iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk….ban adalah core penting Motogp. Ban menjadi kunci kemenangan bagi para rider jika ingin tampil cemerlang di tiap balapan. Oleh karena itu diperlukan setingan yang tepat agar motor klop dengan ban. Jika tidak berhasil ? kejadian Fabio dimasa lalu bisa menjadi pembelajaran betapa pentingnya ban di Motogp. Melesat didepan namun karena masalah ban langsung kedodoran. Nah…dalam artikel special ini IWB ingin membahas tentang ban Motogp. Kenapa ban Motogp memang khusus dan betapa sadisnya tekanan yang diderita ban ketika race, inilah bedah rahasia ban Motogp yang tidak pernah diulas secara detil…

Ban Motogp memang spesial cak. Motogp sebelumnya sempat dikuasai Michelin sebelum Bridgestone begitu perkasa ditangan Casey Stoner. Tahun 2007 adalah duet maut persaingan karet bundar antara produsen Jepang melawan Perancis. Bridgestone menggandeng Ducati sedang Michelin dipakai banyak rider termasuk Valentino Rossi – Yamaha. Dan ditahun 2007 tersebut Ducati-Stoner tak tersentuh. Stoner menjadi juara dunia sehingga Rossi bersikeras ganti ban Bridgestone agar bisa mengalahkan Casey. Ban yang sama dan pertarungan yang imbang pula. Keinginan Rossi baru diluluskan Yamaha ditahun 2009…

Yup….dari 2009 hingga 2015 Valentino Rossi cemerlang bersama Yamaha – Bridgestone. Walau sempat hengkang ke Ducati namun Vale selalu pakai ban Jepang. Kuwi sekilas tentang sejarah ban yang ternyata bisa menentukan kejuaraan dunia disamping performa motor dan paket lain. Nah, berhubung kita membicarakan ban, IWB akan bahas fakta perihal ban Motogp. Apa yang terjadi dan seperti apa ban Motogp ketika digunakan untuk race. So….berikut fakta tentang ban Motogp….

iklan iwb
iklan iwb

A. Berapa tekanan ban Motogp

Ban Motogp memiliki tekanan ban yang biasanya dipatok oleh supplier Motogp yakni Michelin (sekarang). Dan tekanan standart ban Motogp adalah 24,6 PSI depan serta 29PSi belakang. Lhoo kok cenderung kempes yak? betul cak, tekanan ban Motogp memang cenderung sedikit dibandingkan ban masspro. Karena ban tsb akan mendapatkan pressure sangat besar dan melibas kecepatan tinggi sehingga potensi pemuaian juga luar biasa. Oleh karena itu dengan tekanan ban yang cenderung rendah akan memberikan ruang jika terjadi pemuaian

B. Berapa ukuran velg Motogp ?

Sebelum 2016 adalah 16,5 inch namun setelah Michelin masuk diganti menjadi 17 inch

C. Tekanan ban selama Race !

  • Selama akselerasi menuruni jalan lurus, ban belakang mendapatkan gaya tekan sebesar 2200 Newton atau setara dengan 224 kg force
  • Saat berhenti mendadak, ban depan mengalami gaya lebih dari 2500 Newton atau 254 kg
  • Saat rebah dinding ban mendapatkan tekanan sebesar 2000 Newton lebih atau setara 203 kg. Luar biasaa to..

Yup…kuwi sekilas ban di Motogp, betapa pentingnya ban dan krusialnya karet bundar. Dan betapa kenthirnya ban mendapatkan pressure ketika digunakan melaju pada kecepatan tinggi saat race. Btw…seluruh data diatas dirilis oleh Michelin. Untungnya cak bobot motor Motogp hanya 157kg sehingga nilai tekanannya bisa dipangkas. Sebab semakin berat bobot maka tekanan ban juga makin menggila. Piyee dari sini wis paham pakdee ? (iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

10 COMMENTS

  1. Velg 17 ya tp ban sbesar pohon kelapa. Cak webe btw itu velg beat yg model baru kadang susah bgt melepas ban nya, sisinya yg datar bikin ban susah ditekan ke tengah saat mo nyungkit. Paling enak tu velg beat lawas dan vario lawas

  2. Sayang…motogp sekarang pakai suplier ban tunggal. Padahal Bridgestone dan Dunlop tidak kalah dari Michelin yang banyak masalah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here