iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk…iki jiann isu hot ki pakde. Tapi bukan sembarang isu karena semua berasal dari sumber yang cukup jelas bahwa dipastikan Brivio tidak betah di F1. Kenapa ? karena lingkungannya cak. Menurut Brivio, perannya di F1 Alpine tidak sebesar yang dia kira. Keterbatasan langkah membuatnya kesulitan untuk bergerak. Dan inilah yang membuat isu ini semakin kencang. ” Yea, aku juga mendengar isu itu…” seru Joan Mir. Nahhh bener to. So….benarkah Davide Brivio tidak betah di F1 dan berniat kembali ke Suzuki !!!??

Tidak bisa dipungkiri nama Brivio begitu harum setelah doi mampu membawa Suzuki meraih juara dunia Motogp 2020. Namun disaat yang sama Brivio juga meninggalkan Suzuki ditahun 2021 ini. Suzuki sempat berjalan sendiri tanpa mencari pengganti dan semua dipegang Shinichi Sahara (Bos Motogp). Namun faktanya mereka kesulitan karena pekerjaan jadi tumpang tindih. Nggak heran Suzuki sedang mencari manajer tim baru untuk tahun 2022, dan isunya tim Hamamatsu kembali membidik Brivio….

Yup….Pertahanan gelar Mir lepas tahun ini. Mir hanya finis di podium lima kali dalam 15 balapan karena dia gagal bertarung melawan Fabio Quartararo atau Pecco Bagnaia. Dan menurut sumber di Suzuki, tim percaya bahwa sebagian besar berasal dari ketidakhadiran Brivio. Pengembangan yang tersendat membuat tim tertinggal dari para pesaingnya secara teknis. ” Aku rasa kami membutuhkan seseorang seperti Davide,” cetus Mir menjelang Grand Prix Emilia Romagna akhir pekan ini di Misano. “ Aku rasa petinggi Jepang melihatnya, dan mereka mencoba melakukan segalanya untuk memperbaiki situasi ini…

iklan iwb
iklan iwb

” Namun tidak gampang mengelola situasi ketika orang seperti Davide meninggalkan tim. Bagusnya mereka sekarang mulai menyadari bahwa kita membutuhkannya, dan aku tahu mereka sekarang bekerja keras berusaha mencari pengganti. Tapi ini bukan pekerjaan mudah karena orang ini nantinya akan menjadi orang yang sangat penting di tim, jadi ini situasi yang sulit, tapi yah, aku rasa mereka akan melakukan semua yang mereka bisa...” seru Mir.

Yang menarik cak…Keadaan sulit ini menciptakan rumor bahwa Brivio adalah target prioritas Suzuki untuk menjadi bos tim berikutnya, melangkah kembali ke kursi yang sebelumnya ia duduki dan yang tidak pernah diisi setelah kepergiannya. Soal ini ternyata Mir mengaku mendengarnya….

“Soal rumor tersebut, ya, aku juga mendengarnya. Bagiku tidak masalah jika Davide kembali. Dia melakukan pekerjaan yang hebat denganku di masa lalu, dan pasti aku akan senang jika dia kembali. Tapi ya, rumor hanyalah rumor, jadi mari kita lihat nanti...” tutup Mir. Dan memang cak, tampaknya potensi kembalinya Davide masih sebatas rumor. Namun yang jelas Menurut sumber The Race di Suzuki, Brivio akan disambut positif jika doi kembali ke tim, tetapi belum ada berita di dalam skuad yang menunjukkan bahwa isu ini benar. Terus gimana dari sisi Brivio ??

Potensi doi meninggalkan tim F1 Alpine rumornya juga terbuka. Di paddock F1 walau Alpine tidak mengetahui rencana Brivio untuk pergi, rumornya tim Alpine sudah mengetahui laporan media yang mengatakan bahwa doi mungkin ingin kembali ke MotoGP. Sebagai informasi Brivio bergabung dengan Alpine menjelang musim ini dengan peran baru sebagai direktur balap. Ini adalah bagian dari struktur yang secara efektif membagi peran utama tim tradisional antara Brivio dan direktur eksekutif Marcin Budkowski di bawah CEO Alpine Laurent Rossi – yang menggantikan Cyril Abiteboul yang keluar musim dingin lalu….

Terlepas dari reputasi Brivio yang luar biasa di MotoGP, memimpin Suzuki menuju kesuksesan kejuaraan pada tahun 2020, integrasinya dengan tim F1 Alpine belum berjalan seperti yang diharapkan. Ini membuatnya menjadi sosok yang terpasung dalam tim, apalagi Budkowski secara efektif mengambil peran yang lebih luas daripada yang direncanakan. Berbicara di awal musim, Brivio menjelaskan perannya secara rinci, serta membandingkan pengalamannya tentang apa yang dia gambarkan sebagai tim Suzuki yang “jauh lebih kecil” di mana dia bisa masuk kesemua hal. Dia juga menekankan bahwa perannya dengan Alpine kurang maksimal dibandingkan di Suzuki….

“Sejujurnya, apa yang aku lakukan di Suzuki jauh lebih besar dan efektif. Berada di organisasi yang lebih besar ada banyak fungsi, banyak peran di mana ada kantor orang – seperti sumber daya manusia, kantor hukum yang mengurus kontrak, atau departemen pemasaran, komunikasi, semuanya. Di Suzuki organisasinya lebih kecil. Dan pada dasarnya, aku bisa melalui semua sektor. Di sini [Alpine] mereka sangat terorganisir dengan baik, masing-masing individu punya tugas sendiri. Jadi, tanggung jawab untuk berpartisipasi dalam semua operasi menjadi kurang operatif [terlibat langsung] dibandingkan sebelumnya…

“Di sini kamu dapat mengandalkan staf operasional yang bekerja sangat baik dan masif, kantor-kantornya teratur. Dalam hal tanggung jawab aku adalah bagian dari manajemen dengan Laurent serta Marcin. Kami memiliki tanggung jawab untuk menjalankan operasi. Intinya adalah membuat rencana untuk masa depan, memutuskan ke mana kita ingin pergi, membagi fungsi yang berbeda dan peran yang berbeda pula...” tutup Brivio. Dari keterangan ini banyak yang menyimpulkan sosok Brivio adalah fighter dan lincah. So…ketika doi dihadapkan pada birokrasi besar, kaku serta dislipin yang tidak luwes membuat sepak terjang Davide terpasung. So…apakah ini sinyal Brivio akan gabung kembali bersama Suzuki ? IWB sih yesss, piyee dengan sampeyan cak ? (iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

3 COMMENTS

  1. Memang nature & atmosfer balap di F1 & MotoGP beda banget cak.
    Di MotoGP, strategi tim secara praktis cuma ditentukan sampe sebelum start, sisanya pembalap yang mengendalikan. Meskipun tidak menutup kemungkinan strategi masih bisa diatur & diinfokan ke pembalap melalui pesan dashboard. Kalo di F1, strategi itu sangat dinamis menyesuaikan kondisi balap, komunikasi pembalap dgn race engineer jalan terus. Belum lagi strategi pit stop, dll.
    Itu baru dari sisi teknis, belum lagi sisi non teknis, di F1 drama2nya lebih kental dari MotoGP.

  2. Sopasti yes, biar tambah seru, Honda, Ducati dan Suzuki udah pada punya rider top andalan, cuma Suzuki aja yg ketinggalan teknologiny, klo Davide Brivio balik dan meningkatkan Suzuki, wes mantap jiwa pastinya battle bisanlebih seru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here