iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk…kalau kita perhatikan dari berita-berita media luar, Fabio Quartararo begitu getol menekan Yamaha guna meningkatkan top speed. Bahkan sounding enggannya Fabio memperpanjang kontrak buru-buru seakan menjadi pertanda betapa seriusnya sang juara dunia meminta Yamaha membenahi motornya khususnya soal power. Dan sepertinya sekarang semua media melakukan pembahasan tersebut, dasar yang sebenarnya tidak perlu terjadi jika Fabio sudi menengok masa lalu kenapa YZR M1 dianggap less power dibandingkan rivalnya. Dan inilah sedikit masalah yang dihadapi Yamaha…

Yamaha…pabrikan ini begitu menderita sebelum Rossi gabung mereka ditahun 2004. Honda kala itu begitu mendominasi sehingga selama 1 dekade lamanya Yamaha tidak mampu berbuat apapun (terakhir juara dunia 1993). Mulai dari era 2Tak yang dikuasai motor legendaris NSR500 hingga awal perpindahan Motogp 999cc era lewat hadirnya RC211V. Saat itu Rossi-Honda untouchable…ora tersentuh cak. Hingga friksi antara ROssi dan Honda mengemuka. Vale yang merasa tidak dihargai akhirnya menerima tawaran Yamaha yang saat itu digawangi Davide Brivio..

Yup…Briviolah yang berjasa meyakinkan Rossi bahwa Yamaha membutuhkan Vale. IWB baca via buku Biografi Rossi, satu kalimat yang membuat Vale yakin ke Yamaha adalah kalimat Masao Furusawa dan Brivio yang mengatakan…” Kami butuh bantuanmu Vale”. Dan itu sudah cukup membuat Rossi bertekad gabung ke Yamaha. ” Saat itu aku berpikir…sudah gila meninggalkan Honda, tim yang jelas akan memberikan motor juara di grand Prix. Karena pindah ke Yamaha adalah kondisi konyol disaat motor mereka tidak pernah memenangkan satu kejuaraanpun selama 10 tahun. Tapi mereka membutuhkanku..kalimat yang tidak pernah aku dengar dari Honda…” seru Rossi yang akhirnya resmi meninggalkan Honda di tahun 2004…

iklan iwb
iklan iwb

Tahun awal pengembangan ada beberapa opsi mesin yang ditawarkan bapak M1 Masao Furusawa. Yang pertama adalah mesin V4 Screamer..Inline 4 Screamer serta inline 4 bing bang. Semuanya memiliki karakter mesin berbeda dimana V4 Screamer paling powerfull. Namun tahukah sampeyan Rossi tidak menyukai model V4 Screamer karena sasis seperti kedodoran mempertahankan kestabilan masuk tikungan. Ledakan tenaga besar hanya mampu diredam ban selama 5 lap namun setelah itu motor goyang dompret. ” Ban motor selalu selip saat keluar tikungan karena karet sudah habis….” tukasnya saat itu. Dan bisa ditebak Rossi akhirnya memilih konfigurasi inline 4 big bang, mesin yang paling less power namun smooth…

” Kami terkejut Valentino memilih inline 4 big bang karena tenaga mesin paling kecil, tapi dia memang jenius…” seru Masao ketika itu. Dan semua terbukti cak….Yamaha langsung menjadi motor pemenang ditahun 2004. Welcom Afrika menjadi bukti bahwa pilihan mesin gen awal 999cc M1 tidak salah. Kunci kemenangan Rossi adalah menjaga grip ban dari awal hingga akhir dan itulah kenapa Yamaha akhirnya mampu menggeser dominasi RCV diawal 2004. ” Dengan mesin yang jinak aku bisa mengatur keawetan ban lebih baik, cornering speed lebih cepat (ditopang sasis bagus) sehingga konsistensi lap time bisa kita jaga sampai akhir….” tukas Rossi…

Yup…itulah fakta asli dan memang….sudah pilihan Yamaha diawal pengembangan bahwa mesin mereka less power namun halus. Secara spek dan konfigurasi mesin Yamaha nggak akan mungkin sekuat Ducati ataupun Honda lewat V4 nya. Mau dioprek kayak apapun ora iso cak…karena sudah DNA teknis mesinnya memang demikian. So…seharusnya Fabio nggak usah protes dengan top speed. Toh doi bisa mendapatkan cornering speed yang lebih baik yang tidak dimiliki Ducati ataupun Honda. Artinya semua memiliki plus minus. So Kalau bahasa kasarnya ” Take it or leave it…” iyo oraaa….

Sayang kelebihan Yamaha ini juga menjadi buah simalakama dimesin modern. Intervensi elektronik yang makin canggih membuat mesin V4 bukan lagi momok menakutkan bagi tim papan atas seperti Ducati. Justru kini dengan mesin Desmo serta ECU Magneti Marelli….mesin mereka terkontrol namun powerfull….

Sementara Yamaha yang sudah memiliki kelebihan jinak menjadi terlalu jinak sebab tidak ada elektronik yang mampu membantu ledakan tenaga karena power berasal dari “core” dapur pacu, bukan elektronik. Ini beda dengan mesin yang sudah powerfull, tinggal dicangkokin elektronik mumpuni maka setiap jengkal muntahan tenaga bisa dikontrol dengan halus namun meledak jika dibutuhkan. So…Kenapa Top Speed Yamaha YZR-M1 “memble” ? sudah core-nya dan harusnya Fabio jangan protes !! mau lebih bertenaga lagi ? kudu ganti konfigurasi mesin…baru bisa, kira-kira ngono cak…(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

61 COMMENTS

    • Saatnya yamaha revolusi ke V4.
      Dg ECU yg canggih pasti bisa kontrol power mesin.

      Berani evolusi mesin ga Yamaha?
      Klo mesin V4 yg powerfull bisa dikontrol oleh electronik, jinak dan berhasil terbukti.
      Siap² mesin inline akan ditinggalkan.

      Coba saja hitung dr motogp pakai mesin 4 tak, mesin V atau I, yg byk menangis he he… 🤭

    • Ekekek…..
      Haiiii….para fby jgn berkecil hati ya……
      Kenyataanya emang MICIN LEMOTE
      MuuuuUUUuuuuehehehe…….

      • ========================================
        Balapan MotoGP itu bukan sekedar gas pol trs paling banter.
        Balapan motoGP itu yang penting Juara Dunia. Semua ditentukan lewat pengumpulan poin.

        Aturannya itu cak
        ========================================

  1. Memble kok juara dunia? Wwkkwkw kalau top speed M1 dibikin kaya Ducati nanti yang balapan cuma M1 doang cak kaya jaman lorenzo vs Rossi wkwkww

  2. Yamaha juara :
    Motogp
    Wsbk
    Wss600
    MX2

    H? Amsyong cak marques mau pensiun dini, H global dikabarkan mau bangkrut pula hahaha….

    • Juara karna tidak mengalahkan yg juara.
      Macam rossi yg juara karna gak ada doohan. Begitu ketemu hayden dan stoner langsung mrongooooozzzz

      • Semua ada masanya dan memang begitulah kompetisi yg sehat. Ketika lu mulai nyaman akan disamber kompetitor yg terus berusaha melawan, bukan mem bully kayak congor murahan kayak elu but nothing. Kenyataan Embah bisa juara dg motor berbeda lu suka atau tidak. Skrg era young gun di baris depan dg seabrek teknologi terkini bersaing utk jd yg terbaik. Kita mah enjoy aja dan positif thinking, takut sakit hati kalau junjungan kalah 😅🤣

        • Kita gak nyongor murahan nih,
          Tapi intinya juara dunia sejati itu mengalahkan yang udah juara dunia berkali-kali. Bukan juara dunia karena juara dunia yang dikalahkan gak fit.
          rin, taro dan rosi pernah ngalahin pembalap juara dunia berkali2 ?

      • Rossi pd masa jayanya banyak mengalahkan pembalap top n juara macam Hayden,Stoner,Lorenzo.So akuilah secara gentle kehebatan n perjuangannya,begitu juga ketika Hayden,Stoner,Lorenzo bisa juara ketika eranya ada Rossi kala itu.

    • Logika yang aneh….markez kecelakaan trus cidera juga karna sedang mempertahankan gelarnyakan? Bukan sedang maen karambol atau sedang bikin kerupuk gadung…🤣🤣. Markez emang hebat tapi semenjak sering ditikung sama dovi dan Mir di tahun 2019 dia mulai insecure dan petaka terjadi di 2020…..

    • =================================
      Yg penting Juara Dunia cak.
      Dan itu ditentukan lewat jumlah poin.

      Wis rasah ngeyel, ATURANNYA CM ITU kok.
      Poin banyak yg menang.

      Kalo cuman balapan kencang-kencangan
      yaaaa…bikin aja DRAG-GP 10km.
      wkwkwkwkw
      =================================

  3. Intinya si setelah penyeragaman ECU Yamaha seperti kesulitan di pengembangan meski terbilang masih cukup kompetitif,beda sekali ketika masih pake ECU pabrikan mereka begitu kompetitif n bisa di bilang motor paling sempurna ketika itu seperti kata Matteo.Brarti mesin I4 memang kurang bersahabat dg ECU magneti marelli.

