iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Caakkk… Seperti yang sampeyan ketahui, Jack Miller (Ducati Lenovo Team) berhasil menyelesaikan balapan di posisi ketiga. Tentunya, ini merupakan podium yang sangat dirindukannya cak semenjak MotoGP menyambangi Barcelona. Sebenarnya doi selalu cepat dan bagus saat latihan bebas (FP) namun sayangnya ketika race day performanya menurun kangmas. Pada GP Portimao, doi tidak mampu untuk mengejar Pecco dan Mir namun ia sempat duel dengan Alex Marquez. Yang menarik cak Miller juga mengatakan Ducati selalu terdepan soal inovasi lainnya hanya mengikuti. Waahh sindiran kiee…

Terlepas dari itu semua, Jack memuji rekan setimnya (Pecco) karena memiliki performa yang apik selama balapan berlangsung…

“Pecco memiliki kecepatan yang fantastis. Ketika dia menyalipku di tikungan pertama setelah start, aku langsung tahu bahwa dia akan mendorong (nge-push). Dan dia melakukannya” serunya.

iklan iwb
iklan iwb

Kemudian Miller menceritakan situasi ketika balapan berlangsung dan doi mengungkapkan bahwa sempat melakukan kesalahan di tikungan kelima. Selain itu, di tikungan ketujuh trek Portimao pun ia mengalami masalah cak yakni kehilangan feeling bagian belakang motor…

“Di sisi lain, aku membuat kesalahan di tikungan lima, dan ketika itu Mir menyalipku. Aku berpikir untuk mengatur ban hingga akhir balapan. Dengan delapan lap tersisa, aku mulai mendorong (nge-push) namun di tikungan ke tujuh, aku kehilangan feeling bagian belakang, dan hal yang sama terjadi pada Alex. Pada saat itu, aku bersiap untuk bertarung di lap terakhir. Itu sangat menyenangkan” ujar Jack Miller via GPOne.

Pada GP Portimao, Ducati berhasil menjadi juara konstruktor dan Miller mengatakan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja dari seluruh anggota tim…

“Tahun lalu kami juga berhasil (juara konstruktor), Ini merupakan upaya tim, tidak hanya berkat hasil Dovizioso dan Petrucci tetapi juga hasilku, Pecco, dan Zarco. Banyak hal yang menyenangkan tentang Ducati, dan selalu ada seseorang yang cepat. Kami saling mendorong (nge-push), kami dapat membandingkan data, dan ini membuat kami lebih kuat…

“Kami memiliki kelompok besar yang ada di balik layar, dan kami juga punya talenta-talenta muda, seperti Martin, Bastianini, dan Marini. Aku sudah bersama Ducati sejak 2017. Aku mengikuti semua perkembangan mulai dari motor yang aku kendarai di tes pertamaku hingga hari ini, seperti pergi dari siang ke malam. Kami selalu menjadi yang pertama dalam setiap inovasi. Seperti sistem Aerodinamika, sistem start, winglet, hingga holeshot device. Kami terus berusaha untuk melampaui batas dan orang lain kemudian mengikuti kami” tutup Jack Miller….(RA iwb)

 

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

32 COMMENTS

  1. Miller Betul banget memang inovasi2 ducati sangat luar biasa untuk bisa jadi yg terbaik dibuktikan beberapa kali jadi juara konstruktor/tim, tetapi sayangnya sejak stoner belum ada lagi pembalap ducati yg berhasil jd juara dunia

  2. Ducati Era Gigi memang luar biasa, merombak segalanya. Terbukti Seabrek pembalapnya semua dg level mirip2 bahkan dg tim satelite nya gila emang Gigi ini. Pecco taun depan hanya bertarung dg Marc (semoga Marc gws) kalau Yamaha gak bisa buat motor kenceng spt permintaan Quatro maka susah mempertahankan titel juara.

    • Ducita, kalau pake istilah bos KTM, bukan dibilang berinovasi, tapi paling jeli lihat celah regulasi. Waktu belum ada yang pakai winglet, mereka buat winglet raksasa di motornya, hingga harus diatur belakangan. Lalu air scoop di roda belakang dulu yang sempat di protes manufaktur lain. Lalu holeshot depan, kemudian belakang, dll. Semuanya diciptakan sebenarnya hanya untuk membuat motornya bisa kencang dan juara dengan mengalahkan dominasi pembalap hadno dan hamaya. Mesin sih kayak roket, inovasi juga bejibun. Sayangnya, gak ada pembalapnya kualitas juara dunia kecuali stoner, hingga saat ini. Dan selama mereka belum bisa juara dunia, maka entah inovasi apa lagi yang mereka ciptakan buat motornya. Mungkin swingarm yang bisa dipanjangkan pas start dan keluar tikungan, biar gak ada wheelie sama sekali?

  3. Maen wing sama maen suspensi doang udah merasa jumawa

    Juara dunia dong baru sombong

    Ducati juara konstruktor juga karena pembalapnya se RT

    Miller sweet talking biar gak didepak pindahin ke aruba wkwkwk

    • nah ini …. jaman ecu in-house dimana ducita …
      apa yg dilakukan ducita hingga saat ini cuma gincu aja …. mubazir
      mungkin tanpa stoner ducita ga akan pernah jurdun (era jaman now)

    • Ralat ECUnya dari dulu tetap Magneti Marelli. Cuman Softwarenya yg dari Pabrikan masing²..

      Kalau sekarang kan Softwarenya dari Magneti Marelli juga.

    • yang lain sampe pada keteteran mempelajari ecu tsb,yang di anggap beberapa ketinggalan beberapa step dari ecu inhouse masing” pabrikan

  4. Aku rindu kompetisi Software inhouse setiap pabrikan… Urusan ECU modal MM aja udah.

    Taukan kalau software inhouse diberlakukan kembali siapa yg akan mendominasi ?. Pabrikan Jepang pasti Tertawa :v

  5. Yg hebat dari ducdec itu hanya desmodromicnya doang.
    Coba semua pabrikan diberi kebebasan berinovasi… Bs kegampar tekno asimo tanpa perlawanan 🤣

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here