iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Caakkk… Usai seri Misano Marc Marquez (Repsol Honda Team) berkesempatan untuk mempelajari gaya balap Enea Bastianini (Avintia Ducati) yang dimana pada balapan Misano, sebagai seorang rookie doi membuat sensasional karena berhasil meraih podium perdana dengan finish di posisi ke-tiga….

Tentunya cak, Ducati sangat bergembira karena berhasil menempati podium utama berkat kerja keras Francesco Bagnaia dan membawa Desmosedici GP19 ke podium tiga bersama Enea Bastianini. Dengan begitu, pencapaian ini sangat spesail cak bagi Ducati mengingat Misano adalah home race-nya sendiri. Selain itu, Marc Marquez yang finish dibelakang Enea Bastianini mengaku terkejut karena berhasil diewati Enea Bastianini ketika race berlangsung dan doi juga memuji Bastianini karena memiliki performa apik…

“Bastianini bagus sepanjang akhir pekan, dia sudah melaju di 1:31,8 menit di Q1. Jika seseorang mengendarai di menit 1: 31,8, itu berarti dia memiliki kecepatan. Ketika dia (Enea Bastianini) melewatiku dalam balapan, aku langsung mengerti bahwa orang ini memiliki peluang besar. Pada satu titik dalam balapan aku mengikutinya dan kami mengejar Quartararo dan memimpin, tetapi aku melihat bahwa aku melampaui batasku dan berkata pada diri sendiri, ‘Tetap tenang, aku akan melepaskannya’…

iklan iwb
iklan iwb

“Dia membalap dengan sangat baik dan dia sangat mengerti bagaimana dia harus mengendarai Ducati. Dia mengerem sangat terlambat dan keluar dari tikungan dengan banyak torsi dan cengkeraman. Tapi dia melakukan segalanya dengan benar, dan jika kamu melakukannya dengan motor MotoGP, waktu putaran yang baik juga akan datang” ujar Marc Marquez via speedweek.

Selain itu cak, Marc juga mengungkapkan bahwa saat ini doi dan Honda lebih berfokus pada pengembangan agar bisa mencapai askelerasi lebih baik ketika keluar tikungan, tentunya hal ini tidak akan bebas dari resiko cak dan doi pun mengakui bahwa resiko crash akan lebih besar…

“Semuanya saling terkait, jika kamu pandai keluar dari tikungan kamu juga akan berakselerasi dengan baik dan menghentikan motor dengan lebih baik. Karena kamu tiba dengan kecepatan lebih, rem sedikit lebih awal dan jangan terlalu membebani bagian depan. Saat ini kami harus mendapatkan waktu lap di fase pengereman, itu berarti risiko lebih tinggi dan banyak jatuh. Bahkan terlalu banyak” tambahnya.

“Yamaha menuntut gaya yang sama sekali berbeda, tetapi aku pikir Ducati sekarang lebih kompetitif daripada Yamaha. Tapi Quartararo adalah pria tercepat, kecepatannya sangat bagus” tutup Marc Marquez…(RA iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here