  4. Ya begitulah, lihat saja mbah oci, yg sering mempermasalahlan traksi ban M1 dri sebelum pindah ke petronas sampai pensiun, padahal katanya paling grippy di lintasan, poinnya bukan soal konfigurasi mesin, dan ya microfon disini bermain, dan mba oci harus menelan kenaifan sendiri, sampe pas pensiun merengek rengek biar dikasi NSR500, menjadi bukti motor powerfull lah yg bakal menang, sisanya rider yg mengendalikan

    • Ngempossss Cak 😂 155 Pea Pea udah nunduk2 Malam , dibantu turunan tetap saja 115 kmh

      149 CC kagak pake turunan…siang bolong pulak , bisa 118 kmh 😂

  5. buat yang bilang Yamaha curi teknologi Honda, tolong jawab pertanyaan saya.
    apa mungkin teknologi metalurgi suatu pabrikan bisa dicuri oleh pembalap atau mekanik, yang disebut curi teknologi itu seperti apa ya?
    masalahnya yang saya tw untuk mesin MotoGp sudah disegel sebelum digunakan, dan mekanik tidak bisa otak atik daleman mesin (dapur pacu). yang dikerjakan oleh mekanik hanya menyeting perangkat luar seperti seting pengapian, gigi rasio, suspensi dll

  6. Yah harus berubah cak, Suzuki aja yg online dan power diatas Yamaha, bisa jabanin Ducati tapi yah harus nge-push abis2an juga. Mau gak mau harus V4 kalo mau power lebih, tapi yang pastiny bakal susah, soalny harus develop dari awal lagi, sedangkan Honda dan Ducati udah dari awal pengembangan V4 dan Ducati yang saat ini paling stabil, Honda masih beringas,

  7. Mpoot 1 December, 2021 At 16:57
    Juara karna tidak mengalahkan yg juara.
    Macam rossi yg juara karna gak ada doohan. Begitu ketemu hayden dan stoner langsung mrongooooozzzz

    __________________________________________
    lupa ya, juara tahun kemarin siapa??
    apa tak ada mir dikompetisi 2021???
    ingat, 2021 markus lbh cinta tanah air drpd jurdun

  8. tidak semudah itu ferguso, mengganti mesin…. ini sih sepertinya intervensi tim lain agak yamaha mengganti plat form mesinnya ke mesin lain… lah wong lemot aja juara…. klo ganti mesin harus study lagi…

  9. Mantap cak pembahasannya artikelnya, jaman modern ini memang teknologi elektronik di motogp makin berkembang beda dengan era awal 2000an dulu dimana rider dituntut extra effort utk mengendalikan motor. Dalam hal inovasi ducati yang selalu jenius akhir2 ini, tapi memang beberapa pabrikan masih mempertahankan filosofi nya cak seperti KTM yang masih setia menggunakan chasis baja tubular bahkan ducati pun sudah menyerah pakai chasis tipe ini. Mungkin yamaha ingin tetap mempertahankan konfigurasi inline 4 karena mesin M1 sangat mudah dikendalikan bahkan untuk rookie sekalipun, vinales aja sampe butuh penyesuaian di aprillia, ini membuktikan M1 masih jadi motor paling stabil di MOTOGP.

  10. Sebenarnya simpel ,, fakta vr46 tidak membutuhkan Honda untuk jurdun MotoGP,,sedangkan mm93 membutuhkan Honda untuk jurdun MotoGP,,coba di bantah kalau ada fakta mm93 pernah jurdun dengan selain Honda,,di Honda motor di buat dengan karakter mm93,,sehingga hanya mm93 yang bisa mengendarainya,,wkwkwkwk

  11. Rencana mm93 untuk jurdun dengan pabrikan lain gagal totalllllllllllll,,sebelum melebihi jurdun vr46 sudah di balut cidera,,saya sangat yakin setelah melebihi jurdun vr46,,mm93 akan pindah ke pabrikan lain karena mm93 juga ingin di sebut sebagai juara dengan motor yang berbeda,,namun apa lacur mm93 tidak bisa mewujudkan mimpinya tersebut

  12. Juara ra ono musuh sing abot we bacot ae.,ra betah yo minggat kono…,nikmati ae masa2 iki ra usah golek rai bae.,jancuukkkk!!!
    Bocil..Bocil..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here