Iwanbanaran.com – Cakkkk…sepertinya Fabio tahu Miller mengkritik manuvernya di Mandalika. Namun secara tegas pembalap Yamaha ini menjawab lugas tanpa tedeng aling-aling….” Aku tidak perduli !! ” serunya. Weladalaahhh….

Fabio Quartararo sangat gembira finish di posisi kedua pada hari Minggu di Lombok dan sejauh ini menjadi penampilan terbaiknya pada wet race. Yang unik ditengah rasa gembiranya Fabio seakan ogah membiarkan kritik dari Jack Miller (ke-4) merusak mood baiknya. Pembalap pabrikan Ducati asal Australia tsb mengeluh bahwa Quartararo secara agresif menabraknya. Dan ketika ditanya tentang pernyataan Miller, Fabio mengangkat bahu sambil berkata…

Aku tidak peduli. Dia adalah orang di paddock yang melakukan manuver agresif di masa lalu dan aku rasa manuverku tidak agresif. Aku hanya tidak menduga kami bersentuhan, tetapi itu hanya senggolan kecil. Sebaiknya sebelum dia berbicara, dia sebaiknya melihat tayangan ulang di TV karena aku tidak melakukan kesalahan apa pun….

iklan iwb

“Dia sempat mencoba berbicara denganku ketika diatas motor, tapi aku tidak mendengarnya. Hanya saja aku lihat dia memang tidak senang. Namun seperti yang aku katakan….Itu bukan manuver yang aneh, aku tidak menyerangnya dengan buruk. Dia menyalipku di tikungan 1 dan aku mengejarnya, aku sudah on limit. Apapun itu….jika aku membalap dengan manuver buruk, aku minta maaf. Namun, dalam hal ini, aku merasa tidak melakukan apapun….” tutupnya…(iwb)

Hasil MotoGP Mandalika/IND:
1. Miguel Oliveira, KTM, 20 lap dalam 33:27.223 menit
2. Fabio Quartararo, Yamaha, +2.205 detik
3. Johann Zarco, Ducati, +3.158
4. Jack Miller, Ducati, +5.663
5. Alex Rins, Suzuki, + 7.044
6. Joan Mir, Suzuki, +7.832
7. Franco Morbidelli, Yamaha, +21.115
8. Brad Binder, KTM, +32.413
9. Aleix Espargaró, Aprilia, +32.586
10. Darryn Binder, Yamaha, +32.901
11. Enea Bastianini , Ducati, +33.116
12. Pol Espargaró, Honda, +33.599
13. Alex Márquez, Honda, +33.735
14. Luca Marini, Ducati, +34.991
15. Pecco Bagnaia, Ducati, +35,763
16. Maverick Vinales, Aprilia, +37.397
17. Raul Fernandez, KTM, +41.975
18 Fabio Di Giannantonio, Ducati, +47.915
19 Takaaki Nakagami, Honda, +49.471
20 Marco Bezzecchi, Ducati, +49.473
21 Remy Gardner, KTM, +55.964
– Jorge Martin, Ducati
– Andrea Dovizioso, Yamaha

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

18 COMMENTS

    • Mantab sekali bossquh 👍🔥🇮🇩💪🎵
      Bantu2 doa untuk mm93 mumpung bulan sya’ban. Aamiin

    • Itu semua tercatat dong, bagaimanapun honda dan mv agusta masih berdiri kokoh sebagai pabrikan dengan gelar juara terbanyak. Makanya honda menjadi nomor1 dunia ya karena prestasinya. Coba pikir, apakah bsjaj pulsar bisa menjadi nomer 1 didunia, sedangkan gelar balapan 0.

    • Bukan kemunduran mbah, coba tengok brazil dengan 5 gelar piala dunianya masih di segani lawan walaupun pernah kalah telak dari Jerman (1-7). Begitupun dengan honda yang punya banyak gelar masih sangat ditakutkan walaupun kadang ada masa’nya jelek. semua pabrikan besar pasti menjadikan honda sebagai tolak ukur mereka, ya karena cuma honda lah yang memiliki gelar terbanyak.

      • yang jadi maslah congor FBH sekali-kali musti disumpal, lo ngomong gini saat honda lg down, cb kalo lg diatas, di jamin congor lo gak kaya gini ngomongnya.

  1. Ntar klo lu kena jangan mewek ya…

    Balasan itu pasti ada cepat atau lambat…kek tendangan si Mbah 2015 di Sepang, dapat Sruntulan balasan di Argentina Mwuaahahagahahaa….Mewekkk koar2 ke Media…semprul ..

    • dan skrg yg pecicilan lg kena karmanya…gua sih berharap Marc cpt sembuh dan bs balapan lg, cm kalo diperhatiin Kok ya kek km karma akibat “konsfirasi dg jolor”..gua bkn benci sm marques.. .pembalap idola gua tuh.. Doohan, rossi, stoner, marques…

      • itulah namanya hukum sebab akibat bang. apa yg diperbuat, itu yg dia dapat. marc tipikal pembalap agresif, bahkan dibanding rossi jaman dulu, marc malah terkesan kaya pemeran antagonis yang lagi diatas angin (waktu itu). rossi udah pernah ngemeng dulu, gaya balap dia bahaya, ya bener aja sekarang sering crash. sesekali dengerin omongan senior itu emang perlu, rossi 26 tahun balapan ga pernah sampe crash parah kaya marc. gaya balap kaya dia emang bisa bikin dia cepet dapet gelar banyak, tapi bisa bikin dia cepet ancur juga. ga jauh beda ama stoner yang kalo balapan pake setup motor gak normal, skrg akhirnya cuma jadi penonton.

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama