji), atau bahkan mir sama fabio.. pengecualian untuk marquez yg kadang over agresif, para jurdun lain emang bisa agresif saat dibutuhkan aja.
    kalo cara miller balapan kek gini, pgn selalu aman, kurang ngotot, maka dia ga akan bisa jadi juara dunia.. juara dunia selalu punya cara balap yg beda dari pembalap lain.

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama