iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk…Pasca dlosornya Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team sang guru, Valentino Rossi (Petronas Yamaha SRT) mengaku marah karena tidak mendengar sarannya. Konfirmasi tersebut dilontarkan Rossi pasca sang murid dlosor dan menurutnya…..sarannya sangat krusial ditengah kondisi yang cenderung dingin. ” Di Aragon hipnotisku berhasil, namun di sini kali ini tidak berhasil. Dia tidak mendengarku…” seru Rossi kesal. Lhooo emange nyapo ??

Pemilihan ban !! yessss memang untuk race sangatlah sakral cakkk karena berpengaruh besar dalam hasil akhir. Yupss Pemilihan ban yang salah akan berefek fatal seperti crash ataupun down kebelakang, hal ini sering terjadi dan kerap menimpa beberapa pembalap top. Sebagai contoh Francesco Bagania yang baru baru ini menjalani match poin perdananya untuk gelar juara dunia 2021 melawan Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP).

Meski Pecco Merasa pilihannya yakni ban Hard di bagian depan dan Medium di bagian belakang adalah pilihan yang tepat, namun sang Guru justru berpendapat sebaliknya. Tahu nggak sampeyan…dibelakang history sebelum race Rossi sudah mewanti-wanti hal ini pada Pecco….

iklan iwb
iklan iwb

Rossi mengatakan jika ia sangat menyarankan anak didiknya tersebut menggunakan ban depan Medium yang dinilai lebih baik dari pada ban depan Hard karena suhu aspal yang cenderung dingin. Namun sayangnya Pecco menghiraukan saran dari sang guru….

Pilihan Pecco, membuat The Doctor marah karena menurutnya Pecco bisa menang jika menggunakan ban depan Medium, terlebih anak didiknya tersebut memiliki kecepatan yang super baik dibandingkan para rival terdekatnya….

“Aku sedikit marah padanya (Bagnaia) hari ini. Karena aku pikir jika ia menggunakan ban depan medium maka ia bisa menang, karena ia lebih cepat di grid. Ini keyakinkanku. Ia memiliki peluang besar untuk tetap membuka kejuaraan, walau itu sulit, tetapi untuk membawa (perebutan gelar) ke Portugal itu penting. Tapi apa boleh buat….bagaimanapun semua sudah terjadi,” tukas Rossi kepada The Race.

Rossi menjelaskan alasannya dengan analisis singkatnya mengenai penurunan suhu yang membuat ban depan Hard lebih buruk dalam kondisi tersebut dibandingkan Medium…

“Menurutku ban depan keras (Hard) terlalu berbahaya hari ini. Aku sudah mengatakannya pada Pecco. Tetapi aku heran dan terkejut karena dia malah memilih ban depan keras ketika race. Padahal suhu kurang ideal untuk ban hard…. suhu turun, sinar matahari kurang panas dan ini akan membuat kinerja ban hard kurang optimal. Ban akan kalah, traksi akan lemah dan kau akan terjatuh….soal ini kamu tidak dapat melakukan apa-apa. Ini sangat disayangkan.” tutup Rossi sedikit kecewa. Vale menambahkan ” Di Aragon saran dan hipnotisku diterima. Saat itu aku ulang-ulang dengan kalimat…medium..medium…medium pada Pecco. Dan dia melakukannya. Tapi disini hipnotisku tidak bekerja…yahh apa boleh buat..” tutup Rossi tersenyum…

Last…diluar masalah pressure akibat Marc Marquez, ternyata secara teknis pemilihan ban juga menjadi juru kunci dlosornya Pecco di Misano. Apalagi Jika melirik data dari Michelin, mayoritas seluruh pembalap Menggunakan ban depan Medium, sedangkan hanya dua pembalap Ducati Lenovo Team yang memakai ban depan Hard yakni Jack Miller dan Pecco. Dilalah keduanya justru dlosor di tikungan yang sama dengan pilihan ban tersebut. Tuh Pecco, dengerkan mbah Guru hehehe…(CB iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

20 COMMENTS

  1. Tapi KLO di liat dari kecepatan si pecco bener,di lap2 akhir buktinya dia bisa menjauh dri marq,mungkin lebih pd tekanan mengingat Quartarao satu demi satu bs melewati pembalap di depannya sampai ke nomer 4,ataou mungkin sedikit ngantuk JD nggloyor.

  2. Pensiun yang harusnya Sempurna di Itali , akhirnya jadi Suram akibat Marc , tak bisa dipungkiri…tekanan besar dari Marc jadi Penentu.
    Memang serba salah sih , gak meladeni tekanan Marc juga bisa…. Pecok mungkin bisa selamat sampe Finish , hanya saja dia harus mempermalukan ( mengalahkan atau tak memberi kesempatan pada ) Marc di di Itali…dimana rosi pun harus pensiun dengan kenikmatan yang luar biasa . Tapi hasilnya berbalik , pecok out dan Marc akhirnya P1 . Asa untuk memeriahkan akhir jabatan sang guru pun Sirna .
    Apa dengan medium si Pecok masih bisa selamat atau P1 ? Ya belum tentu juga , karena hanya dia dan timnya yang tau data yang layak buat memakai ban jenis apa.

  3. Rosi senang sambutan fanssnya di tribun , tapi saat liat Marc…..kesalnya gak sebanding dan langsung bikin Hampa momen pensiun nya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here