Iwanbanaran.com – Cakkkk…Motogp Qatar telah usai. Namun race dengan kompetisi level yang sangat tinggi ini memberikan gambaran kepada Fabio bahwa posisi mereka tahun ini sangat sulit. Lambatnya motor Yamaha dilintasan lurus menjadi konsen Fabio yang tanpa sungkan mengatakan ” ini adalah bencana” pasca race Qatar. Simak detil penuturan Quartararo berikut ini….

Fabio Quartararo bertarung dengan senjata “tumpul” pada race pembuka musim 2022 di Qatar. Nyeseknya cak, Fabio kehilangan satu posisi dari Zarco ketika memasuki garis finish dikalahkan oleh Johann Zarco (Ducati). Celakanya lagi doi finish dengan gap diatas 10 detik dari sang pemenang dan ini membuatnya gelisah. Dengan posisi ke-9, juara dunia Quartararo mengakui ini adalah hasil terburuknya sejak GP Spanyol pada 2021….

” Aku memiliki start yang sangat baik. Namun pada awal lap kedua, aku merasa tekanan angin di ban depan terlalu tinggi, yang berarti performa ban sangat buruk sejak awal. Aku berharap memiliki kecepatan yang lebih baik, tapi ini sudah maksimal. Aku tidak bisa berbuat apapun. Ketika kita di belakang pembalap lain, tekanan ban meningkat itu normal. Tapi bencana yang harus kita hadapi tanpa slipstream pun, tekanan ban masih tetap tinggi. Kami perlu mencari tahu kenapa itu terjadi..” keluhnya…

iklan iwb

Dengan hasil Qatar ini celakanya Fabio mulai ragu dengan performa Yamaha. Doi membayangkan jika kondisi motornya tidak membaik, sangat sulit bisa kompetitif disisa musim 2022…

“Produsen lain seperti KTM, Honda dan Ducati melakukan pekerjaan yang hebat selama musim dingin dan ini adalah hasil kerja keras mereka. Ingat…kita memenangkan kedua balapan di Qatar tahun lalu dan sekarang sangat gapnya sangat jauh di belakang, itu membuatku banyak berpikir….” keluhnya. Sebagai informasi cak, tahun lalu Quartararo dan rekan setimnya saat itu, Maverick Vinales, memenangkan dua balapan di Doha. Namun sekarang terlempar dibelakang semua. Bahkan Morbidelli juga hanya bisa finish di posisi ke 11 dengan gap sampai 16 detik….

Last….Fabio mengeluh dengan lemahnya top speed M1. Ketika ditanya apakah kelemahan tersebut membuatnya enggan memperpanjang kontrak Yamaha buru-buru? Quartararo menjawab: “Tujuan nomor satuku adalah memenangkan balapan. Yang paling penting bagiku adalah memiliki motor terbaik…motor pemenang. Aku pasti akan memperhitungkannya. Dan jujur sekarang aku tidak memiliki percaya diri terhadap motor. Tetapi tugasku adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin di setiap balapan dan memberikan kemampuan maksimalku, terlepas dari apakah aku berjuang untuk kemenangan atau hanya posisi ke-15…” tutup Fabio kecewa. So…semangat Fabiooo, salam semakin didepan dongg…gazzz (iwb)

Hasil MotoGP, Doha, 6 Maret:
1. Enea Bastianini, Ducati, 22 lap dalam waktu 42:13.198 menit
2. Brad Binder, KTM, +0,346 detik
3. Pol Espargaró, Honda, +1.351
4. Aleix Espargaró, Aprilia, +2.242
5. Marc Márquez, Honda, + 4.099
6 Joan Mir, Suzuki, +4.843
7 Alex Rins, Suzuki, +8.810
8 Johann Zarco, Ducati, +10.536
9 Fabio Quartararo, Yamaha, +10.543
10 Takaaki Nakagami, Honda, +14.967
11 Franco Morbidelli , Yamaha, +16.712
12 Maverick Vinales, Aprilia, +23.216
13 Luca Marini, Ducati, +27.283
14 Andrea Dovizioso, Yamaha, +27.374
15 Remy Gardner, KTM, +41.107
16 Darryn Binder, Yamaha, +41.119
17. Fabio Di Giannantonio, Ducati, +41.349
18. Raúl Fernández, KTM, +42.357
– Jorge Martin, Ducati, 11 lap di belakang
– Francesco Bagnaia, Ducati, 11 lap di belakang
– Miguel Oliveira, KTM, 12 lap di belakang
– Alex Márquez, Honda, 13 lap di belakang
– Marco Bezzecchi, Ducati , 16 lap tertinggal
– Jack Miller, Ducati, 16 lap di bawah

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

54 COMMENTS

  1. Quartararo yg sekarang beda dng waktu awal awal naik Yamaha, tapi sekarang mentalnya yang sdh berubah sdh down duluan, kalau menurut sy sepedanya tdk berubah.

  2. Kita liat dimandalika…jika disini yamaha juga ternyata kalah brarti musim ini bukan punyanya yamaha tapi ducati

  3. Pertama Taro disalip Rins di trek lurus (nyesek), kedua Taro disalip Zarco sebelum finish (nyesek). Alhasil Taro nyesek kuadrat cak, masa kalah sama inline kw?

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama