Iwanbanaran.com – Caakkk… Dalam sesi latihan bebas, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) belum bisa menunjukkan performa terbaiknya. Bukan tanpa kendala cak, doi merasakan motornya yang lebih lambat hingga 10 km/jam. Dengan situasi yang dirasakannya, Quartararo harus puas menyelesaikan FP2 di urutan ke-8 dengan catatan waktu 1 menit 53.906 detik. Bahkan saat kualifikasi doi hanya start diposisi 11. Kendala tersebut tentunya harus menjadi perhatian utama bagi Yamaha agar bisa kompetitif saat balapan berlangsung…

Quartararo berujar bahwa dirinya tidak akan mengeluh seperti sebelumnya. Namun di lain hal, doi juga sudah memikirkan race Valencia karena ragu dengan kemampuan motornya…

“Sekarang aku tidak akan mengeluh, walau aku pesimis bahkan sudah sejak di Valencia. Tidak ada yang bisa dilakukan, tetapi semuanya tidak normal dengan motor yang lebih lambat 10 km/jam,” ujar Fabio Quartararo via motosan. Ternyata bukan hanya masalah speed motor yang lebih lambat cak. Namun masalah lain terjadi pada traksi motor alias cengkraman ban terhadap aspal…

iklan iwb

” Aku memiliki masalah dengan cengkeraman di roda belakang, kami tidak memiliki traksi sehingga motor selalu kehilangan waktu saat tikungan keluar. Motor banyak bergerak tidak bisa diam, Aku sering merasa di limit. Kami harus bekerja untuk itu…” seru Fabio kecewa. Yang menarik cak…sindiran keras dialamatkan ke Yamaha atas performa Suzuki yang mengejutkan. Mesin inline 4 Suzuki menurutnya harus mampu melecut Yamaha untuk berbuat hal yang sama. Top speednya edian cak…..

“ Aku berharap Yamaha melihat apa yang telah dilakukan Suzuki dengan mesinnya. Aku juga tidak menyangka Mir dan Rins begitu cepat sejak hari pertama. Aku berharap untuk memulai dengan lebih baik. Tapi kami kekurangan tenaga dan masalah traksi ban. Sensasiku tidak buruk tapi aku lambat. Aku tidak memiliki feeling seperti tahun lalu. Apalagi rata-rata kami kehilangan 9-10 km/jam. Kami belum membuat kemajuan apa pun….

” Kami juga baru saja melewatkan sesi kualifikasi dengan baiki. Aku selalu memberikan 100 persen kemampuanku, tapi itu sulit. Aku kecewa dengan hasil kualifikasi. Aku tekankan bahwa aku hanyalah pembalap motor. Aku hanya bisa memberikan masukan dan selebihnya engineering yang bekerja. Satu-satunya strategiku untuk balapan nanti adalah memberikan segalanya. Mendorong dengan keras tapi itu tidak mudah karena pada saat yang sama aku harus memperhatikan keausan ban, ini akan sulit….” tutup Fabio. Byuhh kok mumet yo cak….gazzz semakin didepan semangatt yooo (RA iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

11 COMMENTS

    • Yang lain makin di depan…

      Yamaha ngos-ngosan…

      Karena engineer nya sibuk rebahan sambil perang komentar… 😂

  1. Beda tim beda pula pola pikir insinyur nya dalam mendevelop motor..sepertinya insinyur Yamaha kurang percaya sama kemampuan adaptasi pembalapnya..takut banget klo ditambah top speed nya motor jadi susah dikendalikan.harusnya tinggal bilang aja sama pembalapnya “oke kita tambah top speed tapi ente kudu jurdun lagi bijimane?”

  2. ayoo semangat tim Yamaha, dan semoga Suzuki meraih podium di awal musim tahun ini, giassss!! 🔥

  3. tanda tanda kehancuran yamaha sepeninggal eyang vale… dikandani ora percoyo… awal mula dna crossplane hanya simbah rossi yang tau arahnya.. enginner nya lho.. hmmm..

  4. Kira-kira apa yg menjadi pembeda crossplane yamaha dengan suzuki secara teknis? Mengingat yamaha sudah lama pake konfogurasi crossplane harusnya udah hatam dan mudah problem solving top speed seperti yg dilakukan suzuki.

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama