Iwanbanaran.com – Caakkk… Seperti yang kita ketahui, Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) mengawali race pembuka MotoGP 2022 dengan hasil buruk. Doi gagal menyelesaikan balapan alias DNF karena crash serta melibatkan Jorge Martin (Pramac Racing) yang sama-sama menggeber motor Ducati. Doi mengakui kesalahannya karena melibatkan Jorge Martin. Namun di lain hal, Pecco juga menyalahkan Ducati atas cara mereka mempersiapkan paket motor untuk menghadapi MotoGP 2022…

“Dulu tidak seperti ini. Kami memiliki tim satelit, tim independen, yang bekerja lebih banyak dalam hal ini. Aku bukan tes rider, Aku di sini untuk menang. Aku di sini berkonsentrasi untuk balapan dengan cara terbaik dan kami hanya punya waktu lima hari dan itu dilakukan untuk pengujian, tentu itu bukan akhir pekan balapan. Pengaturannya tidak tepat untuk trek, elektroniknya tidak tepat. Kami tidak siap. Mereka bisa memberi kami sesuatu yang lebih baik, tetapi jika kami tidak punya waktu untuk beradaptasi, kami tidak bisa melaju lebih cepat,” ujar Francesco Bagnaia via motosan.

Yup, Pecco mengungkapkan unek-uneknya kepada Ducati terkait waktu yang banyak dilakukan untuk pengujian dan bukan untuk menyesuaikan adaptasi Pecco dengan motornya. Dengan begitu, doi berujar jika kedepannya terus seperti ini maka akan lebih sulit untuk kompetitif dalam upaya meraih pencapaian lebih daripada MotoGP 2021… “Jika kami memutuskan untuk bekerja seperti ini, jelas akan lebih sulit untuk mencapai hasil seperti tahun lalu. Aku benar-benar harus berkonsentrasi untuk menyesuaikan gaya balapku dengan motor,” tambahnya.

iklan iwb

Menanggapi keluhan Pecco, Davide Tardozzi selaku manajer Ducati tidak marah dan atas nama Ducati ia meminta maaf kepada Pecco karena telah melakukan kesalahan dalam mempersiapkan semuanya untuk menghadapi MotoGP 2022…

“Apa yang terjadi tidak dapat diterima dan itu adalah sesuatu yang harus kami pikirkan. Kami harus memahaminya dan mengkritik diri sendiri untuk mencoba memulihkan semua masalah. Kupikir kami telah membuat beberapa kesalahan dan kami tidak akan mengulanginya. Kami 100% percaya kepada Pecco karena dia akan berada di Ducati selama tiga tahun ke depan. Kami akan memberi apa yang dibutuhkannya, terutama untuk fokus beradaptasi dengan motor sehingga dia bisa menjuarai lebih banyak balapan,” tutup Davide Tardozzi….(RA iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

6 COMMENTS

  1. Tardozi apakah seorang petualang seperti Suppo?
    Suppo berani lintas pabrikan italia-jepang .
    Mungkin menarik jika mengamati gaya 2 orang ini Suppo vs Tardozzi dalam mengelola strategi tim mereka

    • Bagaimana beliau mengucapkan permintaan maaf tersebut?
      Sambil makan via telpon? Sampai nyembah-nyembah segala? Dikompensasi dengan duit?
      Semuanya masih jadi misteri sobz bro sekalian 👍🙏💪🇮🇩

  2. Serba repot regulasi MotoGP yg sekarang. Karena potensi uang dan SDM bukan segalanya. Pengembangan radikal tak boleh dilakukan saat musim berjalan (kecuali tim yg punya hak KONSESI).

    Seharusnya Ducati hanya memoles paket 2021 dan pengembangan mesin pada jeda musim agar para pembalap bersama kru mekanik punya waktu untuk penyelarasan setting.

    Tapi au aaahhh eulabp.. euy…

  3. Wkwkwkwk…. pebalap muda banyak lagu, tes rider bisa juga dijadikan ajang adaptasi,… Aneh dgn pembalap muda kini banyak cincongnya….😄😄

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama