iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Caakkk… Jelang GP Aragon, Marc Marquez bertekad untuk membuat hasil lebih baik karena pada dua race sebelumnya doi mengalami crash berturut-turut. Crash yang begitu kontroversial terjadi pada GP Silverstone lalu mengingat dalam insiden tersebut melibatkan Jorge Martin kangbro. Selain itu, Marc juga berbicara banyak dengan Mick Doohan selama musim dingin karena legenda MotoGP tersebut juga pernah mengalami cedera parah. Dan Marc mengaku bahwa doi mendapat wejangan ketika ngobrol dengan Mick…

“Kisah Mick Doohan membantu dan meyakinkanku, karena kami membicarakan masalah ini untuk waktu yang lama. Ketika kamu mengalami kecelakaan sepertiku, kamu harus berurusan dengan tiga faktor. Yang pertama adalah faktor waktu, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk menyesuaikan motor dengan gayaku. Lalu ada faktor yang terkait dengan semua kesalahan yang tampaknya tidak memiliki solusi…

“Mungkin kamu merasa nyaman dengan motor di titik tertentu dan kemudian kamu terjatuh ke tanah, seperti yang sudah terjadi. Terakhir, ada faktor yang terkait dengan harapan, yaitu memiliki kesabaran. Di dalam aku ingin menjadi 100% dan berkendara seperti yang ku inginkan, tetapi aku sadar bahwa harapanku jauh dari kenyataan saat ini” ujar Marc Marquez via GPone.

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

Selain itu, Aragon juga merupakan trek yang disukai Marc Marquez mengingat trek ini memiliki tikungan ke kiri lebih banyak. Lalu doi sedikit buka suara soal pengembangan Honda RC213V…

Aragon adalah trek yang aku suka, dengan banyak tikungan kiri jadi aku seharusnya tidak terlalu memaksakan siku. Tapi ekspektasinya tidak seperti tahun lalu. Aku akan melihat apa yang terjadi selama akhir pekan bahkan jika di dalam diriku, aku tenang dan tenteram. Sayangnya aku tiba di balapan ini setelah dua balapan yang tidak positif, tapi tetap penting terlepas dari hasilnya. Baik di Austria maupun di Inggris, aku merasa baik dengan motornya dan mampu menjadi cepat” tambahnya.

“Jika kami membuat perubahan pada Honda, itu karena kami tidak sepenuhnya kompetitif. Jelas kami bekerja untuk meningkatkan, bahkan jika beberapa daerah baru dan belum dieksplorasi. Dalam pikiranku, aku tahu cara bergerak, tetapi tidak mudah untuk mempraktikkan pekerjaan dengan mengikuti spesifikasi tertentu karena mungkin kamu tidak mendapatkan hasil tertentu” tutup Marc Marquez. Marc sendiri sempat sukses menjadi rider terkencang pada FP1 Aragon walau terpuruk pada FP2…(RA iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!