iklan iwb

Iwanbanaran.com – Caakkk… Casey Stoner menilai MotoGP era sekarang terasa kurang menarik mengingat banyaknya perangkat elektronik yang tersemat pada motor prototipe yang menjadi andalan setiap rider MotoGP tersebut. Bahkan jika memiliki kesempatan, doi sangat ingin mengubah peraturan teknis di kelas tertinggi MotoGP. Menurutnya kangbro, terdapat beberapa bagian yang perlu dihilangkan dari MotoGP yang memang secara tidak langsung mengubahnya seperti mobil balap Formula 1 (F1) termasuk dari sisi elektronik…

“Aku ingin memiliki suara dalam peraturan teknis, jujur saja. Jelas akan ada kontroversi tetapi aku yakin ada elemen di sana yang tidak perlu. Tentu saja bukan masalah keamanan. Namun salah satu elemen yang kami miliki sekarang, pada dasarnya MotoGP telah berubah menjadi Formula 1 dan biayanya sangat mahal. Aku ingin melihat bagian-bagian tertentu hilang, termasuk dari sisi elektronik. Kupikir perlu ada pengurangan besar pada aspek ini” ujar Casey Stoner via GPOne.

Kemudian Stoner membeberkan dirinya ingin melihat motor yang lebih sederhana di MotoGP dengan perangkat elektronik yang lebih sedikit. Doi berpendapat bahwa hal ini akan membuat balapan lebih seru dan akan lebih banyak duel yang terjadi diantara para rider MotoGP…

iklan iwb
iklan iwb

Aku ingin melihat mereka meluncur, aku ingin melihat kesalahan yang dilakukan rider, aku ingin melihat orang-orang berjuang untuk mendapatkan grip dan meluncur keluar dari tikungan. Beberapa pembalap mungkin memulai balapan dengan sangat baik tetapi kemudian dengan pemilihan ban yang kurang tepat mereka mungkin tersalip dan orang-orang yang memulai lebih lambat akan maju ke depan…

“Itu semua akan terjadi dengan menerapkan beberapa peraturan yang berbeda. Itu tidak akan memakan banyak waktu dan kupikir menyalip akan benar-benar menjadi lebih baik daripada sekarang karena tidak hanya mengandalkan pengereman, seseorang harus masuk ke dalam karena mereka semua keluar dari sudut yang sama. Selain itu, set-up motor akan menjadi jauh lebih penting juga. Kupikir akan ada banyak elemen yang harus diubah untuk menghasilkan balapan yang luar biasa” tutup Casey Stoner…(RA iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

15 COMMENTS

  1. Elektronik harusnya cuma limiter pitlane sama red flag aja

    gak usah ada traction control, blipper, slipper clutch dll pokoknya raw powaah baby

    tapi konsekuensinya motogp bakal lebih lambat laptimenya dari wsbk

  2. Emang bener motogp era sekarang lebih ngebosenin dari dulu. Lebih bnyak turingnya, tp klo elektronik dihapus.. Gimana dg DUCATI??

  3. Elektronik untuk safety mungkin ok, tpi kek ride height device enggak demen sih, alasan demen MM karna gaya balapnya yg beda aja, seperti halnya rider” legend lainnya, sekarang aja jurdun Biasa banget, kek motor udh OK, aksi nyalip” kek terkesan ga greget

  4. Kayak kerasa udah di***r gt balapannya,, aksi salip menyalip ga greget sprt kata Stoner,, beda dngn jamannya Stoner-Lorenzo-Rossi-Pedrosa,, IMHO

    • Wajar dia ngmng gitu, emg doi jago, Rossi jg udh ngakuin doi rider yg susah dikalahin. Kritik/saran dari doi it is ok lah. Kalo ente yg ngmng gitu baru gak wajar. Hehe

  5. kenapa dulu stoner memilih pensiun dini aneh,eh sekarang complen masalah electronik,terjun lagi balapan atuh ner, atau bikin promotor balap motor tanpa electronik alias manual.!!!

  6. Casey plin plan. Dia hanya ingin menonjolkan membanggakan dirinya sendiri bahwa dahulu ketika ia jadi juara dunia, motor waktu itu belum serumit sekarang elektroniknya, belum sedetil sekarang perangkat keselamatannya. Dahulu dia mundur dari motogp alasannya bahwa olahraga ini sangat membahayakan, bahwa penonton bersorak sorai kepada kita para pembalap yang sedang bertaruh nyawa, baginya sangatlah tidak relevan dengan yg dipertaruhkan..

  7. Justru dengan kajian elektronik ini pembalap harus punya skil lebih. Tanpa elektronik pembalap harus punya skil dan feeling. Dengan elektronik pembalap harus punya skil, feeling dan penguasaan / pengendalian teknologinya.
    Lagian kalo gak pengen bantuan elektronik, silakan pake motornya Agostini atau balap kuda aja. Itu full skil

  8. Elektronik kan jadi andalan alasan pembalap senior yg kalah sama juniornya. Macam Rossi yg kalah sama Marquez, selalu bandingkan “kalo gak ada elektronik pasti gue yang menang”, atau “Lo juara karna elektronik”. Tapi Rossi gak ngaca, waktu dia juara, elektronik juga udah banyak berperan dibanding jaman Doohan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here