Iwanbanaran.com – Caakkk… Tes pramusim hari kedua MotoGP Mandalika 2022 telah berakhir dan Luca Marini (Mooney VR46 Racing Team) berhasil keluar sebagai yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 31.289 detik. Hal ini berbanding terbalik dengan juara dunia musim lalu, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) yang bertengger di posisi ke empat dengan catatan waktu lebih lambat 0.275 detik dari Luca Marini…

Fabio mengungkapkan bahwa dirinya sudah berada di trek dengan kondisi terbaiknya. Namun masalah terjadi pada ban baru yang membuat kecepatannya menurun cak. Tetapi, ketika menggunakan ban bekas justru kecepatannya mulai membaik. Dengan performa yang kurang mumpuni pada hari kedua, Quartararo berharap bisa lebih baik pada tes pramusim hari terakhir di Sirkuit Mandalika…

“Aku sudah berada di trek dengan sangat baik. Dengan ban baru aku tidak secepat yang kuharapkan, tapi aku mampu mengatur kecepatan yang kuat pada ban bekas. Aku sedikit kurang dalam kecepatan ketika melakukan time attack (pencarian waktu terbaik), tetapi kupikir kami masih bisa berkembang pada hari Minggu. Kondisi di trek semakin baik, jadi sesuatu masih mungkin terjadi pada hari ketiga,” ujar Fabio Quartararo via speedweek.

iklan iwb

Terkait dengan performa Yamaha YZF-R1, Quartararo mengungkapkan bahwa motornya tidak mengalami kemajuan apapun. Doi berujar bahwa tidak bisa meningkatkan performa motor menjadi lebih baik karena dirinya bukan seorang insinyur. Yup, yang bisa dilakukan Quartararo saat ini yakni berjuang sekeras mungkin dengan motornya yang belum mengalami peningkatan bahkan doi mengatakan top speed YZR-M1 berkurang 9 km/jam…

“Aku akan mendapatkan segalanya di tahun ini. Motornya (YZR-M1) tidak cukup bagus, aku tidak bisa mengubahnya karena aku bukan seorang insinyur. Aku hanya bisa mendorong diriku hingga batasnya dan berjuang untuk kejuaraan sekeras yang aku bisa. Saat ini, aku harus mengatakan Yamaha belum membuat kemajuan yang kuharapkan. Tentu saja kami masih bisa meningkatkan sesuatu, tetapi kami harus menyesuaikan diri dengan basisnya. Rata-rata kami kehilangan sembilan km/jam. Kami belum membuat kemajuan apa pun,” tutup Fabio Quartararo saat penutupan hari 2 tes Mandalika. Semangatt Fabioooo !! (RA iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

22 COMMENTS

  1. kurang 9 aja ngasepin ngundampas dan ducarot sampai juara dunia, gimana kalau setara. sultan yamama ternyata masih berbaik hati ngasih pabrikan gurem ngundampas supaya ga mungutin akik mulu

    muehehehehehe zluuuubhh 😂😂😂😂🤓🤡🤡

    • hahaha juara baru 1 kali ajaa, itu juga akibat dicati bagus d musim kedua doang… coba kalo dari awal musim si FB bagus dari awall . gimana gelisahnya itu pabrikan dan FQ …

      secara skrang aja banyak ngeluh, minta power, minta top speed yang akhirnya ya gitu dehh.. mikrofon berbicara..

      • Tambah CC + VVA jadi 1005 CC, terbukti power naik kayak R155 yang pake mesin matic yang paling besar CC di kelasnya.

    • Apaaa??? Yamaho sultan???
      Lu mabok yaa?
      Sultan koq beli kaliper rem asli aja gak mampu sampai harus ditalangi dovi..
      Hoekkkk 🤣🤣🤣

    • Jangan bilang ngasepin2 chuakzzzz coz teknologi motogp konon diterapin di plodak masspro. Kalo motogpnya aja ngasep gimana masspronya? Ngoahahaha

  2. atas ane bicara sultan, penjualan dunia aja masih kalah dengan motor china. urutan ketiga
    ko bisa yah ngaku sultan?

  3. Jangat menyesatkan wan! Top speed bukannya berkurang, tapi SELISIH dengan lawan yang 9 kpj, tahun ini M1 mungkin naik topspeednya tapi lawan jg sama2 naik jd selisihnya tetap sama2 9 kpj spt tahun lalu.

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama