iklan iwb

Iwanbanaran.com – Caakkk… Lin Jarvis baru-baru ini menuturkan kelegaannya karena Yamaha sudah berhasil meraih gelar juara dunia MotoGP sejak terakhir kali gelar tersebut duraih bersama Jorge Lorenzo. Hal lain yang membuatnya lega yakni Yamaha berhasil keluar dari keterpurukan yang menimpanya terkait masalah teknis YZR-M1. Kemudian bersama rider asal Perancis, Yamaha kembali bangkit dan menunjukkan taringnya cak. Bersamaan dengan itu, bos Yamaha tersebut mengungkapkan kelebihan yang dimiliki Quartararo saat berada di box Yamaha…

“Setelah lima tahun tanpa keberhasilan, sungguh luar biasa bisa menjadi juara dunia lagi” serunya. Kemudian doi sedikit membeberkan kelebihan rider andalannya, Fabio Quartararo… “Ketenangannya. Tahun lalu aku sering frustrasi dan marah. Musim ini, bahkan di masa-masa sulit, dia (Fabio) tidak marah. Kami telah menangani masalah yang muncul dengan kedewasaan. Dia tetap fokus pada tujuannya, mencetak poin ketika dia membutuhkannya. Dia menerima gagasan bahwa segala sesuatu tidak selalu berjalan sesuai rencana. Dia selalu berhasil membuat yang terbaik dari berbagai situasi yang muncul. Ini adalah musim ketiganya bersama Yamaha” ujar Lin Jarvis via motosan.

Terlepas dari itu semua cak, Lin Jarvis menceritakan hal yang sudah berlalu yakni ketika Maverick Vinales masih berseragam Factory Yamaha. Doi memberitahukan sikap yang dilakukan oleh Vinales sehingga membuat seluruh anggota tim pabrikan Yamaha berpikir dua kali untuk mempertahankannya…

iklan iwb
iklan iwb

“Pada prinsipnya, Maverick dan manajemennya berkomitmen untuk melakukan semuanya dengan baik dan menyelesaikan kejuaraan. Lalu tugas kami meyakinkan bahwa kami akan terus mendukungnya sampai akhir musim. Empat minggu kemudian, setelah liburan musim panas, bencana Grand Prix Styrian melukaimu. Kisah ini hanya menggaris bawahi kerapuhan mereka. Kemudian balapan dihentikan karena jatuhnya Dani Pedrosa akibat kebakaran. Setelah prosedur start kedua, dia start dari grid dan hasilnya bikin dia hancur…

“Tapi ini adalah balapan, dan seorang pembalap harus menghadapi masa-masa sulit. Frustrasi dan kemarahan membuatnya berperilaku dengan cara yang tidak dapat diterima oleh tim profesional. Dari sana, mengingat data dan bukti yang kami miliki, kami tidak punya pilihan selain menangguhkannya. Dan pada dasarnya, itu merupakan sebuah akhir dari segalanya” tutup Lin Jarvis….(RA iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

6 COMMENTS

  1. Rossi juga out of the team!!!
    Hot motoGP news……
    Rossimin Lejen Melempem yang tidak bisa diteladani. Skill cuma tendangan goib sepang 2015.
    Hanya RCV yang bisa menirukannya dengan sepak lurus pemutus tulang humerus bikin alien pasang selang infus jerez 2020.
    Hadeuuhhh…….. Kek bocil aje

    • Betul sekali, VR46 pun terdepak. Tidak cukup keluar dari team. Tapi keluar dari seluruh aktivitas motogp.
      Ngennest tuhh Tapiro Uno

        • Sepertinya kehidupan rossi jauhhhhhhhh biangetttttt lebih baik dari hidup kalian deh…ngapain kalian kasihan sama dia? Aneh aneh saja…

  2. Ahhh.. Bilang aja takut dipermalukan vinales dgn geber motor yg berpotensi bikin mledhug. Kan emang rawan mledoogh tuh ngemwan..
    RCV udah sering koq diblayer secara brutal sm pembalapnya.. Aplg marc yg tiap lewatin garis finis pasti bikin RCV-NYA teriak maksimal.
    Dari situ udah jelas mana yg ahli bikin mesin dgn msh belajar 🤣🤣🤣

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here