iklan iwb

Iwanbanaran.com – Caakkk… Ducati berhasil menyelesaikan MotoGP musim 2021 dengan sangat mengesankan. Tentunya pabrikan asal Italia ini memiliki potensi besar untuk merebut gelar juara rider di musim depan mengingat tiga pembalap mereka tampil kuat di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia yang merupakan race terakhir MotoGP 2021. Hasil tersebut membuat Ducati meraih gelar konstruktor dan tim setelah sukses memenangkan pertarungan dengan Yamaha. Hingga musim ini selesai, Ducati berhasil mengoleksi total 24 podium dari lima pembalap dan 11 pole position…

Apa yang ditunjukkan Ducati musim ini menunjukkan bahwa mereka telah mengalami peningkatan besar pada Desmosedici cak. Bahkan, Enea Bastianini yang hanya mengandalkan GP19 berhasil tampil kompetitif dan mampu memperjuangkan podium. Meski begitu pakde, Dall’Igna menegaskan bahwa para pembalap sangat berpengaruh dalam membuat motor bisa kompetitif sepanjang balapan. Menurutnya, motor dengan teknologi terbaik tidak akan bisa tampil cepat jika rider tersebut tidak dapat memaksimalkannya…

“Para pembalap sangat penting di atas motor, terutama di MotoGP. Seorang teknisi hebat tak berguna jika dia tidak memiliki rider yang tepat. Aku sepenuhnya yakin bahwa seorang rider akan tetap memegang peran utama dalam olahraga ini di masa depan. Kupikir pembalap harus membuat perbedaan. Aku juga meyakini mereka telah melakukannya sepanjang musim ini” ujar Gigi Dall’Igna via speedweek.

iklan iwb
iklan iwb

Tentu sampeyan tahu cak banyak yang mengatakan Desmosedici GP21 merupakan motor terbaik di grid MotoGP, tapi Luigi Dall’Igna menuturkan masih terdapat banyak hal yang perlu ditingkatkan. Termasuk ketika motor memasuki tikungan menjadi area yang dirasa harus terus ditingkatkan oleh Ducati agar tampil lebih kompetitif…

“Ada banyak hal yang membantu kami membuat kemajuan ke arah yang tepat. Tapi, aku ingin sedikit meningkatkan cara motor menikung di musim depan karena kami masih memiliki sedikit masalah saat memasuki tikungan di beberapa trek. Selain itu, ada banyak hal yang perlu kami ubah untuk memperbaiki situasi…

“Cara Ducati menikung sudah menjadi masalah sejak aku datang ke sini (Ducati). Kupikir kami sedikit demi sedikit meningkatkan motor di area itu. Mungkin kami telah memangkas jarak cukup besar di tahun lalu, tapi kami membuat pendekatan kecil setiap tahun untuk meningkatkan performa motor saat menikung” tutup Gigi Dall’Igna….(RA iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

13 COMMENTS

    • Baca cunk… Bukan gak bisa tapi susah dikendalikan karena power yang bringas.
      R6 lebih mudah diajak maen sepanjang pinggit parit. Tapi tidak untuk R1. Nah ibaratnya seperti itu.
      Kuobelokkk koen

  1. Oh tidak
    Info kategori R1 Yam udah persiapin teknokogi daya ungkit ketika belok cak.tunggu aja pas uji coba resmi mandalika.
    Duc belok ngesot2 sementara yam tinggal lompat langsung lurus.

  2. tahun depan kembali Y vs D. H cukup lawan tim gurem lain

    dasar tim badut mueheheh zluuubh 😂😂😂😂🤣🤡🤡🤡🤡

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here