Iwanbanaran.com – Cakkk….sepertinya perangkat “Ride Height Adjuster” kini sedang menjadi sorotan para riders Motogp. Banyak yang mengkritik alat ini membuat segalanya rumit. Bahkan Fabio Quartararo secara terang-terangan mengatakan alat ini melelahkan karena makin banyak prosedur start yang harus dilakukan pembalap. ” Bagiku mulai terasa berat dan melelahkan karena saat start kalian harus memeriksa semua hal…” keluh Fabio yang ternyata didukung pula oleh Joan Mir serta Marquez. Waaahhh, seru kieee…

Perangkat “Ride Height Adjuster” diperkenalkan Ducati dan kemudian mereka juga mengembangkan “Front Ride Height Device” membuat para pembalap non Ducati mulai buka suara. Seperti Fabio Quartararo yang menurutnya sekarang semakin berat dan melelahkan….

“ Aku rasa semakin melelahkan dan berat buatku. Pada tahun 2019, yang harus kamu lakukan sebelum start hanya menekan tombol launch control dan tinggal gas. Sekarang kamu harus memeriksa banyak hal. Mungkin memberikan sedikit efek tapi menurutku segala perangkat ini sudah terlalu berlebihan…” keluh Fabio. Tapi penuturan Fabio dibantah Pecco yang menurutnya bukan hal rumit sehingga kenapa harus dipermasalahkan ?

iklan iwb

Menurutku bukan hal yang perlu diributkan. Bagiku tinggal tarik tuas dan selesai….itu menurutku…” seru Pecco. Namun senada dengan Fabio, Joan Mir setuju atas opini Fabio…

” Aku setuju dengan Fabio. Perangkat in menjadi terlalu berlebihan. Kami semakin kencang di trek lurus, sebentar lagi kami masuk teritori 370 km/jam namun kondisi sirkuit justru tidak berubah. Disisi lain pabrikan berlomba-lomba mencari akselerasi tertinggi. Jika kamu menggunakan perangkat ini, semuanya menjadi lebih mudah, tentu saja. Tapi sekaligus juga makin berbahaya untuk keselamatan…..” tukas Joan Mir. Selain Mir, Marc juga menjadi pembalap yang sudah tidak setuju sejak awal perangkat ini…

“Dari sudut pandangku, itu adalah sesuatu yang harus kamu hapus di masa depan. Aku mengatakan itu ketika aku kembali dari cedera tahun lalu, jadi aku berdiri dengan pembalap yang tidak menyetujui alat ini. Sebagai pabrikan, kalian selalu ingin lebih, lebih dan lebih. Dengan perangkat holeshot kami semakin cepat, prosedur awal semakin sulit. tapi tidak membuat pertunjukan makin menarik. Oke, itu prototipe, tapi motor jalanan tidak membutuhkannya. Kami mencoba untuk memiliki zona run-off yang lebih besar dan lebih besar tapi sebaliknya kami juga terus meningkatkan akselerasi yang berpotensi menambah resiko. Jadi alat ini tidak masuk akal untuk masa depan…” tutup Marc. So…apakah Dorna akan goyang dengan keluhan riders non Ducati ? kita lihat saja dimasa depan cak….(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

21 COMMENTS

  1. Fabio emang koplaque. Kek batu aqal fakaruna nya, membatu gak bisa Nerima hal baru.
    Beda banget sama MM93 yang cerdas, biasa adaptasi, gak sombong malah mau belajar terus.

  2. Yup, buat balapan jadi lebih menarik dengan aksi salip menyalip seperti dulu…

    Bosan liat turing dan towing di motogp…

    Jujur saja lebih senang melihat balapan moto3 daripada motogp… Sekarang ini…

    • Lah jaman dulu malah Lbh bosan lagi,,Skali unggul malah makin jauh,jarak 1-10 bahkan sering sampe 50 detik,,jaman skrg malah Lbh seru karena 1-10 kadang cuma berjarak 10-15detik

  3. Ducati emang jos soal inovasi,tapi inovasinya belum mengantarkan pembalapnya merebut juara dunia,hanya stoner yg bisa,vr46 aja kojel kojel bawanya

  4. Hol*sh*t device dan ride height adjuster fitur yg dibangga2kan dukoti tentu orang2 dukoti akan membelanya.

  5. Bagusan start sambil hongat2 dan ngesot ditikungan kluar asap, itu baru mantap. Msa nonton bakal jdi kek nonton video game, bosen gaezzz

    • Juara hibahhhh…
      Itu yg diingat oleh banyak orang. Juara tanpa partisipasi penuh sang penjinak kebuasan mesin RCV 😆

  6. Mungkin balik ke regulasi ECU pabrikan lebih baik ketimbang invest di aero-kit dan RHA. Habisnya duit jg banyak! Ratusan atau bahkan ribuan jam diperlukan untuk pengetesan di wind tunnel, hanya untuk setting fuungsi sayap yang semakin membuat bentuk motor MotoGP sekarang semakin jelek. Satu item saja (ECU) bisa mengatasi masalah di banyak sektor. Lagipula, hasilnya bisa diaplikasi di motor harian di masa depan.
    Atau pakai ECU yg sekarang, tapi tanpa Aero dan RHA. Dijamin makin seru!

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama