Iwanbanaran.com – Cakkk….keputusan telah dibuat. Komisi Grand Prix telah memutuskan secara resmi bahwa sistem kontroversial untuk menurunkan shock brake depan atau biasa disebut “Front Ride Height Device” akan dilarang musim depan. Konfirmasi ini menjadi penegas kontroversi Ducati yang terus mengembangkan sistem “aneh” pada kompetisi Motogp. Hhmm…kompakan kayaknya kiiee semua pabrikan….

Seperti yang kita semua tahu pada GP Thailand 2019, Ducati diam-diam menguji Ride Height Adjuster, yang memungkinkan suspensi belakang motor diturunkan saat dikendarai. Lima pabrikan MotoGP lainnya pun terpaksa mengikutinya, Suzuki menjadi yang terakhir meluncurkan perangkat tersebut pada musim panas 2021. Rubah teknologi Gigi Dall’Igna, General Manager Ducati Corse, kemudian datang dengan trik berikutnya di tahun 2022 yakni “Front Ride Height Adjuster” atau “Front Ride Height Device» (FRHD)….

Namun pabrikan lain melalui asosiasi produsen MSMA bersatu agar sistem ini dilarang. Dan sepertinya semua diluluskan cak….

iklan iwb

Konfirmasi resmi dari asosiasi sepeda motor dunia FIM dan promotor Kejuaraan Dunia Dorna: Komisi Grand Prix, yang terdiri dari ketua Carmelo Ezpeleta (Dorna), Paul Duparc (FIM), Hervé Poncharal (IRTA) dan Biense Bierma (MSMA). ), diputuskan melalui Dukungan dari Presiden FIM Jorge Viegas (Presiden), Carlos Ezpeleta (Dorna), Mike Trimby (IRTA) dan Corrado Cecchinelli (Direktur Teknologi), dalam pertemuan elektronik pada 18 Maret, dipastikan “Front Ride Height Device” akan dilarang mulai musim depan…

Komisi GP bertemu di Qatar pada tanggal 4 Maret, di mana dua proposal berbeda tentang masalah tersebut dipresentasikan. Keduanya mencegah biaya tim makin bengkak akibat banyaknya perangkat bantu pada Motogp. Setelah aturan ini resmi dilarang, akan dilakukan perubahan peraturan teknis, yang akan mulai berlaku musim 2023. Isi peraturan nantinya adalah “Perangkat apa pun yang mengubah atau menyesuaikan ketinggian motor balap bagian depan ketika motor melaju dilarang”. Sementara untuk Perangkat yang disebut sebagai holeshot, dimana perangkat ini hanya digunakan selama proses start tetap diperbolehkan. So….sudah clear dan jelas yo cak, no “Front Ride Height Device”….Holeshot yesss, semoga berguna…(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

10 COMMENTS

    • Saat semua tim diwajibkan single ecu, semua tim protes pingin bebas berinovasi. Tapi saat ada pabrikan berinovasi, tim lain protes. Lucu…..

      • Boleh Bebas Winglet (tetap safety)
        Boleh Bebas RHA
        Boleh Bebas ECU
        Boleh Bebas Software

        Yang terbatas lebar, tinggi, bobot, ban..

  1. Pestonnya madju mundur cakk(
    Mak zlog zlog zeloggggg ozelog ozelog bingitz nich gan

  2. Waduhhhh…masih artikel gp nih…moga moga rekan rekan mbeha tabah menghadapi ini semua….xixixiiiiiii

  3. Artikel experid di warung kaki lima sudah tayang..dulu ..ini di warung Sultan baru tayang…😂😂😂😀..

  4. Mark gak suka device itu. Beliau pasti seneng sama keputusan tsb. Yang tidak menyenangkan adalah cuma beliau kudu pensini aka pensiun dini. Atau banyak absen seri MotoGP.

  5. Telat cak artikel sampean, mending artikel PCX 160/vario160.
    Biar sampean dan takadaygbisa membelinya,mosok kalah dengan “fby”

  6. Katantya,salah satu tujuan pabrikan ikut moto gp adalah sebagai ajang uji teknologi. Tapi begitu mereka berinovasi,dilarang. Dorna…Dorna. Takut moto gp kehilangan peserta.

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama