Iwanbanaran.com – Cakkkk…Andrea Dovizioso (WithU Yamaha RNF MotoGP Team) tampil mengecewakan pada balapan pembuka Lusail, Qatar. Dovi yang mempunyai trek rekor baik di trek kebanggan warga Doha justru hanya menyelesaikan balapan di posisi ke empat belas…..

Akhir pekan yang sulit datang menghampiri Andrea Dovizioso di GP Qatar. Yupss cakkk, Dovi memang belum mendapatkan feeling yang baik dengan YZR-M1 2022, ini terbukti dengan hasil yang ia dapatkan sejak Free Practice 1 hingga kegagalannya menembus Qualifying 2.

Pembalap berpaspor Italia tersebut hanya menempati posisi start ke dua puluh satu. Setelah lampu start padam, di Lap pertama Dovi sedikit membaik dan sempat naik beberapa posisi, namun keadaan semakin buruk saat ia mulai merasakan masalah dengan tekanan ban Depan, Dovi semakin kesulitan untuk melaju kedepan dan harus bersusah payah mengendarai motor dengan keadaan yang tidak ideal cakkk.

iklan iwb

Setelah berjuang dengan ketertinggalan dalam hal Top Speed, doi mencoba mengeluarkan performa performa terbaiknya diatas M1, Dovizioso mengatakan dengan jelas bahwa permasalahan utama yang ia hadapi pada balapan adalah tekanan ban depan. Bahkan dengan masalah tersebut doi nyaris dlosor tiga kali dan melebar dua kali….

Dovizioso akhirnya menyelesaikan balapan di posisi ke empat belas, dengan sedikit keuntungan mengingat banyaknya pembalap yang DNF, tentu ini bukanlah hasil yang diinginkan sang Runner up MotoGP tiga kali tersebut. Terlebih ini terjadi di trek Lusail yang merupakan salah satu trek favoritnya.

Dovizioso dengan jelas mengatakan jika ia tidak bisa bahagia dengan hasil yang dicetak pada balapan pembuka ini cakkk. Namun ia dan tim akan mempelajari lebih lanjut agar kedepannya lebih kompetitif.

Kami (Yamaha) jelas tidak dalam keadaan baik-baik saja. Aku tidak bahagia dengan hasil ini. Pada awal balapan, aku mendapatkan beberapa posisi (naik beberapa posisi), tetapi aku mendapatkan masalah dengan tekanan ban depan dan aku tidak bisa menghentikan motor, aku hampir jatuh tiga kali dan keluar dari trek dua kali,” ujar Dovi melalui crash.net. Dovi mengatakan baru bisa merasakan gejala tekanan ban aneh mulai berkurang setelah melaju sendiri….

“Aku kehilangan banyak waktu, tetapi setelah itu ketika aku sendirian (tidak berada dalam grup), tekanan ban depan sedikit dapat diterima, aku bisa menekan lagi dan mulai mencatatkan waktu dengan normal,” serunya. Dovi sendiri seperti frustasi dengan kondisinya sekarang mengingat penyakit tekanan ban tidak wajar juga menjangkiti Fabio Quartararo….

“Bagaimanapun, kecepatanku masih belum bagus, Aku harus mengendarai motor dengan cara tertentu, meskipun pada akhirnya aku tidak bisa cepat. Aku tidak bisa puas tentang itu, jadi kami harus belajar dan mencoba memahami apa yang harus kami lakukan.” tutup Dovi. Semangattt Doviii…..(CB iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

11 COMMENTS

  1. Tekanan ban depan kurang ideal, why this happening??? sekelas balapan brgengsi dunia MotoGP apakah miss perhitungan oleh tim, atokah faktor tractions dg aspal yg tiba2 merubah tekanan ban disaat race? knp ini trjadi saat Yamaha sdg ‘terpuruk?’ come on ….

    • FYI tekanan yg dimaksud itu tekanan downforce di roda depan gara2 winglet bukan tekanan anginya ngab… 🤣

    • Duh jangan asal koment ngaaaab.isin 🤣.yang di maksud itu tekanan winglet ke ban depan 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣.

      • Maka dari itu. Bahkan di FB ada yg bilang yahama disabotase, dikasih ban KW yg tekanan anginya naik sendiri wkwkwk

  2. Yahh memang sedang tidak baik baik saja
    Ducati udah lebih kencang di tikungan begitujuga honda apa lagi suzuki udah kencang di tikungan di lurus juga kencang

  3. Fumiyem & FBY koar2 di FB seolah yahama disabotase dorna, dikasih ban yg tekanan anginya bisa naik sendiri 🤣🤣🤣 WTF???
    Padahal tekanan ban disini maksudnya tekanan downforce bukan angin ban

  4. Wajar. Improve Yamaha melihat kemaren jurdun hibahan merasa upgrade minor itu gampang. Sisanya upgrade blunder

    Eh lawanya malah beda. Bahkan Aprilia aja bisa nabokin Yamaha

    Wkakka

    Balik jadi lossing team

  5. anomali tekanan ban juga dirasakan pembalap lainya,, tapi nggak semuanya,
    tapi untuk M1 mengalami stuck di top speed, jadinya tidak bisa bersaing dengan Suzuki ducati dan honda

  6. Lohhh.. Kata ef benyek.. Motor nyaman?
    Apalah guna tuh motor kl udah gitu? Udah lemot, gak nyaman pulak..
    Buang aja, dov.. 🤣🤣🤣

  7. Tekanan ban depan kemungkinan adanya pengaruh angin Turbulensi dari beberapa pembalap di depannya, shg ban depan spt berjalan agak zig zag

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama