Iwanbanaran.com – Cakkk….mood Fabio sepertinya kurang bagus pasca tes Mandalika. Walau performanya sangat baik namun menurut Fabio, setiap jengkal ban berputar adalah on limit. Itulah yang saat ini menjadi alasan kuat Fabio untuk menekan Yamaha dengan kalimat yang cukup keras. “Yamaha harus kembali kepabrik mereka memecahkan semua masalah yang aku rasakan, tidak ada jalan lain…” tegasnya. Waahhh ini sih menekan Yamaha bener cak…

Performa Fabio di Mandalika termasuk bagus. Walaupun tidak mampu menjadi yang terkencang namun Fabio sukses dua kali merangsek tiga besar. Yup…Quartararo menyelesaikan tes Mandalika di tempat kedua, tampak membaik seiring berjalannya waktu, dan untuk long run pembalap Yamaha ini juga menonjol. Tapi ternyata hal itu tidak membuat Fabio puas. Kenapa ?

Karena menurutnya….dia melakukan semua dengan banyak risiko. Semua on limit itu yang membuatnya gelisah. Fabio merasa tidak puas dan menekan Yamaha supaya bisa berbuat sesuatu jika ingin tetap mampu tampil bagus di musim 2022…

iklan iwb

“ Aku tidak tahu di mana kami bisa berkembang. Aku hanya merasa ban depan banyak bergerak tidak mau anteng, roda belakang juga berputar on limit, maksudku semua sudah maksimal tidak bisa lebih. Jadi aku harapkan Yamaha segera kembali ke pabriknya…memperbaiki banyak area termasuk power. Jujur aku merasa melakukan semua sudah pada batasnya….” serunya. Apa dia harapkan dari New M1 nanti ?

” Setiap saat aku harus menggeber motor on limit dan itu tidak benar. Turun ditrek dengan kondisi tersebut sangat sulit. Aku bukan engineering dan aku harapkan Yamaha bisa melakukan sesuatu termasuk horse power…” tutupnya. Yup…betul-betul kental dan sangat kuat cak tekanan yang diberikan Fabio pada Yamaha. Sepertinya ada kesengajaan dari Fabio mengingat rumor sangat kuat ada beberapa tawaran pabrikan lain untuk menarik Fabio. Tapi soal ini Meregalli (Tim Manajer Yamaha) menjawab…

” Kalian tahu apa yang kalian miliki, dan kami juga tahu apa yang kami miliki.  Kami selalu bekerja dengan baik dengannya (Fabio), kami yakin akan terus bekerja sama..” tutup Meregalli. Isunya Yamaha sendiri sudah mengamankan posisi Franco Morbidelli dengan kontrak yang berjalan hingga 2023. Namun Fabio masih menolak karena doi ingin melihat performa Yamaha dimusim ini. So, Fabio kembali tekan Yamaha…. kontrak terancam ?? kita lihat saja nanti dimasa depan cak….(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

17 COMMENTS

  1. Wajarlah Taro pengen sesuatu yg lebih dari yg dia dapatkan saat ini..secara dia adl juara dunia. Apalagi tau inline4 Suzuki dah bisa jabanin top speed V4..kalo kecewa gua yakin ini musim terakhir dia di Ymh
    Ayo Taro pindah pabrikan…ikut jalan si mbah jgn ikut Marquez yg cuman betah di 1 pabrikan.
    Yo bisa yo…? Bisalah

  2. Mau naik gaji saja tebakan saya. Kemarin ngeluh tapi bisa push pos 2. Semua pembalap kemarin juga on limit emang ada yang sengaja pelanin. Cara ini ada dua hal…satu yamaha mrasa tertantang lalu bkin mesin yang lebih powerfull 2 yamaha mrasa tersinggung dan gak perpanjang kontrak fabio. Secara toprak dah siap siap kemotogp 2023. cmiiw

  3. Mgkin dia pngen rileks tp kencang. Solusinya mgkin ke haerce . Tapi klo tahun ini dia bisa jurdun lagi pasti ada paradigma lain bahwa power without control is nothing. Smentara mesin V skrg kencang di tikungan, jdi klo taro kalah th ini ya emg wajar dia blg bgitu pancen yo segitu adanya M1.

    • Tujuan pembalap meraih gelar sebanyak-banyaknya, bukan bertualang pindah pabrikan untuk trial & error. Btw. Apalagi Honda yang selalu jadi incaran setiap pembalap, gaji gede motor kompetitif.

  4. Males liat pembalap banyak ngeluh gini, mundur aja lu jarwo quat raro. Kita lihat tim mana yg mau mungut lu tahun depan.

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama